Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 20


__ADS_3

saat itu juga dia berlalu masuk ke sebuah kamar,dimana di sana ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi,ia pun yang sudah tak, tahan


1eBun melepas semua baju nya.


Anin yang meras di kira sudah terasa mendingan dia pun memakai jubah mandi dan melangkahkan kaki nya menuju kamar nya,tapi tubuh nya masih saja terasa panas,tanpa ia sadari ada seorang yang manatap Anin dengan penuh hasrat,karna sudah tertutup dengan nafsu yang menggebu,tanpa menunggu lama,akhir nya,Aksa lanngsung memeluk Anin penuh dengan gairah.


"akhk.."teriak anin.karna Anin merasa masih sadar.


tapi lain dengan Aksa yang tak perduli dengan berontak nya anin,.


."tolong tuan,jangan lakukan ini,aku mohon"ucap Anin yang gemetar ketakuta.


"ayolah sayang,jangan menolak ku"ucap Aksa yang ******* bibir merah cerry milik Anin dengan nafas yang memburu.


Anin terus berontak,hingga lamban laun,Anin mengikuti permainan Aksa,karna obat yang berada di tubuh nya masih bereaksi,


"ahkk"lolos suara ******* dari Anin yang kini tubuh nya di jelajahi oleh Aksa,hingga meninggalkan jejak di setiap inci tubuh Anin,hingga keduanya menyatukan inti tubuh nya,tak berapa lama akhirnya lolos lenguhan panjang dari kedua nya,bertanda berakhir nya penyatuan tersebut.


entah berapa kali mereka melakukan penyatuan,hingga pagi menyingsing,sinar matahari masuk lewat celah pentilasi,hingga membuat Anin merasa kan silau,dia mengerjapkan kan mata nya untuk menyesuaikan dengan cahaya,setelah mata terbuka lebar dia pun teringat kejadian semalam.


deg..deg..deg.


"apa yang terjadi dengan ku"gumam Andin memegangi kepala nya.


tiba saat dia tersadar bahwa tubuh nya yang polos,Anin melihat ke samping,ada orang yang dia kenal yaitu Aksa.

__ADS_1


"nggak..nggak..enggak mungkin..enggak mungkin!!"ucap Anin menggelengkan kepala nya yang tadi nya pelan berubah jadi isakan.


Aksa mendengar tangisan seorang pria dia pun bangun.


deg...


seketika jantung nya berhenti melihat wanita yang di kejar selama ini ada di atas ranjang yang sama dengan keadaan yang polos.


"Anin,aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu,maafkan aku Anin"ucap Aksa yang duduk langsung memeluk Anin lalu mengecup kepala ya.


Anin pun terisak dan mencoba untuk berdiri,tapi naas nya,di inti tubuh nya terasa amat perih,Aksa mencoba meraih tangan Anin,tapi dengan tatapan tajam dan air mata yang masih mengalir dengan deras,di berucap.


"jangan pernah sentuh aku,aku jijik padamu Aksa,aku membencimu"teriak Anin.


di luar kamar Robert yang khawatir dengan sang adik,terus mengetuk pintu kamar Anin,hinnga keluar lah Anin dengan keadaan acak-acakan dan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi,tatapan nya pun kosong,seperti tak nyawa di tatapan mata nya.


tapi tak ada respon dari Ani,hanya tangis yang kian deras hingga tubuh Anin bergetar hebat.


tak lama kemudian keluarlah Aksa dari kamar Aksa tak kalah acak-acakan keadaan Aksa,Robert menatap Aksa dengan tajam,Robert pun melepas kan pelukan Anin yang sebelum nya telah berpelukan untuk menenangkan sang adik.


"brengsek,apa yang kamu lakuka pada adik Aksa!!"teriak Robert menggem seluruh lorong hotel di mana mereka berada,tak lama kemudian semua orang mengumpul yang berpenghuni di lantai itu..


"maafkan aku tuan Robert,ak.."ucap Aksa terputus dengan bogem mentah yang di layang kan oleh Robert


bug....satu pukulan keras mengenai wajah tampan Aksa hingga memar.

__ADS_1


"aku percayakan adik ku pada mu bukan berarti kau merusak nya Aksa,kamu bajingan,brengsek"ucap Robert terus memukuli Aksa,tapi tidak sedikit pun Aksa membalas,karna dia pun merasa bersalah,walaupun bukan mutlak salah nya,melainkan karna dia di jebak.


"mohon tuan berhenti,anda bisa membunuh nya"ucap aisten pribadi Robert.


"ya,aku memang ingin membunuh nya,setidak nya biar dia mati,dia sudah merusak masa depan adik ku"ucap Robert memeluk Anin yang benar-benar kelihatan terpuruk.


dalam dekapan Robert Anin tak sadarkan diri.


"Anin,bangun sayang,Anin..!!"ucap Robert panik


Aksa pun mendekati Robert yang masih mendekap Anin..


"jangan sekali pun kamu menyentuh nya,jika saja Anin kenapa-napa,akan aku tuntut kamu Aksa,aku tidak perduli kamu siapa"teriak Robert.


"mari tuan,bawa nona Anin kerumah sakit"ucap asisten Robert.


saat itu juga Robert membopong tubuh Anin ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh asisten pribadi nya.


"tuan ijinkan aku ikut dengan kalian"ucap Aksa.


karna tak ada waktu untuk berdebat,akhir nya Ronald yang mengizinkan.


hampir tiga puluh menit berlalu kini,mereka sampai di rumah terdekat,karna tak ada waktu buat kerumah sakit pribadi Robert.


"dokter..!!,dokter..,tolong adik saya dokter"ucap Robert...

__ADS_1


saat Aksa akan mendekat Robert langsung mencengkeram erat kerah baju yang di gunakan oleh Aksa.


belum sempat Robert bicara suara perempuan yang sangat ia kenal,saat itu juga Robert berbalik,dan saat itu juga mata nya terbelalak melihat siapa wanita itu...


__ADS_2