
"Sa ,apakah kalian berdua baik-baik saja?"tanya mama Fida.
"Tentu saja ma,memang ada apa ma?"tanya Aksa.
"Tidak,hanya saja mama lihat Anin lebih ceria"ucap mama Fida menelisik.
Aksa hanya senyam-senyum sendiri mendengar pertanyaan dari mama Fida.
"Di tanya kok malah senyum-senyum gak jelas gitu sih Sa?"sarkas mama Fida.
"Mungkin ada sesuatu ma"ucap Aksa asal.
"Robert,belum pulang ma?"tanya Aksa.
"Belum,kata nya di mau sekalian ke kantor"ucap mama Fida.
"Apa,papa masih di kamar ma?"tanya Aksa lagi.
"Iya,setelah makan siang,papa mertua mu kembali istirahat"ucap mama Fida.
"akh..."teriakan Anin dari dapur.
Aksa berlari menuju dapur melihat tangan Anin yang memerah,akibat tersiram air panas.
"Anin..!"panggil Aksa panik. "Apa yang terjadi?"tanya Aksa lagi menuntun Anin untuk duduk di kursi meja makan.
"Aku ingin membuat kopi untukmu kak,tapi nggak sengaja memegang teplon nya yang panas,reflek aku menyiram tangan ku"ucap Anin meringis.
"Ini Sa,di olesi dulu salep nya supaya tidak melepuh"ucap mama Fida memberi salep.
__ADS_1
"Terima kasih ma"ucap Aksa setelah menerima salep tersebut.
"Lain kali hati-hati sayang"ucap Aksa.
"Maafkan aku kak yang teledor"ucap Anin.
"He'em"ucap Aksa yang masih serius mengolesi salep,supaya tidak melepuh.
"Auw.... sakit kak, pelan-pelan saja"ucap Anin.
"Ya,ini juga pelan-pelan sayang"ucap Aksa.
Anin menatap wajah sang suami ketika serius,dia pun menyunggingkan senyumnya.
"Kenapa natal aku sambil senyum-senyum?"tanya Aksa tanpa melihat.
"Kalau lagi serius gini,kelihatan lebih Tampan"ucap Anin berbisik di telinga Aksa.
"Issh....dasar laki-laki di gituin aja udah kepancing"ucap Anin manyun.
'cup'
satu kecupan di labuhkan di bibi mungil istri nya yang membuat Aksa candu.
"Kaka..!"rengek Anin.
"Kenapa sayang kurang"ucap Aksa tanpa aba-aba melahap bibir sang istri dan menahan tengkuk leher nya.
"hemppp"Anin meronta meminta di lepas,hingga mendengar suara deheman dari seseorang Aksa lantas melepas pagutan nya.
__ADS_1
"Ehem......"suara Robert yang baru tiba.
"Ckck...dasar jomblo,ganggu aja"gerutu Aksa.
"Eh....apa maksudmu"ucap Robert nggak terima.
Anin yang malu masih bersembunyi di balik punggung Aksa yang sudah berdiri.
"Anin,lihat suami mu itu,singing banget jadi orang"adu Robert pada adik nya.
"Dasar tukang ngadu"ucap Aksa mengejek.
"Lagian kalian mesum di meja makan,kalau mau mesum di kamar,merusak pemandangan tau nggak?"seloroh Robert kesal.
"Biarin,kenapa kamu aja yang minggir,malah melihat orang lagi berduaan"ucap Aksa.
"Anin,kok kamu bisa sih,nikah sama ini anak cecunguk"ucap Robert.
"Ada apa sih kalian ribut-ribut,Anin gimana tangan mu sayang?"ucap mama Fida yang baru datang dari taman belakang.
"Alhamdulillah sudah ma"ucap Anin membuka suara yang sedari tadi diam.
"Nah,dari tadi diam,sekarang mama nanya jawab!!"gerutu Robert. "Ada apa dengan tangan mu Nin?"tanya Robert mendekat.
"Setelah melihat tangan Anin dari dekat dia pun terkejut. "Astaghfirullah hal'adzim,ini kenapa Anin?"tanya nya lagi.
"Ke..kena air panas kak"ucap Anin gugup.
"Bagaimana bisa..?"ucap Robert melirik Aksa
__ADS_1
"Anin mau bikin kopi buat kak aksa"ucap Anin.
"kamu selalu saja begini,apakah sudah di obati,atau mau kerumah sakit?"tanya nya yang masih khawatir.