
"sayang,jangan nangis dong,di sini kamu nggak sendirian,masih ada mama Fida dan Kaka mu Robert.
"he'em,gak seharusnya aku bersedih,masih ada papa yang membutuhkan aku untuk saat ini,terima kasih ma,sudah mau merawat ku"ucap Anin yang memeluk mama Fida.
"ma..."ucap Anin..
"iya sayang"ucap Fida.
"dimana Kaka"tanya Anin
"seperti nya Kaka mu sedang mencari minum"tutur mama Fida.
Tak lama kemudian pintu pun di dorong dari luar,tampil lah sosial yang baru saja di tanyakan oleh Anin.
"Kaka.."ucap Anin.
"kenapa mencari ku,apa kau merindukan Kaka mu yang tampan ini?"goda Robert.
"silahkan di minum om Tante"ucap Robert menyodorkan dua minuman dingin di depan orang tua Robert.
"terima kasih tuan"ucap Baskoro.
"panggil saja Robert om,karna om Baskoro sahabat mama"ucap Robert sopan.
"Fida bisakah aku berbicara dengan Anin sebentar"ucap Stevani.
"baik lah bicaralah,aku akan mengobrol dengan suami dan anak ku di ruangan tunggu"ucap Fida.
"terima kasih Fida"ucap Stevani.
"jangan sungkan bukankah kita ini sahabat"ucap Fida.
"ya...ya,aku melupakan itu,kalau begitu bicaralah,aku menghampiri mereka"ucap Fida berlalu pergi.
setelah Fida bergabung dengan sahabat dan anak nya itu,Stevani pun mendekati Anin perlahan dan duduk di sisi ranjang pasien tersebut,Stevani menjangkau tangan Anin,seraya berbicara.
__ADS_1
"nak,boleh kah Tante berbicara sebentar dengan mu?"tanya Stevani.
deg....
jantung Anin terasa berhenti mendengar lantunan suara lembut Stevani.
"si..silahkan Tante,apa gerangan yang membuat Tante ingin bicara dengan ku"ucap Anin gugup tapi dengan kesopanan.
"sebelumnya Tante ucapkan terima kasih,dan Tante minta maaf atas apa yang telah di lakukan Aksa pada mu"ucap mama Stevani.
Anindita hanya diam mendengar perkataan mama Stevani.
"Tante tau itu berat buat kamu,tapi Tante mohon nak,tolong beri kesempatan untuk Aksa mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya,Tante tak akan pernah memaksa kamu untuk menerima Aksa,tapi Tante hanya ingin kamu tau,kalau Aksa sudah menyukaimu sejak pertama kalian bertemu,beberapa tahun yang lalu,saat kamu berusia 12tahun.
"bagaimana tante tau semua itu"ucap Anin penasaran.
"ya..tante tau semua nya nak tentang kehidupan aksa.
Mungkin banyak perempuan yang mendambakan dia,tapi Tante yakin kalau dia tidak pernah sedikitpun tertarik dengan wanita manapun,bukan maksud Tante membanggakan anak Tante.
"tapi Tante,Anin tidak bisa untuk menerima kenyataan pahit ini,karna bagaimana pun kak Aksa lah yang menghancurkan masa depan ku"ucap Anin menangis.
"sayang maafkan Tante,mungkin ini terlalu cepat untuk tante memintamu menerima Aksa,apalagi dengan apa yang di lakukan Aksa padamu"ucap Stevani memeluk Anin dan mengelus punggung Anindita dengan sayang.
"maafkan Anin Tante,Anin tidak bisa menerima kak Aksa"ucap Anindita.
"sayang jangan bilang tidak bisa,Tante banyak berharap padamu,Tante ingin kamu jadi istri Aksa"ucap Stevani.
'deg'.....
jantung Anin terpompa dengan cepat mendengar penuturan mama Stevani.
"ta..tapi Tante"ucap Anin
"sayang jangan jawab sekarang,tolong pikirkan dulu permintaan Tante yang satu ini"ucap Stevani.
__ADS_1
"baiklah,sekarang istirahat lah,om dan Tante akan kembali ke hotel,besok pagi kami akan ikut menjemputmu pulang ke kota T"ucap nya lagi.
"baiklah Tante,terima kasih"ucap Anin.
""tidak perlu sungkan nak"ucap Stevani mencium kening Anin dan berlalu menghampiri sang suami yang sedang asyik berbincang dengan teman lamanya.
"seru banget pa"tanya Stevani.
"iya ma,kami masih menceritakan masa kecil Aksa dan Robert"ucap Baskoro.
"oh ya,berarti ketinggalan dong mama"ucap Stevani pura-pura sedih.
"sudah-sudah,lain kali akan aku ceritakan padamu exlusive untuk mu"ucap Fida.
"baiklah aku tunggu janjimu"ucap Stevani.
"oh ya pa,ayo kita kembali dulu ke hotel,besok kita kesini buat jemput calon mantu kita"ucap mama Stevani yang di akhiri dengan bisik di telinga sang suami.
"benarkah..!"ucap papa Baskoro.
"kamu yakin ma?"tanya Baskoro.
"sudah nanti mama jelaskan di jalan"ucap mama Stevani.
"baik lah jeng,kami pamit dulu besok pagi kami datang lagi,sekalian kita pulang ke kota T"ucap mama Stevani.
"kenapa mendadak sekali Tante"tanya Robert.
"iya nak,bukan nya kamu ada banyak kerjaan di sana?"tanya Stevani,
"ya sudah kalau begitu kami pamit, assalamu'alaikum"ucap mama Stevani.
"wa'alaikumsalam, hati-hati di jalan"ucap Fida yang di angguk i oleh keduanya.
"ma.."ucap aksa
__ADS_1