
Merasa ada yang mengawasi nya dia pun reflek melihat ke arah Robert,saat mata nya bertemu satu sama lain..
'deg'....
Seketika mengalihkan penglihatan nya ke arah lain.
"sudah-sudah ayo duduk,biar aku yang pesan kan buat kalian"ucap Mayang.
"kalian dari mana"tanya Robert yang tak mengalihkan pandangan nya dari Dewi.
"Kami dari kampus kak"jawab Gilang yang di angguk i oleh Dewi.
"Aku ke toilet sebentar ya kak,Nin Dewi"pamit Gilang.
"Aku ikut ya Lang"ucap Anin yang ikut berdiri.
"Baik ayolah kalau begitu"ucap Gilang.
Setelah kepergian Anin dan Gilang,kini hanya ada keheningan antara Dewi dan Robert.
Dewi gadis cantik sama seperti Anin,hanya saja dia terlalu dingin dan tertutup,dia tidak pernah bercerita tentang kehidupan nya pada Anin dan teman yang lain nya.
"Bagaimana dengan kuliah mu Dew?"tanya Robert.
"Alhamdulillah lancar kak"ucap Dewi sungkan.
"Bukan kah tinggal dua semester lagi selesai?"tanya Robert.
"Iya kak,sekarang mulai mengumpulkan materi untuk pembuatan skripsi"ucap Dewi.
"Rencana mau lanjut kuliah atau kerja"tanya Robert lagi.
__ADS_1
"Mungkin kerja sambil lanjut kuliah kak,lagian aku masih ngajuin beasiswa ke Inggris buat lanjut kuliah S2 nya"ucap Dewi membuat Robert terasa tak nyaman.
"Apakah aku tertarik pada nya,tapi beberapa kali aku bertemu dengan nya,aku merasa ada yang aneh dengan diri ku"gumam Robert.
"Kak...kak....kak Robert"panggil Dewi.
"Ah....iya Dew maaf aku lagi gak konsen"ucap Robert entah kenapa dia jadi gagap di hadapan Dewi.
"Dew..."panggil Robert dengan keraguan nya.
"Hemmm...iya kak ada apa?"tanya Dewi.
"A...aku.."ucap Robert terpotong.karna Mayang yang sudah datang dengan mangkuk bakso yang di susul pak Dudung di belakang nya.
"Taraaaaa....bakso nya sudah datang,loh..loh..yang lain pada kemana kak, Dew"tanya Mayang.
"Terima kasih pak"ucap Mayang.
"Sama-sama,selamat menikmati,bapak tinggal dulu kalau begitu"pamit pak Dudung.
Setelah menganggukkan kepala sebagai tanda bukti jawaban,pak Dudung berlalu pergi.
"Dew,dimana Anin sama Gilang" tanya Mayang yang tadi bertanya belum mendapat jawaban dari kedua nya.
"Mereka masih di toilet"ucap Dewi singkat.
"Dasar es balok,di tanya jawab nya kaku banget"ucap Mayang kesal dengan teman nya yang satu itu.
Robert yang mendengar julukan Mayang buat Dewi hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng.
"Kenapa sih May?"tanya Anin baru datang dari toilet,malah melihat Mayang dengan wajah masam nya.
__ADS_1
"Itu...es balok bikin kesel aja"ucap Mayang.
Tau julukan es balok hanya di tunjukan untuk Dewi,Anin dan Gilang hanya bisa cekikikan.
"Sudah..sudah,ayo makan,keburu dingin lagian,kalian bukan nya harus pulang cepat"perintah Robert.
"Tenang saja kak,kita sudah biasa nongkrong dulu kalau pulang kuliah benar kan Nin?"cari pembenaran dari sahabat nya.
"Iya kak,habis pulang kuliah itu cape mikirin materi terus,jalan satu-satunya yang bikin kita happy ya cuma nongkrong walau pun sekedar ngobrol doang kaya gini"ucap ini memebenarkan ucapan Mayang.
Setelah bakso yang di mangkok tandas tak tersisa biarpun hanya kuah nya,mereka segera berdiri dan membayar bakso nya.
"Biar Kaka yang bayar"ucap Robert berlalu ke kasir,setelah selesai dengan transaksi nya,dia menghampiri adik dan teman-temannya.
"Setelah ini kalian mau kemana?"tanya Anin.
"Emmm...seperti nya kami akan pulang saja,ini juga sudah sore"ucap Mayang.
"Baiklah kalian hati-hatilah di jalan"ucap Anin.
"Ok,kalau begitu kami pamit ya Nin,kak Robert,terima kasih traktiran nya"ucap Mayang.
"Ya sama-sama"ucap Robert tersenyum ramah.
"Aku pamit ya Nin,kak Robert"ucap Dewi datar.
Gilang melihat sikap teman yang satu ini,hanya geleng-geleng kepala.
"Aku juga pamit ya Nin,kak Robert"ucap Gilang berlalu menyusul kedua teman nya.
"Ayo kak,kita pulang dulu,aku mau ngambil baju ganti buat papa,dan mama Fida dulu"ajak Anin.
__ADS_1
Kini Robert dan Anin melajukan mobil menuju kediaman Albino,butuh 45 menit untuk tiba di rumah mewah itu.
"Nin,apa keputusan mu untuk Aksa?"tanya Robert.