
"Apa ini Tante?"tanya Dewi menerima dengan ragu..
"Ini adalah kalung dari mendiang nenek Robert,ini kalung turun temurun Dew,dulu Nenek Robert memberikan ini ketika Tante menikah dengan papa Robert,dan Tante menjadi menantu keluarga Albino"ucap mama Fida.
"Tapi Tante.."ucap Dewi tergantung.
"Kamu pilihan Robert,Tante tau pilihan Robert adalah yang terbaik,Tante merestui hubungan kalian,segerakan lah niat baik kalian,karna lebih cepat lebih baik nak"ucap mama Fida.
"Akan kami diskusikan kembali Tante"ucap Dewi.
"Mama,mulai sekarang panggil mama,sama seperti Robert,dan sebentar lagi kamu akan menjadi anak mama"pinta mama Fida.
"Iya tan...mama"ucap Dewi gugup.
'tok..tok..tok..'
"Masuk"jawab mama Fida.
Pintu kamar terbuka masuklah Robert dengan senyuman lembut.
Setelah tepat berada di depan pacar nya merasa sedikit aneh,melihat sang kekasih terlihat sedih.
"Apa yang mama katakan pada Dewi"tanya Robert menyelidik.
__ADS_1
"Mama tak mengatakan apapun,hanya saja mama.."ucap mama Fida menggantung.
"Mama kelewatan,kalaupun mama tak merestui kami,setidak nya mama jangan menyakiti hati nya"ucap Robert sedikit meninggi.
"Kak!!,jaga bicaramu,bagaimana pun beliau adalah ibumu,ibu yang melahirkan mu"pungkas Dewi sedikit tegas.
"Tapi Dew,mama sudah..."ucap Robert.
"Mama hanya memberikan aku ini kak,mama tak menyakiti aku sedikitpun,percayalah"ucap Dewi.
"Tapi mama,mama?"ucap Robert membeo.
"Iya mama,memang ada apa kak?"tanya Dewi yang pura-pura tidak tau.
"Dew apa berarti mama merestui kita"ucap Robert melihat ke arah mama nya.
"Oh mama....?"ucap Robert merentangkan tangan nya,tapi alhasil malah mendapatkan jeweran yang cukup kuat dari mama Fida.
"Aduh..duh..auww...mama sakit,aduh tolong lepasin ma"teriak kesakitan Robert.
"Berani-beraninya kamu bicara keras sama mama,mau mama masukin lagi ke perut"ucap mama Fida yang masih enggan melepas jeweran nya.
"Dew,tolongin aku,ini sakit banget"rengek Robert yang masih memegang telingan nya.
__ADS_1
Dewi bukan nya membantu,malah tertawa melihat Robert kesakitan.
"Ma,ampun ma!!, Robert nggak akan ulangi lagi,janji!"ucap Robert,menunjukan dia jari menunjukkan tanda suer.
Saat itulah mama Fida melepaskan jeweran nya.
"Makanya lain kali di tanya dan di dengarkan penjelasan nya"ucap mama Fida.
"Bert,Besok pagi,adikmu kembali bersama suami nya,tolong jemput di bandara"ucap mama Fida pergi meninggalkan Robert sendiri yang masih mengusap-usap telingan nya,yang masih terasa kebas.
"Kenapa aku serasa anak tiri sih"ucap Robert mengikuti kedua wanita yang di cintai nya.
"Kenapa Aksa kembali ma?"tanya Robert.
"Dia hanya ingin mengantarkan istri nya,setelah nya dia kembali lagi"ucap mama Fida.
"Bagaimana bisa begitu,mereka mau LDR?"tanya Robert terkejut.
"Mau bagaimana lagi,Anin harus menyelesaikan kuliah nya yang tinggal beberapa bulan lagi"ucap mama Fida.
"Tapi Robert khawatir jika mereka berjauhan ma,apalagi masih ada mantan Aksa yang tergila-gila dengan Aksa itu"ucap Robert.
"Mungkin mereka sudah mendiskusikan tentang hal ini Bert,percayakan saja semua pada mereka,kamu hanya menjaga Anin ketika suami nya tak ada"ucap mama Fida.
__ADS_1
"Itu sudah pasti ma,karna sebelum Anin menikah juga aku yang selalu menjaga nya,dia itu tanggung jawab ku setelah om Frans"ucap Robert.
"Oh ya, ngomong-ngomong om kamu di mana Bert?,seperti nya mama tak melihat dari tadi siang"tanya mama Fida.