
"Kak??,aku lelah harus Gonta ganti terus,sekali ini tetep tidak cocok,sebaik nya kita batalkan saja pernikahan nya"ucap Anin menghentakkan kaki nya.
"Sayang..!!?"panggil Aksa..
Belum sempat menggapai Anin,pintu ruangan ganti di tutup oleh Anin,dia akan mencoba gaun yang terakhir yang di pilihkan Tante sasa,dan benar saja pilihan terakhir yang membuat Aksa mau tidak mau harus mengiyakan karna menurut nya itu juga masih melihatkan pundak Anin yang mulus sebagai bahan tontonan laki-laki lain,padahal dia menikah hanya akan di hadiri keluarga inti saja,tidak ada orang lain,kecuali pak penghulu dan para dokter.
"Apakah ini juga tidak pas untuk ku?"tanya Anin ketus sesaat setelah keluar dari ruang ganti.
"Ti..tidak sama sekali,kamu semakin cantik sayang"ucap Aksa gugup,melihat Anin semakin cantik.
Setelah perdebatan tentang kebaya kini Anin dan Aksa sedang menuju rumah sakit di mana mama dan papa nya sudah menunggu dengan yang lain nya.
Anin sudah di rias secantik mungkin,walaupun ini bukan pernikahan impian bagi Anin,tapi Aksa akan membuat nya tetap jadi princess di keluarga Abi Manyu.
"Kak,aku mau pernikahan kita jangan ada yang kecuali keluarga dekat saja ya?"onta Anin.
"Kenapa?"tanya Aksa heran. "Apa kamu malu menikah dengan ku?"tanya nya lagi dengan wajah sendu.
"Aku belum siap untuk memberi tahu semua nya kak,aku masih harus menyelesaikan kuliah ku dulu yang tinggal beberapa bulan lagi wisuda"ucap Anin menunduk.
"Baiklah,Kaka akan turuti permintaan mu"ucap Aksa.
Kini mereka telah sampai di pelataran parkir rumah sakit.tak sengaja mereka bareng dengan Robert.
"Kaka, Mama?"panggil Anin melihat Fida dan Robert tak jauh dari nya.
__ADS_1
"Anin,sayang"panggil kedua nya.
"Masya Allah sayang,kamu cantik banget"ucap mama Fida memuji Anin.
"Aksa kamu juga tak kalah tampan"ucap nya pada Aksa.
"Terima kasih ma"jawab kedua nya.
"Ayo kita masuk"ajak Fida menuntun putri nya itu.
"Ini.."ucap Robert memberikan kota beludru warna merah yang sengaja Robert pilihkan.
"Apa ini?"tanya Aksa heran.
"Masya Allah Bert,aku melupakan nya"ucap Aksa terkejut.
"Hmpp...yang penting tidak melupakan adik ku saja"ucap Robert meninggalkan Aksa.
"Hei...apa maksudmu?"tanya Aksa berlari menyamakan langkah Robert.
"Pikir saja apa maksudku"ucap nya cuek.
"Assalamualaikum"ucap mereka berempat bersama.
"Wa'alaikumsalam"tak kalah serempak nya mereka yang menjawab salam.
__ADS_1
"Kalian baru datang?"tanya papa Baskoro..
"Iya pa"jawab Aksa menyalimi kedua orang tua nya di ikuti Anin di belakang nya.
"Masya Allah,anak mama cantik sekali"ucap mama Stevani takjub dengan menantu nya yang cantik.
"Terima kasih ma"ucap Anin tersenyum.
"Gimana kabar nya jeng Fida?"tanya mama Stevani.
"Alhamdulillah sehat jeng,gak nyangka akan secepat ini mereka menikah"ucap mama Fida.
"Iya jeng,aku senang sekali waktu di kabari Aksa,bahwa dia akan menikah"ucap Stevani antusias.
"Ya jeng aku sempat terkejut,tapi akhir nya aku cukup bahagia dengan keputusan kedua anak-anak kita"ucap Fida.
Anin mendekati sang ayah yang sudah jauh lebih baik dari sebelum nya.
"Papa..?"panggil Anin langsung memeluk sang papa dengan menahan tangis sampai tubuh nya bergetar.
"Hei...kenapa putri papa yang cantik ini menangis,ini hari kebahagiaan kamu sayang,jangan bersedih,nanti anak ayah ini akan jelek, karena makeup nya luntur"ucap papa Frans menggoda sang anak,untuk menghilangkan kesedihan yang di rasakan anak nya.
"Maafkan Anin pa,Anin belum bisa membahagiakan papa"ucap Anin di sela pelukan papa nya.
"kamu sudah membuat papa bahagia, dengan kamu menikah dengan Aksa sayang,itu kebahagiaan yang tak ternilai buat papa"ucap papa mengelus punggung anak nya.
__ADS_1