
"Kalau menurut mu gimana Sa?"tanya mama Stevani.
"kalau..."ucap Aksa melirik Anin sebelum melanjut kan ucapan nya.
"Kalau Aksa sih ikut mau nya Anin ma,pa"ucap Aksa.
"Nin..?"tanya Fida menunggu kepastian dari putri nya itu.
"Ak..aku...,aku belum memikirkan nya ma"ucap Anin menunduk.
Aksa yang merasa Anin masih ragu,dia pun menggenggam kedua tangan nya,saling berhadapan.
"Anin,apakah kamu keberatan menikah dengan ku"tanya Aksa.
Tak ada respon apapun dari Anin.
"Kalau kamu masih ragu untuk menikah dengan ku,aku akan memberimu waktu untuk berfikir hingga Minggu depan untuk kamu berfikir sebelum menjawab semua nya.
Sekian lama tak ada jawaban Anin pun buka suara,tapi sebelum melanjutkan ucapan nya Aksa pun membuat nya bungkam.
"Kak,aku..aku"ucap Anin berhenti karna Aksa memotong nya.
__ADS_1
"berfikir lah dahulu,selama satu Minggu kedepan aku tidak akan menemui mu,karna aku tak mau kamu menikah dengan ku karna keterpaksaan saja"ucap Aksa. Belum sempat Anin memberi jawaban Aksa sudah mengajak keluarga nya untuk pamit pulang.
"Pa,ma,ayo kita pulang dulu,aku masih harus keperusahaan yang ada di sini,sebelum kembali ke ke kota A"ucap nya berbalik.
"Tante,Robert,dan om Frans,kami pulang dulu,saya harap om cepat pulih"ucap Aksa.
"Terima kasih nak,kalian hati-hati di jalan"ucap nya.
"Kami pamit dulu Frans,jangan bersedih,di sini masih ada kami,kapan pun kau membutuhkan bantuan,kau bisa hubungi aku atau Aksa"ucap papa Baskoro.
"Fida,aku pamit dulu ya,lain waktu aku akan berkunjung lagi"ucap mama Stevani memeluk Fida.
"sayang,mama pulang dulu,soal omongan Aksa jangan terlalu di fikirkan,biar nanti mama yang bicara dengan Aksa"ucap Stevani beralih memeluk Anindita.
"iya ma,terima kasih"ucap Anin.
Aksa tanpa melihat kearah Anin,dia pun melangkah pergi meninggalkan ruangan Frans Handoko,di ikuti kedua orang tua nya.
Waktu berlalu kini mereka sudah sampai di kediaman Abi manyu.aksa pun berlalu untuk menuju kamar nya,tapi ketika kakinya hendak menaiki anak tangga,suara sang mama mampu menghentikan langkah nya.
"Sa...?"panggil mama stevani.
__ADS_1
Aksa pun menoleh ke asal suara.
"Ya,ada apa ma"tanya Aksa yang masih menunggu mama nya bicara.
"mama ingin bicara sebentar saja nak"ucap mama Stevani.
"Aksa lelah ma,biarkan aku istirahat sejenak,dan jikalau mama ingin membahas tentang hubungan ku dan Anin,aku rasa itu tidak perlu ma"ucap Aksa meninggalkan sang mama yang menganga mendengar penuturan sang anak.
"Ada apa ma?"tanya papa Baskoro yang baru masuk kedalam rumah.
"Apakah anak kita terlalu berharap dengan Anin,hingga membuat dia kecewa dengan apa yang dia ucap kan kepada Anin,tapi tak mendapatkan respon yang membuat nya puas,melainkan harus menunggu ketidak pastian dari Anin pa"ucap mama Stevani.
"Ma,sebaik nya jangan terlalu ikut campur urusan pribadi anak kita,kita cukup menasehati jika itu di perlukan okey"ucap papa Baskoro.
"Ya sudah,sebaik nya kita istirahat dulu,nanti kita bicarakan pelan-pelan dengan Aksa setelah makan malam,mungkin sekarang dia lagi butuh menenangkan hati nya ma"ucap nya lagi.
"Mama rasa juga begitu pa,ya sudah ayo kita kekamar"ucap mama Stevani berjalan menuju kamar seraya menggandeng tangan sang suami.
Keadaan rumah sakit dimana papa Frans Handoko dirawat,terasa tak ada penghuni,setelah kepergian keluarga Abi Manyu,tak ada percakapan apapun,mereka bergelut dengan pemikiran masing-masing.
"Anin...!"panggil Robert..
__ADS_1