
"Kamu orang paling jahat yang pernah aku kenal kak,sungguh!!"ucap Anin memukul dada bidang Aksa dan menangis sesenggukan.
"Ya aku memang jahat sayang,tolong,jangan pernah meninggalkan aku,dan mendiamkan aku,kau boleh memukul ku jika perlu kau bunuh aku,karna diam mu,sama saja membunuh ku perlahan"ucap Aksa.
"Bukan nya Kaka yang berniat meninggalkan ku?"ucap Anin mengerucutkan bibirnya dan masih menangis.
"Apa iya.. ya??"ucap Aksa berfikir setengah menggoda istri nya.
"Maafkan aku,selalu membuat mu salah paham,percaya padaku apapun yang terjadi,aku bukan lah laki-laki yang suka ganti-ganti pasangan,memang aku sempat berteman dengan wanita itu(Lauren),tapi aku tidak sekalipun pernah menyentuh nya,kami hanya sekedar berciuman pipi,itu pun karna dia yang mencuri nya"ucap Aksa.
"Tentang foto itu...!!"ucap Aksa terhenti karna jari telunjuk Anin berada tepat di bibir Aksa.
"Sttttt...tidak perlu menjelaskan,aku sudah mengetahui yang sebenar nya,aku percaya padamu mas?"ucap Anin lembut.
Satu kata speechless buat Aksa,karna mendengar panggilan mesra dari sang istri.
"Sayang,bisa panggil aku lagi"ucap Aksa memohon.
"Panggil apa?"ucap Anin menggoda.
"Tadi kata terakhir kamu yang manggil aku"ucap Aksa.
"Yang mana mas"ucap Anin lembut dan malu-malu.
__ADS_1
Dengan perasaan bahagia,Aksa Lantara Anin memanggil nya dengan sebutan mas.
"Sejak kapan?"tanya Aksa.
"Apa nya?"tanya balik Anin.
"Kamu mulai manggil dengan sebutan mas?"tanya Aksa penuh selidik.
"Sejak hari ini,dan detik ini juga mas"ucap Anin memeluk Aksa dengan erat karna malu.
Mereka melepas pelukan nya sesaat terhanyut dalam tatapan tersebut,hingga deheman membuyarkan pandangan yang terkunci tersebut.
"Ehem...aku kira,kamu ketiduran Sa"ucap Robert meledek.
"Ayo sayang kita kembali ke kamar kita lagi,kasian jomblo nanti jiwa nya meronta-ronta melihat kita"ajak Aksa yang membalas ledekan Robert.
Tanpa aba-aba,Aksa langsung saja membopong sang istri menuju kamar nya,melewati Robert begitu saja.
"Awas kalian,akan aku buktikan bahwa aku akan membuat kalian bungkam, besok"teriak Robert yang di abaikan oleh Aksa dan Anin.
Di dalam kamar,Aksa menurunkan pelan istri nya untuk berbaring di atas ranjang.
"Mas,kamu itu apa-apaan sih,buat aku malu aja di depan kak Robert"ucap Anin mengerucut kan bibir nya.
__ADS_1
'cup'
Satu kecupan membuat Anin membelalakkan mata nya.
"massss!!"rengek Anin manja,membuat Aksa gemas.
"Sayang,ada yang ingin mas bicarakan bisa?"tanya Aksa.
"Serius banget si mas?"tanya Anin merasa sedikit was-was. "Ada apa,apa kamu ada masalah?"tanya nya lagi.
Aksa merasa bingung,ingin ngomong dari mana, bahwasanya dia tidak tega meninggalkan Anin sendirian di sini,biarpun Robert pasti akan menjaga nya.
"Mas?"panggil Anin lagi yang melihat suami nya tak kunjung berbicara.
"Besok mas,harus terbang ke kota A,tapi mas nggak bisa ninggalin kamu di sini sayang?"ucap nya lembut.
"Apa ada yang serius terjadi di sana?"tanya Anin.
"Ya,perusahaan cabang membutuhkan aku sayang, Ronald sudah menghubungi ku,karna investor yang dari luar negri ingin langsung bertemu dengan ku,kalau tidak,investor itu akan membatalkan kerja sama itu"ucap Aksa.
"Berangkat lah mas"perintah Anin...
"Apa??"ucap Aksa terkejut.
__ADS_1