
"kalian tadi kesini naik apa?"tanya Robert.
"Aku sama Dewi naik taksi kak,kalau Gilang bawa mobil sendiri?"jawab Mayang.
"kenapa kalian tidak nebeng Gilang tadi?tanya Robert.
"Tadi aku dari tempat nya temen aku,sedang kan Dewi beda jalur"ucap Mayang.
"Terus sekarang gimana?,ini sudah malam"tanya Robert.
"Biar aku naik taksi aja kak,kalau Mayang biar bareng sama Gilang,kan mereka searah"ucap Dewi buka suara.
"Kalau Dewi satu arah sama kita kak,Kaka antar Dewi ya,tadi aku bawa mobil sendiri,biar aku pulang bareng kak Aksa"ucap Anin.
"Eh..nggak usah kak,biar aku naik taksi aja,lagian Deket kok dari sini?"tolak Dewi.
"Deket dari mana?rumah kita satu arah,hanya beda satu belokan saja"ucap Anin memotong ucapan Dewi.
"Sudah,ayo Kaka antar"ucap Robert berjalan terlebih dulu.
Dewi tetep diam tak ada reaksi untuk mengikuti Robert.
"Ayo Dew,kamu mau nunggu apa lagi?"tanya Robert.
"Tapi kak..?"ucap Dewi terpotong akan tarikan tangan Robert yang sudah tidak sabar dengan penolakan-penolakan yang di ajukan oleh Dewi.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kita pulang,Gilang kamu hati-hati bawa anak gadis orang"pesan Anin.
"Memang apa yang ingin aku lakukan dengan gadis bar-bar ini"ucap Gilang melirik Mayang.
"Apa maksud kamu gadis bar-bar?"tanya Mayang kesal.
"Sudah-sudah,ayo pulang ini sudah malam,Gilang antar Mayang pulang tidak baik anak gadis malam-malam masih di luar rumah"pesan Aksa.
"Iya kak"ucap Gilang.
"Lalu begitu saya duluan"ucap Aksa menggandeng tangan Anin dan berlalu meninggalkan para jomblo itu.
Sesampai nya di mobil,Aksa memasangkan seat belt nya.
"Ap..apa yang ingin Kaka lakukan?, jangan-jangan Kaka..."tanya Anin mundur,melihat Aksa mendekat.
"Auw...sakit tau kak"ucap Anin cemberut.
"Makanya otak nya jangan berfikir yang tidak-tidak,atau....kamu mau kaka melakukan nya?"goda Aksa.
"Kaka....!"teriak Anin dan memukul dada bidang Aksa.
"Baiklah,ayo kita pulang"ucap Aksa yang sudah kembali ke tempat duduk nya dan bersiap melajukan mobil nya.
"Bener nih gak mau kaka melakukan..."ucap Aksa menahan gelak tawa nya.
__ADS_1
"Kaka...stop!!,kalau masih mau menggoda ku,sekarang juga aku turun"ucap Anin mengancam.
"Berani turun,Kaka bawa kamu kabur Nin?"ucap Aksa melajukan mobil nya.
"Kamu ini,suka sekali mengancam ku kak"ucap Anin mengerucutkan bibirnya.
"Jangan manyun gitu,apa mau aku menciumi?"tanya Aksa
"Kaka mesum banget sih"ucap Anin kesal.
Dia memalingkan wajah nya menatap keluar jendela,melihat pekat nya malam yang di hiasi dengan lampu jalan yang remang-remang,yang memang menandakan malam yang kian tambah larut.
Setelah beberapa saat mereka sampai di kediaman Albino.
Anin mengernyitkan keningnya,melihat Aksa ikut masuk kedalam rumah mama nya.
"Kak,kenapa Kaka ikut masuk?"tanya Anin.
"Aku ingin tidur bersamamu"bisik Aksa menggoda Anin.
Melihat wajah panik Anin,Aksa mencoba menahan tawa nya.
"Kaka memang menginap di sini sayang,Mungkin besok Kaka akan kembali ke kota A lagi,karna pekerjaan Kaka yang tak bisa di tinggalkan lama-lama"ucap Aksa.
Anin menoleh,menelisik wajah Aksa,menunjukan kesungguhan dengan ucapan Aksa. Melihat itu wajah Anin terlihat kecewa.
__ADS_1
"Kenapa?"tanya Aksa.