Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 46


__ADS_3

"Kaka memang menginap di sini sayang,Mungkin besok Kaka akan kembali ke kota A lagi,karna pekerjaan Kaka yang tak bisa di tinggalkan lama-lama"ucap Aksa.


Anin menoleh,menelisik wajah Aksa,menunjukan kesungguhan dengan ucapan Aksa. Melihat itu wajah Anin terlihat kecewa.


"Kenapa?"tanya Aksa.


"Tidak ada,kalau begitu aku pamit kak"ucap Anin berlalu pergi.


Tepat melewati Aksa,tangan nya di cekal oleh Aksa dan menarik nya hingga masuk dalam pelukannya.


"Jangan khawatir,Kaka akan kesini untuk menjemput calon istri ku ini"ucap Aksa yang berulang kali menciumi pucuk kepala Anin.


Mendengar ucapan Aksa,Anin memberanikan diri untuk mendongak melihat wajah tampan Aksa.


"Kak,apa aku boleh egois,untuk kali ini saja"ucap Anin yang masih menatap wajah Aksa.


"Apa yang kau inginkan?"tanya Aksa.


"Aku..."Anin menundukkan pandangan ny. "Aku mau kaka tinggal di sini walaupun kita sudah menikah nanti"ucap nya lagi.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak ingin ikut dengan ku ke kota A?"tanya Aksa menaikan dagu Anin menggunakan jari telunjuk nya,hingga mereka saling tatap.


"Bu...bukan begitu kak,aku belum mau berpisah dengan papa"ucap Anin lirih dan mempererat pelukan nya.


"sayang..."ucap Aksa melepas pelukan nya dan memegang kedua sisi pundak Anin,dia menatap dalam mata calon istri nya itu. "Dengarkan aku,kaka tidak akan pernah membatasi kamu,jika ingin bertemu dengan papa mu ataupun sahabat mu,jika perlu kita bawa papa tinggal bersama kita"ucap Aksa.


Mendengar ucapan Aksa,tak kuasa menahan air mata nya yang sudah membasahi pipi mulusnya.


Dengan masih terisak di peluk nya erat tubuh Aksa "Terima kasih kak"ucap Anin.


"Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk membahagiakan mu sayang,apapun itu akan Kaka lakukan hanya demi kamu"ucap Aksa.


"ckck... mengganggu saja"ucap Aksa berdecak kesal.


"Kaka.."ucap Anin menunduk.


"Anin istirahatlah,ada yang ingin Kaka bicarakan dengan Aksa"ucap Robert.


"Ya kak"ucap Anin.

__ADS_1


"Kak Aksa,aku ke kamar dulu ya?"pamit Anin.


Aksa hanya menganggukkan kepala nya,menandakan bahwa dia menyetujuinya.


Melihat Anin sudah menghilang di balik pintu kamar nya,Robert mengajak Aksa untuk mengobrol sebentar di ruangan keluarga.


"Apa yang ingin kamu bicarakan Bert?"tanya Aksa setelah menjatuhkan bokong nya dengan nyaman.


"Huftttt..."Robert menghela nafas nya dengan pelan. "Sa,aku hanya ingin kamu menjaga Anin, seperti kami menjaga nya,aku dan keluarga mengharap penuh kebahagiaan Anin di tangan mu,jangan kau lukai hati nya,dia terlihat ceria di luar,tapi dia adalah gadis yang rapuh,dan lemah,dia tidak akan pernah menunjukan kesedihan nya di depan siapapun biar pun itu aku,mama ataupun papa dan mama nya sendiri,dia akan menutupi hati nya yang sedang rapuh,demi melihat kami supaya tidak khawatir"ucap Robert.


Aksa tak ada niat sedikit pun untuk menyela ucapan Robert,dia pun masih diam sampai Robert berhenti berbicara.


"Aku sudah berjanji padamu bukan?,bahwa aku akan membuat nya bahagia,tak akan ku biarkan dia untuk sekali pun menjatuhkan air mata nya,kecuali air mata bahagia,apapun akan aku lakukan demi dia,aku akan pasang badan untuk selalu menjadi perisai nya ketika ia terjatuh,jangan kuatirkan Anin,ijinkan aku untuk selalu membuatnya bahagia"ucap Aksa bersungguh-sungguh.


"Aku percaya padamu Sa,jika suatu saat kau sudah merasa tidak ada kecocokan dengan nya,tolong jangan sekalipun kau memukul nya atau menyakiti nya,kau bisa kembalikan dia dengan kami,kami akan dengan lapang dada menerima dia,bagaimana pun,kehidupan kita kedepan tidak ada yang tau"ucap Robert lagi.


"Aku janji,tidak ada sedikitpun untuk mengembalikan dia,apapun itu keadaan nya,aku hanya mau kau memberi kepercayaan kepadaku"ucap Aksa.


"Ya aku akan memberikan kepercayaan itu kalau untuk kebahagiaan Anin,baiklah ini sudah larut,sebaik nya kau istirahat"ucap Robert beranjak dari duduk nya tanpa menunggu respon Aksa.

__ADS_1


"Robert...?"panggil Aksa.


__ADS_2