Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 16


__ADS_3

"ehem-ehem...ada yang jatuh cinta pandangan pertama nih"ucapan Azam mampu mengembalikan kesadaran Gian.


"ish,mana ada gue jatuh cinta sama cewe kaya begitu"ucap Gian


"well,terserah kamu saja Sa"ucap Azam


"sudah ayo jalan,jangan banyak bicara,gue udah capek banget pingin istirahat"ucap Gian mengalihkan pembicaraan.


"ya sudah jalan ya tinggal jalan saja"ucap Azam acuh tak acuh.


"tapi,bagaimana cantik tidak"tanya Azam tanpa sadar Gian mengangguk


"yes"ucap Azam senang,,setelah sadar iya pun menyanggah nya.


"memang dia perempuan kan makanya dia cantik"ucap nya.


"ya..ya..ya tuan Gian Aksa selalu benar"ucap Azam tidak mau melanjutkan perdebatan.


"memang begitu seharusnya,kita mau menginap di hotel mana?"tanya Aksa.


"bukan nya sudah di sediakan oleh penyelenggara acara,bahwa kita akan menginap di salah satu hotel mewah di sini"ucap Azam


"baiklah ayo berangkat,rasa nya lelah sekali"ucap Gian


"dan yang lain nya kemana Rel?"tanya Azam.


"gue nggak tau tadi sih mereka bilang katanya akan menyusul,tapi gak tau juga,apa lagi tu pak kapten mana bisa cuti,kalau nggak jauh-jauh hari"ucap farel yang mendapat anggukan yang berarti mereka setuju dengan ucapan farel.


Gian yang sedang kepikiran tentang gadis yang tadi ketemu di bandara,seketika pikiran nya kacau.


"apa yang membuat lo hampir lupa mana mobil lo Sa?apa yang kau pikirkan?"tanya Azam.


"ah berisik,ayo buruan Lo yang bawa mobil nya"ucap Aksa yang duduk di belakang dan memejam kan mata nya untuk menghilangkan pikiran nya pada Anin


"Zam,siapa gadis itu?"tanya Gian.


"gadis yang mana?"tanya Azam pura-pura tidak tahu


"jangan pura-pura nggak tau,atau.."ucapan Gian mampu membuat Azam mengaku.


"baik..baik,itu gadis yang tempo hari gue ceritain ke Lo,nama nya Anindita Putri Handoko"ucap Azam


deg


tiba-tiba Gian menegakkan duduk nya untuk menajamkan pendengarannya.


"Lo bilang tadi siapa gadis itu?"tanya nya lagi.


"Anindita Putri Handoko,ada apa sih sama Lo, tiba-tiba kepo?"tanya Azam heran

__ADS_1


"tidak..tidak,aku hanya merasa tidak asing ketika melihat nya"jawab Gian serampangan.


"baiklah sebaik nya kita turun dan beristirahat,setelah itu kita akan berkeliling ke sirkuit Mandalika,yang akhir-akhir ini menjadi trending topik di Lombok"ucap Azam.


"Sa,bukan kah kita sedang mengawasi pak Frans,dan itu ada di depan mata kita"bisik farel pada Gian.


"tidak perlu,kurasa sekarang Frans aman bersama dengan Robert Albino,karna dia salah satu pembisnis yang handal.aku rasa dia akan melindungi nya,dan seperti nya dia cukup dekat dengan gadis itu"ucap Gian merasa kesal di hati,entah kesal karna apa?.


saat Gian, Farel,dan Azam,hendak masuk hotel,tak sengaja Azam melihat Anin yang berjalan dari arah lift.


"hai Anin,mau kemana?"tanya Azam.


"Anin tersentak kaget,bahwasanya dia tidak memperhatikan sekeliling nya,"eh..tuan Azam,ini saya mau keluar sebentar,ingin cari angin"ucap Anin..


"boleh saya temani?"tanya Azam lagi, "kenapa masih manggil tuan sih,panggil saja aku Kaka atau kalau boleh sayang,hahaha"ucap Azam yang di akhiri gelak tawa,tapi setelah Anin bicara membuat Azam merasa sedikit malu.


"terima kasih,saya ingin sendiri saja,dan seeprti nya kita tidak sedekat itu"ucap Anin.


"ehem.."Gian tiba-tiba berdehem,membuat Indri melihat kearah nya.


"oh ya kenal kan,ini teman aku,yang Gian Aksa dan yang ini farel Bramastyo.


"Anindita"...


"Farel"...


mereka akhirnya berkenalan,stelanya Indri pamit untuk pergi pamit duluan.


"baiklah, tuan-tuan,kalau begitu anda lanjutkan saja beristirahat,saya akan melanjutkan jalan-jalannya,permisi"ucap Ani yang melenggang pergi tanpa melihat kebelakang kembali.


"menarik..!!"satu kata yang keluar dari mulut Gian.


"apa Sa?"Andi yang samar-samar mendengar ucapan aztam


"hah.. tidak-tidak,gue diem aja dari tadi,Lo aja kali yang halu atau pendengaran Lo yang rusak hahaha"ucap Gian di iringi gelak tawa.


"sialan Lo"ucap Azam sambil memukul bahu Gian Aksa.


"sudah-sudah ayo istirahat,gue beneran sudah capek banget"ucap farel di buat selemah mungkin.


"baik lah ayo"ucap Gian,kini mereka melanjutkan ke kamar masing-masing,hanya Gian yang tinggal di kamar sendiri


robert mengetuk pintu kamar sang adik,tapi tidak ada sahutan sama sekali,


"kemana Anindita?"tanya Robert dalam hati.


"tuan Robert,bukan kah itu tuan Robert?"tanya Gian Aksa pada pada yang lain.


"ya benar,ayo coba kita mendekat"ucap Azam berjalan lebih dulu.

__ADS_1


"permisi tuan,apakah ini kamar anda?"tanya Azam


"ah..bukan,ini kamar adik saya"ucap Robert,"apakah kalian juga tinggal di sini?"tanya Robert.


"ya tuan,sebelah kamar ini bagian kanan kamar saya"ucap Gian Aksa,.


"oh begitu,kalau kamar saya ada di ujung sana,silahkan mampir jika berkenan silahkan mampir"ucap Robert .


"baik terima kasih tuan,lantas anda di sini,apakah anda mencari adik anda?"tanya Gian Aksa.


"iya,bagaimana anda tau"tanya Robert.


"ya karna melihat anda berdiri di sini"ucap Farel.


"kamu ini masih saja bercanda"ucap Gian "tadi kami melihat adik anda keluar hotel untuk jalan-jalan"ucap Gian lagi.


"ok baik lah terima kasih,kalau begitu saya permisi"ucap Robert berlalu pergi dengan raut wajah khawatir.


"ah sudah lah ayo kita masuk dan istirahat nanti jam empat kita jalan-jalan"ucap Gian berlalu dan masuk ke kamar di ikuti oleh yang lain dan masuk ke kamar masing-masing.


di sisi lain kini Anin sedang melihat-lihat pemandangan di pinggir hotel terdapat pemandangan yang indah,


"Anin,kamu di sini?"tanya Robert yang menepuk bahu nya.


"Kaka,kenapa Kaka kesini?"Anin balik nanya.


"tadi Kaka ke kamar kamu,tapi Kaka ketuk beberapa kali tidak ada sautan dari kamu,untung aja ada tuan Azam,tuan Farel dan tuan Aksa bilang ke Kaka bahwa mereka bertemu kamu di lobi"ujar Robert.


"iya,tadi kami memang bertemu di lobi,ada apa Kaka mencari ku"tanya Indri.


"tidak apa-apa,Kaka hanya khawatir saja pada mu,dan nanti kalau kamu butuh apa-apa hubungi Kaka"ucap Robert


"he'em,baik kak"ucap Anin


"kamu masih mau di sini?"tanya Robert.


"iya kak,aku masih ingin lihat pemandangan di sini"jawab Anin.


"baik kalau begitu Kaka masuk dulu"ucap Robert berlalu pergi setelah Anin mengangguk-anggukkan kepala nya.


Anin pun masih duduk di salah satu bangku yang ada di sana,cukup beberapa saat ia untuk kembali ke kamar karna hari sudah menunjukan jam empat sore,ketika berbalik dia di kejutkan dengan kehadiran seseorang.


"Anda"ucap Anin mengelus dada karna terkejut.


hai..hai ayo kasih jempol kalian dengan tinggalin like komen and vote,terima kasih atas partisipasi nya


i love you all


by:Agus Indrawati

__ADS_1


__ADS_2