Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 18


__ADS_3

"lantas kamu sekarang dimana?"tanya Gama


"aku lagi di Lombok,nemenin Kaka aku nyari jodoh hahaha"ucap Anin sembari menggoda sang Kaka.


"memang ada yang mau sama kak Robert?"tanya Gama.


Robert hanya geleng-geleng kepala melihat Anin dan Gama telfonan pasti dia akan sering kena kejahilan mereka.lain dengan Gian yang semakin gak nyaman dengan Anin yang selalu tertawa dengan laki-laki lain,Robert yang tau raut wajah Gian menahan cemburu akhir nya dia mengajak bicara


"tuan Gian apa ada tujuan lain setelah makan malam?"tanya Robert.


"tidak ada,lantas anda akan kemana tuan?"Gian balik tanya.


"mungkin saja kami akan kembali ke hotel"ucap Robert


"em...tuan,bolehkah saya membawa ponakan anda untuk jalan-jalan"tanya Gian ragu


"silahkan tuan,yang penting jangan di tinggal aja"ucap Robert


"tenang saja tuan,pasti akan saya jaga dengan baik sampai kembali ke hotel"ucap Gian lega.


Anin yang masih asik bertelepon dengan Gama,kini mereka beralih Vidio call.


"tumben banget kamu dandan Nin?"tanya Gama,"kamu tambah cantik kalau gitu"ucap nya lagi


mendengar pujian laki-laki lain pada Anin entah kenapa hati nya merasa tak karuan,dia pun melihat wajah tampan dari teman Anin yang sedang vidio call.


"memang kamu baru sadar kalau aku cantik"ucap Anin cemberut.


"hai..kenapa cemberut,kamu itu selalu cantik biarpun tidak pake makeup"ucap Gama.


"ah..kamu suka sekali menggombal"ucap Anin,ya sudah dulu ya aku matiin,soal nya sudah sampai nih"ucap Anin.


"eh.tunggu..tunggu,siapa orang yang ada di samping kamu,seperti nya itu bukan kak robert"?"tanya Gama penasaran


"oh itu rekan bisnis kak Robert"ucap Anin sembarangan,membuat hati Gian mencoles.


"coba aku mau lihat,aku gak percaya kalau itu temen kak Robert,jangan..jangan,itu pacar kamu ya?"tanya Gama kecewa.


"eh,bukan..bukan,beneran itu rekan kak Robert. kalau kamu gak percaya tanya aja sama tuan Gian"ucap Anin membuat Gian menoleh


"please tuan,bilang ke dia,kalau anda itu bukan pacar saya"ucap Anin lirih.


"****,kenapa aku gak terima ketika meminta aku supaya menjelaskan pada teman nya"ucap Gian dalam hati.

__ADS_1


"apa untung nya buat saya nona?ucap Gian berbisik


"ah..anu..itu,tuan mau nya apa?"tanya Anin


"aku ingin kamu jadi pacar saya"ucap Gian berbisik


"jangan bercanda ya tuan!!teriak Anin.


"Anin kenapa harus teriak-teriak"ucap Robert.


"maaf kak"ucap Anin, "ah sudah lah mendingan aku jomblo dari pada pacaran sama om om"cicit Indri pelan.


"Gama,sudah dulu ya bye..."ucap Anin mematikan telfon nya sebelah.


"sudah dex ayo turun,kita sudah sampai"ucap Robert.


"ok kak"ucap Anin semangat empat lima.


Robert sudah keluar lebih dulu karna menerima telfon dari sang asisten,tertinggal ah Anin dan Aksa,saat Anin memegang handle pintu mobil,saat itu juga Aksa mencekal pergelangan tangan Anin.


"tuan,bisa kondisikan tangan anda,jangan bersikap kurang ajar atau saya akan teriak"ucap Anin menatap tajam Aksa,dan menurut Aksa itu sikap menggemaskan Anin,yang tambah membuat dia semakin menggoda nya,dengan cara mendekat seperti ingin mencium nya.


"coba saja kamu teriak,supaya kita cepat di nikahkan"bisik Aksa meniup pelan telinga Anin,membuat Anin gamang dengan sikap Aksa yang tiba-tiba begitu intim menurut nya.


setelah Aksa keluar lebih dulu,baru lah Anin sadar bahwa dia sedang di goda dengan om om ganjen menurut nya.


Andre yang melihat sang adik cemberut pun mengerutkan kening nya.


"kenapa manyun begitu?,kan jadi gak cantik lagi"ucap Robert memeluk bahu sang adik,


interaksi tersebut tak luput dari sepasang mata yang sejak tadi merasa ada hati tak nyaman,walaupun dia tau itu hanya sekedar pelukan sang Kaka pada sang adik.


"ish...kenapa harus pelukan,mau sampai kapan kalian bermesraan terus?,saya keburu lapar tuan"ucap Aksa ketus.


sedang kan Robert dan Anin tersentak kaget mendengar ucapan sang raja bisnis tersebut.


"apakah dia sedang cemburu?"tanya Robert pada Anin.


"cemburu dengan siapa?lagian biarin aja"ucap Anin acuh.


"mungkin dia sedang ada masalah dengan hati nya,ya sudah ayo kita masuk"ajak Robert.


mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan,semua mata tertuju dengan kedua nya,dan yang tak mengenal Robert pasti mengira bahwa Anin adalah kekasih nya.

__ADS_1


"tuan Robert..!!"seru salah satu rwkn bisnis nya yang kebetulan ingin keluar karna sudah selesai makan


"tuan Amora"jawab Robert saling berjabat tangan,


Aksa yang mendengar percakapan Robert dengan rekan bisnis nya pun berhenti sejenak.


"apakah ini pasangan anda?"tanya tuan Amora.


"ah..anda bisa saja..."ucapan Robert terhenti ketika melihat Aksa mendekat.


"belum sempat bicara Aksa dan Anin tercengang dengan penuturan sang Kaka.


"ini adalah adik saya,dia sudah punya pasangan,dan ini pasangan adik saya tuan Aksa dari kota M"ucap Robert.


deg....


jantung kedua nya seolah berhenti berdetak saat itu juga.


"ya saya mengenal tuan Gian Aksa Abimanyu,pewaris tunggal keluarga Abimanyu,dan pengusaha termuda di kota M,bukan begitu tuan Aksa?"tny tuan Amora.


"tidak tuan,Anda terlalu berlebihan,saya juga masih mencoba menjadi yang terbaik buat para keryawan saya,tanpa mereka saya tidak ada apa-apa nya"ucap Aksa merendah.


"apakah ini om om ganjen,kenapa dia terlihat tampan dan berwibawa"batin Anin yang masih menatap laki-laki tampan yang sedang berbicara.


merasa di tatap di sekedar tersenyum tipis,setelah perbincangan basa basi tersebut,kini mereka menuju meja yang sudah di reservasi oleh asisten Robert.


"kenapa mulai jatuh hati"bisik Aksa sembari berjalan mendahului Anin.


Anin yang tertangkap basah sedang mengagumi laki-laki tampan itu merasa gugup.


"ish...siapa juga yang jatuh hati sama om ganjen"ucap Anin kesal,yang masih di dengar oleh Aksa


"dek kamu mau pesan apa?"tanya Robert


"aku samaan aja sama Kaka"jawab Anin yang masih kesal.


"tuan Aksa,silahkan mau pesan apa?"tanya Robert lagi.


"di samakan saja tuan"ucap Aksa ramah.


"tuan Aksa maaf tadi kalau ucapan saya dengan tuan Amora membuat anda terbebani"ucap Robert meminta maaf.


"ah...tidak apa-apa tuan,mungkin anda punya alsan lain"ucap Aksa sesekali melirik Anin yang tak menghiraukan dia sama sekali,

__ADS_1


"ya karna aku tau kemu pasti akan cemburu bila aku mengiyakan tuan Amora"ucap Robert dalam hati.


hai-hai maaf lama tidak up,ayo jangan lupa like komen dan vote,Oya jangan lupa mampir di novel halu author yang lain terima kasih


__ADS_2