Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 31


__ADS_3

"Om,Tante,Aksa,maafkan kami tidak bisa mengantar kalian pulang,karna kami akan kerumah sakit terlebih dahulu"ucap Robert.


"Kak,kenapa ke rumah sakit,apa ada yang terjadi dengan papa"tanya Anin.


"Tidak ada yang terjadi dengan papa mu Nin,tadi pihak rumah sakit mengabari bahwa papa mu sudah sadar dari koma nya"ucap Robert.


"Be...benarkah kak,Kaka tidak sedang membohongiku?"tanya Anin dengan curiga.


"Iya Bert,kamu beneran"tanya mama Fida menimpali.


"Tidak dek,ma,sebaik nya sekarang kita menuju rumah sakit,untuk memastikan keadaan om Frans ma"ucap nya meyakinkan.


"Jeng,apakah kami boleh ikut berkunjung?"tanya mama Stevani.


"Tapi jeng,apa tidak keberatan jika kamu dan yang lain ikut,karna aku rasa kalian semua pasti kelelahan"ucap Fida.


"tidak Fida,kami akan ikut bersama mu"ucap Baskoro menimpali.


"Sa,jika kamu lelah,kamu bisa pulang lebih dulu,biar papa dan mama akan berkunjung ke rumah sakit"ucap mama Stevani.


"tidak mungkin ma Aksa ninggalin Anin,karna Aksa akan ikut kerumah sakit"ucap nya menyangkal ucapan sang mama.

__ADS_1


"Baiklah sekarang sebaik nya kita cepat-cepat kerumah sakit"ucap Robert.


"Ya benar,kami akan mengikuti mobil kalian dari belakang"ucap Aksa yang di angguk i oleh Robert.


Karna sebelum nya sudah menelfon ke rumah supaya di antar kan mobil ke bandara.


"Sa,seperti nya perusahaan om Handoko,mulai mengalami penurunan saham nya,apa yang terjadi?"tanya papa Baskoro.


"Aksa juga belum mengetahui dengan pasti pa,yang jelas,itu ada sangkut paut nya dengan perusahaan Robert pa"ucap Aksa yang masih fokus menyetir,


"Apa..??,bukan nya itu perusahan milik papa Anin,kenapa di buat bangkrut sama Robert?"tanya papa Baskoro setengah terkejut.


"Karna sekarang yang memegang kendali perusahaan Handoko Group Company,adalah adik ipar tuan handoko nya Anin,kalau tidak salah om Ramon"ucap Aksa.


Setelah percakapan tersebut,mereka kini berada di depan pelataran rumah sakit Albino,dimana itu rumah sakit keluarga Albino.


"Selamat siang tuan muda, nona muda,dan nyonya besar"sapa resepsionis rumah sakit tersebut dengan ramah.


"Siang sus"ucap mama Fida ramah dan di ikuti yang lain nya.


Mereka menuju di mana tuan Handoko di rawat,karna sebelum nya ia berada di ruangan NICU,setelah sadar tuan Handoko di pindah kan di ruangan VVIP keluarga Albino.

__ADS_1


'ceklek'


Pintu ruangan VVIP itu terbuka dan munculah Anin di barisan terdepan.


"Pa.."ucap nya lirih.


Handoko merasa di panggil,dia pun melihat ke asal suara.


"a..Anin"ucap nya lemah dan bergetar.


Seketika Anin berlari dan memeluk sang papa dengan sesenggukan.


"Papa Anin kangen,jangan pernah tinggalin Anin pa,Anin hanya punya papa"ucap Anin yang masih memeluk sang papa.


'deg'...


Perkataan Anin membuat nya berfikir keras.


"Anin,dimana mama mu"tanya Handoko,karna melihat semua yang ada di situ tidak melihat sang istri sama sekali.


"Pa,Mama...mama sudah meninggal saat kecelakaan itu"ucap Anin semakin sesak akibat menangis dengan sesenggukan.

__ADS_1


"Anin sayang,sudah kasian papa,papa baru saja sadar,jangan di suruh mikir dengan keras dulu"ucap mama Fida mengelus punggung Anin dengan sayang.


"Mba,a..apa benar yang di katakan oleh Anin barusan"ucap papa Handoko.


__ADS_2