Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 69


__ADS_3

"Ada yang bisa saya bantu mbak?"tanya resepsionis tersebut.


"Ah...iya,apakah saya bisa bertemu dengan pak Gian Aksa Abi Manyu?"tanya Anin.


"Apakah sudah membuat janji?"tanya resepsionis.


"Saya belum memiliki janji mbak,tapi saya..."ucap Anin terhenti.


"Anin...?"panggil seseorang.


Anin menoleh ke sumber suara,dan ternyata dan tak lain adalah asisten Aksa, Farrel.


"Kak Farrel?"panggil Anin.


"Sedang apa kamu di sini?"tanya Farrel.


"Ah iya,aku melupakan sesuatu,bahwa sekarang kamu nyonya Gian Aksa Abi Manyu"ucap Farel.


Dengan tersenyum malu-malu,Anin bertanya.


"Apakah kak Aksa ada kak?"tanya Anin.

__ADS_1


"Iya,dia seperti nya juga baru sampai,ayo aku antar?"ajak Farel.


"Terima kasih kak"ucap Anin.


"Tidak perlu sungkan"ucap Farel. "kenapa tak bersama Aksa kalau mau ke sini?"tanya Farel.


"Cerita nya panjang kak"ucap Anin.


'Ting' denting berbunyi menandakan pintu lift terbuka.anin dan Farel berjalan beriringan semua karyawan melihat dengan bertanya-tanya,siapa wanita cantik yang berjalan dengan asisten CEO itu.


Saat berada di depan pintu ruangan CEO,atas nama Gian Aksa Abi Manyu.


'tok..tok..tok..


"Permisi pak,ada yang..."ucapan Farrel menggantung.


"Rel,bukan nya tadi aku pesan jangan ada yang ganggu termasuk kamu"ucap Aksa yang masih memunggungi mereka berdua.


"Tapi pak.."ucapan Farel terhenti mendapat kode dari Anin,untuk segera meninggal kan mereka berdua.


Farel pun mengangguk dan berbalik tanpa meninggalkan bunyi dan menutup pintu dengan pelan.

__ADS_1


"Rel,kenapa kau hanya diam saja,dan tak menjawab ku"ucap Aksa yang masih melihat keluar jendela.


"Apa tidak ada sambutan yang hangat untuk ku"ucap Anin.


'deg'


Seketika Aksa memutar kursi menghadap Anin,dengan perasaan yang tak yakin,dia pun berulang kali memejamkan mata nya,untuk menyakinkan penglihatan nya tentang wanita di depan nya.


"Kenapa harus ada di sini,kenapa sampai aku berhalusinasi?,tidak....tidak,mungkin ini hanya khayalan ku saja,tidak mungkin istriku ada di sini?"gumam nya yang masih menggelengkan kepalanya.


Anin mendekati suami nya dan menghambur kepangkuan nya dan memeluk suami nya dengan sesenggukan.


"Kenapa ninggalin aku,tanpa berpamitan langsung,apa kamu tak menganggapmu sebagai istri mu,apa aku tidak penting di hidup mu,aku membencimu mas,sangat!!"ucap Anin yang masih terisak.


Aksa yang mendapat serangan tiba-tiba menjadi membeku,sesaat sebelum ia sadar bahwa istri nya benar-benar berada di pangkuan nya sekarang.


"Ya,bencilah aku sayang,jika itu bisa membuatmu bahagia,jika itu bisa membuat hatimu lebih baik,maaf...maafkan aku pergi tanpa berpamitan dengan mu,percayalah sayang,aku sangat-sangat menyayangimu,lebih dari apapun"ucap Aksa tak kalah erat memeluk istri nya.


sesaat mereka saling melepas pelukan nya,dan saling tatap lama kelamaan mendekat,hingga bibir kedua nya menempel dan entah siapa duluan yang memulai sehingga dua lidah saling membelit satu sama lain,hingga membuat kedua nya melepaskan lumayan tersebut dan terengah-engah,menandakan jikalau mereka hampir kehabisan nafas.


Saling tatap dan sama-sama tersenyum hingga menarik Anin masuk dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa sampai sini,dan bagaimana tau alamat kantor?"tanya Aksa merapikan rambut Anin di belakang telinga.


"Aku..."ucap anin


__ADS_2