
#panggilan azam#
"Tidak apa-apa pak,kami ikhlas untuk saling berbagi,anggap saja itu rezeki dari Allah lewat perantara dari kami"ucap Anin.
"Alhamdulillah ya Allah,terima kasih banyak,semoga kandungan nya sehat,lancar sampai lahiran nona"pesan pak Tejo.
Setelah berbasa-basi cukup lama,akhir nya mereka berdua kembali ke mobil dengan menenteng es Doger yang tadi di bungkus.
"Ayo sayang masuk"ucap Aksa membuka pintu mobil nya.
"Terima kasih mas"ucap Anin setelah Duduk.
Aksa pun memutari mobil dan duduk di samping sang istri,setelah pintu mobil tertutup,Anin menyerahkan es Doger pada pak Yanto satu cup gelas bersama sendok nya.
"Pak,jalan nya nanti dulu,ini di minum es Doger nya,biar adem"perintah Anin.
"Tapi non"ucap pak Yanto di potong Aksa.
"Sudah pak nggak apa-apa,lagian istri saya masih mau makan juga,jadi kita habis kan dulu,nanti kalau kelamaan nggak dingin lagi"ucap Aksa.
"Baik tuan,terima kasih nona"ucap pak Yanto.
"Sama-sama pak"ucap Anin yang sedang menikmati es Doger nya.
"Mau mas?"tanya Anin.
__ADS_1
"Siapin ya?"pinta Aksa.
"oh..dasar manja"ucap Anin tersenyum dan menyuapi sang suami.
Aksa memegang perut rata Anin.
"Aku bahagia sekali sayang,untuk hari ini,dia mengajak kita untuk berbagi pada sesama"ucap Aksa yang masih mengelus-elus perut Anin.
"Iya mas,aku juga seneng,di hari bahagia kita,kita bisa membagi kebahagiaan kita pada orang lain,semoga kelak akan menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah,aamiin"ucap Anin di akhiri dengan aamiin.
"Aamiin,semoga saja sayang"ucap Aksa menimpali.
Melihat pak Yanto sudah selesai,Anin un menyudahi makan es Doger nya.
"Sudah pak?"tanya Aksa.
"Bagaimana sayang,mau langsung pulang atau bagaimana?"tanya Aksa.
"Kita pulang saja mas,aku mau berkemas,besok sudah harus kembali ke kota T"ucap Anin.
Mendengar ucapan Anin,raut wajah Aksa pun berubah jadi muram.
Anin tersenyum dan menggenggam tangan Aksa dengan lembut.
"Jangan sedih gitu,hanya sampai tiga sampai empat bulan,kita LDR an nya,jaga hatimu buat kami dad,momy mau nyelesaiin belajar, setelah itu kita kumpul lagi"ucap Anin menirukan bahasa anak kecil.
__ADS_1
"Ya, Dady akan menunggu kalian sayang,jaga momy untuk Dady ya,kalau momy sudah mulai nakal,ingetin momy kalau Dady menunggu,okey!!"ucap Aksa betbicara di depan perut Anin.
Anin tersenyum melihat sang suami mengobrol dengan sang jabang bayi,padahal calon anak nya,belum berbentuk,masih sebesar kelereng.
"Mom,apa nggak sebaik nya Dady ikut ke kota T saja, sampai selesai kuliah"tanya Aksa yang belum ikhlas melepas kekasih hati nya yang mau pulang meninggalkan nya.
"Tidak bisa gitu dad,sabar ya,hanya empat bulan"ucap Anin bersandar di dada bidang suami nya.
"Baiklah,aku akan sabar menanti hari itu tiba"ucap Aksa menjatuhkan kecupan sayang nya di pucuk kepala Anin dengan penuh hikmat.
Tak butuh waktu lama,Aksa dan Anin sampai di depan mansion milik keluarga Abi Manyu.
Melihat Anin terlelap begitu nyenyak,Aksa tak berani membangunkan nya,melainkan malah menggendong nya hingga sampai kamar,dan meletakkan tubuh Anin dengan lembut di atas kasur nya.
"Selamat istirahat sayang"ucap Aksa mengecup kening Anin.
Aksa menuju kamar mandi dan membersihkan badan nya,yang seharian ini beraktifitas.
Saat di kamar mandi suara dering telfon milik Aksa berbunyi,mengusik tidur Anin.
'Tring...tring.. tring..'
Anin mengerjapkan mata nya,mencari asal suara itu,di lihat nya id penelepon yang ternyata Azam sang sahabat Aksa.
"Mas,mas??"panggil Anin,tak ada sahutan dari sang suami akhir nya dia mengangkat telfon nya.
__ADS_1
"***...."belum selesai berucap Azam sudah menyembur duluan.
"Apa-apaan kamu brengsek,kamu pulang ke sini,tanpa mengabari kami,dasar teman durjana kau Sa!!"teriak Azam kesal.