Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 57


__ADS_3

"Pergilah Sa,aku akan mengirimkan foto ini pada istrimu itu bakalan 'bom' hubungan kalian akan hancur"ancam Lauren..


"Apa mau mu?"tanya Aksa..


"Hahaha...akhir nya kau menyerah,aku mau kau kembali pada ku Sa"ucap Lauren mendekati Aksa,membuat Aksa mundur.


"Jangan halu kamu Lau,aku sudah beristri...ber-is-tri"ucap Aksa menekankan kata beristri.


"Jadikan aku istri kedua mu Sa"ucap Laura dengan enteng nya.


"Jangan gila kamu,aku tidak akan menduakan istriku sedikit pun,ingat itu!!"ucap Aksa dengan lantang.


"Baiklah akan aku kirimkan foto kita berdua ini sekarang juga"ucap Lauren menggoyangkan handphone nya untuk mengancam Aksa.


Saat hendak memencet logo hijau di handphone Lauren,Aksa menghentikannya.


"Hentikan Lau,beri aku waktu untuk berfikir"pinta Aksa pasrah.


"Baiklah,jangan pernah menolak ku di manapun aku berada di sisi mu Sa"ucap Lauren.


"Tidak di hadapan istriku dan keluarga ku"saut Aksa.


"Terus,apa gunanya aku di samping mu"ucap Lauren.


"Iya atau tidak sama sekali?"tanya Aksa marah.

__ADS_1


"Aku tidak janji"ucap Aksa meninggalkan Lauren begitu saja.


"Aksa tunggu..!"panggil Lauren tak di hiraukan oleh Aksa,membuat Lauren menghentak kan kaki nya dengan kesal.


..."flashback off"...


Mobil beriringan memasuki rumah mewah keluarga Albino.


Saat sampai di ruang tamu,Anin mengantarkan papa nya untuk istirahat.


"Pa,ma,aku antar papa ke kamar sebentar"pamit Anin.


"Iya nak"jawab mama Stevani.


"Sa,aku ingin bicara dengan mu di ruangan kerja ku"ajak Robert yang di angguk i oleh Aksa.


Tanpa basa-basi lagi Robert menanyakan apa yang terjadi.


"Apa yang kamu sembunyikan dari ku?"tanya Robert dengan tenang.


Sejenak Aksa ragu menceritakan apa yang sedang terjadi,tapi kemudian ia menceritakan apa yang terjadi di rumah sakit,sehingga membuat nya tak bisa mengelak lagi dari Lauren.


"Apa yang harus aku lakukan Bert,aku berani bersumpah,tidak sekalipun aku tidur dengan nya,aku yakin dia menjebak ku"ucap Aksa meyakinkan bahwa dia tidak akan melakukan hal bodoh.


"Ya,aku tau itu,aku akan mencoba membantu mu,tapi aku minta jangan sampai Anin mengetahui semua nya, insyaallah sebelum perempuan itu memberi tau Anin,aku akan menemukan yang sebenar nya"ucap Robert menenangkan Aksa.

__ADS_1


"Terima kasih"ucap Aksa.


Mereka berdua melanjutkan dengan membahas tentang bisnis,sedang di ruangan keluarga mama dan papa Aksa sedang berbincang dengan mama Fida.


"Ma,di mana kak Aksa dan kak Robert?"tanya Anin setelah mengantar papa nya istirahat.


"Mereka ada di ruangan kerja,sedang ada keperluan"ucap mama Fida.


"Sebentar ya ma,aku ambilkan minum dulu"ucap Anin.


"Terima kasih nak"ucap papa Baskoro.


"sama-sama pa"ucap Anin dan berlalu ke dapur untuk menyiapkan kopi untuk,mertua,suami dan Kaka nya,sedang kan sang mama mertua dan mama Fida di siapkan dengan teh hijau,Anin menyiapkan roti yang sempat ia buat dengan mama Fida kemarin.


"Tara.....kopi nya sudah siap,silahkan di minum pa,ma"ucap Anin menurunkan satu persatu minuman di hadapan mereka semua.


"Anin,apakah kamu mau ikut Aksa ke kota A?"tanya mama Stevani.


"Aku...aku tidak tau ma"ucap Anin menunduk ragu.


"Dengarkan mama sayang,mama tau kamu marah dengan Aksa soal wanita tadi"ucap mama Stevani menghela nafas nya. "Mama harap kamu selalu dampingi Aksa di mana pun dia berada,mama tidak mau kamu dak Aksa berpisah karna wanita itu"ucap mama lagi.


"Tapi ma,kak Aksa mencintai wanita itu,aku nggak mau terlalu jauh untuk sakit hati ma,aku cukup sakit saat kak Aksa memaksa ku untuk berhubungan"ucap Anin yang sudah mengalir air mata nya dengan deras.


"Sayang,maafkan kesalahan Aksa"ucap Mama Stevani merangkul menantu kesayangan nya itu dengan kasih sayang.

__ADS_1


"Ma,jangan paksakan Anin,aku yang salah di sini"ucap Aksa manatap Anin yang masih dingin dengan nya.


"Kalian sudah selesai"tanya mama Fida menoleh keasal suara yang menimpali omongan mama Stevani.


__ADS_2