Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 54


__ADS_3

"Kak..."ucap Anin terpotong ketika mendengar suara perempuan memanggil.


"Aksa...?"panggil perempuan itu


Aksa dan Anin menoleh bersama ke sumber suara feminim tersebut.


"Lauren apa yang kamu lakukan di sini?"tanya Aksa terkejut.


Sedangkan kan Lauren menatap tak suka pada Anin.


"Siapa dia Sa?"tanya Lauren dengan senyum mengejek.


"Jangan mengalihkan pembicaraan,ada tujuan apa kamu di kota ini?"tanya Aksa dingin dan menatap tajam Lauren.


"Kak,aku duluan,selesaikan masalah kalian,aku permisi"ucap Anin sembari menganggukkan kepala nya sopan dan berlalu pergi.


"Anin,tunggu Kaka...."panggil Aksa.


"Aksa,kamu mau kemana?"tanya Lauren yang ikut memanggil Aksa.


Anin melirik Lauren,lalu melihat ke arah Aksa.

__ADS_1


"Ada apa?"tanya Anin.


"kita kan mau sholat ke musholah bareng,kenapa ninggalin aku?"tanya Aksa.


"kalau aku nunggu kamu,pasti sholat nya ketinggalan"ucap Anin cemberut.


"Ya sudah ayo?"ajak Aksa.


Tanpa menghiraukan teriakan Lauren,Aksa meninggalkan perempuan cabe-cabean itu,dan menghilang di belokan lorong rumah sakit.


"Sial,tak akan ku biarkan kau bersama wanita lain Sa,kau hanyalah milik ku"gumam Lauren mengepalkan tangan nya dengan erat.


Pukul 5:20 wib,Anin dan Aksa kembali ke kamar sang papa,saat di tengah lorong yang mulai sedikit berisik,karna pasien dan para penunggu nya,sudah bangun.


"Aksa,aku sudah jauh-jauh loh datang kesini buat nyamperin kamu"ucap Lauren terlihat manja,tapi membuat Aksa jijik.


"Ckck...sudah berapa kali aku harus bilang sama kamu Lau,jangan ganggu kehidupan aku,hubungan kita sudah berakhir,saat kau lebih memilih pergi dari ku beberapa tahun yang lalu"ucap Aksa menatap tajam.


"Sa,aku tau..!!!,aku salah,aku minta maaf Sa,ayo kita perbaiki semua nya"ucap Lauren tanpa rasa malu sedikit pun.


Anin beringsut pergi,tapi ketika diam-diam ingin mundur,tangan nya di genggam Aksa dengan erat,dia pun mencoba melepas kan tangan nya.

__ADS_1


"Kak tolong!!,tolong lepaskan tangan ku,selesaikan masalah kalian,aku tidak ingin terlibat dalam masalah kalian"ucap Anin memohon.


"Anin,jangan pernah menghindar dari masalah ku,tetap lah berdiri di samping ku,apapun yang terjadi, percayalah!!!"ucap Aksa meyakinkan Anin.


"kak..."ucap Anin,merasa hati nya tak menentu.


"apapun masalah kalian,aku tidak ingin ikut campur"ucap Anin menghempaskan tangan Aksa dengan keras.


Anin berjalan menjauh dari Aksa,dalam keadaan menangis.


"Buat apa dia menikahi ku,jika dia belum menyelesaikan masa lalu nya,jika kau membuat ku kecewa,kamu berhasil kak,sungguh!!"gumam Anin menangis di depan ruangan papa nya,


Setelah bisa menguasai diri nya,Anin pun mencoba menarik nafas lalu membuang nya dengan kasay hingga beberapa kali hingga tenang,setelah itu dia membuka pintu ruangan di mana papa nya di rawat,dan ternyata papa Frans sudah bangun.


"Assalamualaikum pa,selamat pagi"sapa Anin dengan senyum ceria dan menghampiri sang papa mencium punggung tangan nya dengan khidmat.


"Wa'alaikum salam pagi juga sayang"jawab papa Frans menerima uluran tangan anak nya dan mengelus pucuk kepala Anin dengan penuh kasih sayang.


Papa Frans seperti mencari-cari sesuatu.


"Di mana suami mu?,kenapa dia tidak bersamamu?"tanya papa Frans.

__ADS_1


"Emm....anu itu,kak Aksa masih di belakang,sedang ada urusan pa"ucap Anin meyakinkan papa nya.


"Kamu sedang tidak menyembunyikan apapun dari papa kan?"tanya papa Frans curiga.


__ADS_2