
"Ti..tidak,bukan itu maksud ku kak,apa tak ada penyesalan di kemudian hari,aku orang yang keras kepala,suka marah-marah dan lain sebagai nya.
"Jika kau keras kepala,maka aku yang akan membuat mu lunak,dan jika kau suka marah-marah,aku yang akan membuat mu lemah lembut,apapun yang ada pada dirimu itu adalah anugrah Tuhan yang di berikan kepadaku"ucapan Robert membuat Dewi berkaca-kaca.
Karna tak ada jawaban apapun dari Dewi,Robert menoleh dan mendapati Dewi berkaca-kaca.
"Hei..kenapa kamu menangis,apa ada kata-kata ku yang menyakitimu?"Tanya Robert,menggenggam tangan Dewi.
Dewi menggeleng pelan,jatuh sudah air mata yang di tahan nya sejak tadi.
Robert memarkirkan mobil nya di depan rumah nya,tanpa di sadari Dewi mereka telah sampai.
"Kak..?"panggil Dewi.
"Iya,ini rumah mama Kaka,karna Kaka di sini hanya menumpang hehehe"ucap Robert yang di akhiri kekehan.
"Jangan menangis lagi,karna air mata mu berharga bagi ku,aku harap ketika air mata ini jatuh karna kebahagiaan yang tercipta dari hubungan kita"ucap Robert mengecup kening Dewi dengan lembut.
"Terima kasih kak"ucap Dewi setelah Robert mencium nya.
"Ya sudah ayo turun"ajak Robert.
"Selamat sore tuan"sapa kepala pelayan.
"Selamat sore pak,mama ada di dalam pak?"tanya Robert.
__ADS_1
"Ada tuan,baru saja nyonya kembali dari luar"ucap pak Mamang.
"Baiklah,kalau begitu saya masuk dulu pak"pamit Robert sopan.
"Baik tuan muda"ucap pak Mamang.
"Ayo Dew masuk dulu"ajak Robert yang di angguk i oleh Dewi.
"Kamu tunggu di sini sebentar,aku akan panggilkan mama dulu"ucap Robert yang hendak menaiki tangga melihat mama nya ada di ujung tangga.
"Mama!"panggil Robert.
"Baru pulang kerja?"tanya mama Fida.
"Iya ma,ada yang ingin aku kenalkan sama mama"ucap Robert berbisik.
"Siapa?"tanya mama Fida singkat.
"Ada deh,ayo ikut Robert"ajak Robert menggandeng tangan mama nya.
Dari tempat nya mereka berdua berjalan,mama Fida melihat punggung seorang gadis,yang bahkan tidak asing buat Fida.
"Kayak nya mama Kemala dari posturnya"ucap mama Fida.
"Masak sih,aku belum ngenalin loh"ucap Robert penasaran.
__ADS_1
"Mama yakin kalau mama nggak salah ngenalin orang"ucap mama Fida. Belum sempat Robert menyangkal mama Fida memanggil nama gadis itu.
"Dewi!!"panggil mama Fida.
yang merasa nama nya di panggil pun menoleh ke sumber suara. Saat menoleh mendapati Tante Sari sahabat nya sudah berdiri di depan,Dewi pun terasa gugup.
"Tante!!"ucap Dewi berdiri menghampiri mama Fida dan menyalami.
"Apa kabar Tante"tanya Dewi.
"alhamdulilah sehat nak,kabar kamu bagaimana?"tanya mama Fida balik.
"Dew,kamu kenapa mama ku?"tanya Robert penasaran.
"Alhamdulillah aku baik Tante"ucap Dewi lalu menjawab Robert."Aku sudah mengenal Tante sejak aku dan Anin kuliah,aku juga sering main ke sini"ucap Dewi.
"Oh...astaga,bagaimana aku tak tau"ucap Robert.
"Setiap aku kesini,Kaka selalu masih di kantor"ucap Dewi.
"Ngomong-ngomong,apa Dewi ini yang mau kamu kenalin ke mama?"tanya mama Fida.
"Iya ma,aku kira mama belum kenal dengan Dewi,malah aku ternyata yang telat informasi"ucap Robert.
"Sebenar nya ada yang mau aku bicarakan sama mama"ucap Robert.
__ADS_1