
"Maksudmu?tanya Farel.
"*dia akan pergi keluar negri bersama sahabat laki-laki itu"ucap Aksa.
"Apa?"jawab mereka bersama dan terkejut.
"Hai semuanya,selamat ulang tahun ya Tom?"ucap Lauren memberikan kado nya.
"Terima kasih Lau,kau sudah hadir saja aku sudah senang,kenapa kamu repot-repot segala bawa kado"ucap Tomi.
"Ah,jangan sungkan bukan kah aku teman mu"ucap Lauren.
"Sayang kamu sudah datang,kenapa tidak datang bersama ku?"tanya Lauren kecewa.
"Aku dari kantor langsung datang kesini,karna ada yang aku bahas dengan Azam dan Tomi"ucap nya datar.
"Sudah lah,kalian lanjut mengobrol,kami akan menemui rekan kerja yang lain nya"ucap Tomi menarik Azam dan farel,supaya Lauren dan Aksa menyelesaikan masalah nya.
Tak ada percakapan di antara mereka setelah kepergian sahabat nya.
"Apakah kamu masih marah Sa?"tanya Lauren.
"Minuman nya nona tuan"ucap pelayan.
"terima kasih,aku sudah punya"ucap aksa.
__ADS_1
"Ayolah Sa,minum dulu,lagian minuman kamu kan sudah mau habis"ucap Lauren membujuk.
"Baiklah"ucap Aksa menaruh gelas nya dan mengambil gelas yang baru.
Setelah percakapan yang cukup serius, tiba-tiba Aksa merasakan pusing yang luar biasa.
"Ada apa Sa?"tanya Lauren.
"Kepala ku pusing sekali,aku akan pamit dulu pada yang lain"ucap Aksa yang mulai pusing.
"Sebaik nya aku antar kamu ke hotel keluarga mu saja,nanti sekalian aku pamit kan pada yang lain"ucap Lauren.
"Tidak terima kasih,aku di antar oleh sopir ku saja"tolak Aksa.
Tak ada pilihan lain,akhir nya mereka menuju hotel di mana letak nya tak jauh dari acara yang di adakan oleh Tomi.
'buhg'
Lauren menjatuhkan tubuh Aksa di kasur kamar hotel presidential suite room.
"jangan salah kan aku,jika aku pulang nanti kau akan tetap jadi milikku,dengan foto-foto kita berdua ini"ucap Lauren yang sudah mengambil gambar mereka berdua dalam keadaan di balik selimut*.
..."Flashback off"...
"Brengsek,terus aku harus gimana Bert?"tanya Aksa.
__ADS_1
"Kembalilah ke kamar,jelaskan semua nya pada Anin,sebelum perempuan ****** itu duluan yang memberi tahu Anin"ucap Robert.
"Baiklah,aku akan menjelaskan nya pada Anin,kalau begitu terima kasih Bert"ucap Aksa.
"Ya..ya,selesaikan masalahmu,baru kau berterima kasih kepada ku"ucap Robert.
Aksa meninggalkan ruang kerja Robert. saat dia hendak menaiki tangga, tiba-tiba ponsel milik nya berdering berteriak di ruangan yang tanpa penghuni itu.
Melihat id penelepon,Aksa mencoba mengabaikan,tapi lagi dan lagi telefon genggam nya itu meminta nya untuk menjawab.
"Ya halo,ada apa?"tanya Aksa datar.
"Aku tunggu kamu di kafe mawar,nanti jam 7 malam"ucap Lauren.
"Aku tidak bisa,aku ada acara sendiri dengan istriku"ucap Aksa berbohong.
"Aku tidak peduli,atau aku akan mengirimkan foto itu pada istrimu itu?"ucap Lauren.
"Lau,cukup kau mengancam ku,aku sudah tidak peduli lagi dengan foto itu"ucap Aksa tegas.
"Oh ya,bagaimana kalau istrimu itu meninggalkan mu saat itu juga,apa yang akan kau lakukan Aksa"tanya Lauren.
"Berhenti bicara Lau,aku sudah muak dengan tingkah mu itu,sebaik nya menjauh lah dariku,sebelum aku berbuat di luar batas kesabaran ku"ucap Aksa sudah mulai geram.
"Apakah kau yakin Aksa?"tanya Lauren.
__ADS_1