Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 70


__ADS_3

"Bagaimana bisa sampai sini,dan bagaimana tau alamat kantor?"tanya Aksa merapikan rambut Anin di belakang telinga.


"Aku..."ucap Anin.


"Aku apa?"tanya Aksa.


"Aku membaca surat dari mu,dan tentang alamat,aku tanya kak Robert"ucap Anin.


"Bagaimana jika aku tidak di sini,dan kamu tak bertemu dengan Farel?"tanya nya lagi.


"Aku akan menunggumu di lobi kantormu mas,dan iya tadi aku sudah nanya sama resepsionis,tapi aku tidak boleh masuk,karna tak memiliki janji?"ucap Anin mengerucut.


"Benarkah begitu?,ya memang peraturan di kantor,jika ingin bertemu dengan ku harus memiliki janji,kecuali mama dan papa"ucap Aksa.


""Apa jika mau ketemu suami sendiri juga harus buat janji dulu?"tanya Anin.


"Hai...jangan manyun gitu dong,mereka kan belum tau kalau aku ini sudah menikah,jadi aku minta maaf,lain kali tidak akan terulang kembali"ucap Aksa tersenyum lembut.


,"Bagaimana dengan kuliah mu sayang?"tanya Aksa.


"Aku cuti kuliah satu bulan"ucap Anin enteng.


"Lantas,bagaimana skripsinya?"tanya Aksa.


"Ya di tunda,orang aku nyusulin mas ke sini?"ucap Anin.

__ADS_1


"Kamu serius sayang?"tanya Aksa menegak kan duduk nya. "Ayo duduk di sofa saja,biar lebih nyaman?,kamu pasti kan lelah"ucap nya lagi.


Mereka menuju sofa,Anin merebahkan tubuh nya ber bantalkan paha milik suami.


"Mas,apa masih marah sama aku"tanya Anin.


"Tak ada alasan untuk mas marah sama kamu,hanya saja aku sedikit egois"ucap Aksa.


"Kapan kamu akan pulang sayang?"tanya Aksa lagi.


"Apa suamiku mengusirku?"tanya balik Anin.


"Sayang,selesaikan kuliahmu,aku akan menjemputmu jika kuliahmu sudah selesai"ucap Aksa.


"Kenapa?"tanya Anin merasa heran. "Apa aku tidak boleh mengikuti suami ku?"tanya anin bangun dari rebahan nya menatap suami nya.


"Mas ihhh....ngeselin,aku pingin selalu sama kamu,aku nggak pingin jauh lagi sama kamu"ucap Anin manja.


"Kenapa sekarang jadi manja sekali sih,Hem?"ucap Aksa menarik Anin masuk kedalam pelukan nya.


"Mas,apa kita akan jauhan?"tanya Anin.


"Biarpun jauh,kamu tetap di hati mas sayang,hanya beberapa bulan saja,bukan?"tanya Aksa.


"Kalau aku merindukan mu bagaimana?"tanya Anin.

__ADS_1


"Kapanpun kamu merindukan mas,saat itu pun aku akan pulang menemui mu,bukan kah tidak jauh,kota A ke Toba T?"ucap Aksa seraya mengelus Surai hitam milik istri nya.


"humpp...."Anin menutup mulut nya dan berlari ke kamar mandi.


'Hoek....hoek...hoek..'


"Sayang ada apa dengan mu?"tanya Aksa panik.


"Mas...."ucap Anin menghilang dengan tubuh yang merosot ke lantai,belum sampai menyentuh dingin nya lantai,Aksa sudah menangkap nya dengan panik.


"Anin...sayang bangun,Nin. jangan buat aku panik sayang,ayo bangun!"ucap Aksa membopong tubuh istri ke ruang istirahat yang ada di dalam kantor nya.


'tut....


"Halo pak..."ucap farel belum selesai bicara,Aksa sudah lebih dulu berkata.


"telfon dokter Fitri ke kantor,cepat."ucap Aksa yang langsung mematikan telfon nya.


Farel yang kebingungan pun menelpon dokter,yang di perkirakan setengah jam akan sampai.


kini Farel sudah berada di ruangan Aksa.


"Sebenar nya ada apa Sa?,apa yang terjadi?"tanya Farel.


"Anin pingsan.dan sampai sekarang belum sadarkan diri,aku takut Anin kenapa-kenapa,tolong on suruh buatin teh hangat"ucap Aksa yang masih mengusap-usap kepala Anin.

__ADS_1


"uh...."lenguh Anin mulai mengerjapkan mata nya,dan melihat sang suami yang ada di dekat nya. "Mas,aku kenapa?"tanya Anin.


__ADS_2