
"Ya sudah,nanti mas akan memijat kaki mu supaya tidak lelah lagi"ucap Aksa yang mengusap punggung Anin dengan lembut.
Setelah beberapa puluh menit akhir nya sampailah mereka di kediaman Aksa. Melihat Anin tertidur pulas,Aksa mengangkat tubuh istri nya pelan,dan membaringkan nya di kasur,setelah nya,ia mengambil minyak gosok untuk memijat kaki sang istri dengan lembut.
"Pasti capek banget ya,tidurlah yang nyenyak"ucap Aksa mencium kening istri nya sebelum memijat kaki istri nya.
Hampir lima menit,merasa ada yang memijat di kaki,Anin mengerjapkan matanya,lalu tersenyum melihat laki-laki yang di sayangi nya,fokus memijat tanpa menoleh ke arah nya yang sudah membuka mata.
"Mas..!!"panggil Anin pelan.
"Sayang,kamu kebangun ya,maaf kalau mas membangunkan mu"seru Aksa tersenyum lembut.
"Terima kasih"ucap Anin tak menjawab ucapan Aksa.
"Kenapa harus berterima kasih,Hem?, bukankah ini sudah tanggung jawab ku,harusnya aku yang berterima kasih,karna kamu telah Sudi mengandung calon anak kita"ucap Aksa.
"Sini mas"ucap Anin menepuk sisi ranjang di sebelah nya.
__ADS_1
"Sebentar,mas mau menyimpan minyak ini dan cuci tangan dulu"ucap Aksa beranjak ke meja meletakan minta gosok tadi dan berlalu ke kamar mandi.
Anin bangkit dari ranjang menuju sofa untuk mengambil air minum,saat memegang gelas dan menempelkan nya di bibir,Aksa keluar dari kamar mandi.
"Lagi ngapain sayang?"tanya Aksa melihat Anin memunggungi nya.
"Uhuk...uhuk"Anin kesedak.
"Pelan-pelan sayang"ucap Aksa mengelus punggung Anin. "Maaf mas nggak tau kalau kamu masih minum"ucap Aksa membalik badan Anin dan menatap intens sang istri.
"Ada apa?"tanya Anin mengisap pipi sang suami.
"Aku juga mencintaimu mas"ucap Anin memeluk erat pinggang sang suami.
"Tetaplah berdiri di samping ku,sampai tua nanti,jika pun berpisah itu karna kematian lah,aku harap suatu saat nanti jika boleh maminta,aku ingin mati terlebih dahulu,karna aku tak berfikir tak akan sanggup jika kehilangan mu lebih dulu"ucap Aksa.
Anin menggeleng dengan kuat.
__ADS_1
"Jangan berbicara yang tidak-tidak,aku mau selama nya kau menemani aku dan anak-anak kita nanti,kamu hidup ku mas,apa jadi nya aku jika kamu meninggalkan aku dan anak-anak kita"ucap Anin yang sudah berkaca-kaca.
Aksa memeluk erat kembali Anin,dan menghujani ciuman di pucuk kepalanya bertubi-tubi.
"Sehat-sehat anak Daddy dan mommy,jangan buat mommy mu sudah,jaga mommy ketika Daddy tak bersama kalian, Dady akan mengunjungi kalian sesering mungkin"ucap Aksa yang beralih di perut datar Anin.
"Iya dad,Dady jangan nakal di sini,ingat di sana nanti aku dan mommy menunggu Daddy datang"ucap anin menirukan suara anak kecil.
Mereka tertawa bersama,malam ini menjadi momen yang paling haru dan bahagia,karna malam ini menjadi malam terakhir sebelum amin melanjutkan kuliah nya di negara T.
"Ayo tidur sudah malam,kasian anak-anak Dady,pasti sudah lelah,seharian berkeliling ke mana-mana"ucap Aksa.
"Ayo mas"ajak anin.
Aksa memapah Anin menuju ranjang dan membaringkan tubuh Anin dengan lembut.
"Mas...!"panggil Anin saat Aksa akan memutari tempat tidurnya.
__ADS_1
"Ada apa sayang?,apa ada sesuatu yang kamu mau makan atau kamu butuhkan?tanya Aksa.
"Aku...Aku..!"ucap Anin malu mau bicara.