
"Ya aku akan memberikan kepercayaan itu kalau untuk kebahagiaan Anin,baiklah ini sudah larut,sebaik nya kau istirahat"ucap Robert beranjak dari duduk nya tanpa menunggu respon Aksa.
"Robert...?"panggil Aksa.
Mendengar Aksa memanggilnya dia pun berhenti sejenak,untuk mendengar Aksa.
Melihat Robert berhenti dia pun berdiri mensejajarkan diri nya dengan Robert.
"Terima kasih"ucap nya memeluk Robert.
Robert menepuk bahu Aksa. "Tidak perlu kau berterima kasih,aku hanya ingin pembuktian mu"ucap Robert melepas pelukan nya dan berlalu pergi menuju kamar nya.
"Pasti...akan aku buktikan,bahwa aku akan selalu membahagiakan Anin,tak ada seorang pun yang bisa membuat nya terluka,biar itu aku sekalipun"ucap Aksa dalam hati,untuk memantapkan keputusan nya untuk selalu membahagiakan wanitanya.
...****************...
Pagi menyingsing,menandakan malam sudah berganti pagi,dimana Anin yang masih bergelung dengan selimut,karna hari ini dia tidak kuliah.
"Pagi Tante"sapa Aksa yang habis joging bersama Robert.
"Pagi Sa,di mana Robert?,bukanya tadi kalian joging bersama?"tanya mama Fida.
"Robert sedang di luar tante,masih ngobrol dengan pak Mamat"ucap Aksa.
__ADS_1
Aksa celingukan mencari keberadaan seseorang yang sejak dia masuk tidak melihat nya sama sekali.
Mama Fida yang melihat Aksa mencari anak perempuan nya,hanya bisa tersenyum.
"Anin belum bangun Sa"ucap mama Fida.
"Eh...nggak nyariin Anin kok Tante"ucap Aksa menahan malu,karna ketahuan.
"Sa panggil mama saja kaya Anin sama Robert"ucap mama Fida.
"Iya tan...eh mama"ucap Aksa kaku.
"Ya sudah,kamu bangunin Anin gih,dia memang selalu bangun siang,kalau lagi libur kuliah"ucap mama Fida.
"Sudah nggak papa,lagian kamu kan sebentar lagi akan menikah dengan nya"ucap mama Fida yang tau apa uang sedang di pikiran Aksa.
"Baiklah ma,aku akan ke kamar Anin dulu"ucap Aksa yang mendapat anggukan dari mama Fida.
Saat sudah di depan pintu Anin,Aksa pun ragu untuk mengetuk pintu,dengan ragu-ragu di memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
tok..tok..tok..
"Anin..?"panggil nya,hingga panggilan ketika tak ada sahutan dari dalam,Aksa memberanikan diri untuk membuka pintu dan berjalan masuk,pandangan nya langsung tertuju pada gadis yang masih bergelung dengan selimut tebal,untuk melindungi tubuh nya dari dingin nya pendinginn di dalam kamar tersebut.
__ADS_1
Aksa terpaku pada bingkai foto diatas nakas,terlihat seorang gadis sekitar 15tahunan sedang duduk bersama dengan seorang laki-laki yang seumuran terlihat bahagia.
"Kenapa hati ku merasa tidak nyaman,apakah ini yang di namakan cemburu"Batin Aksa bermonolog.
Dia menghiraukan foto itu,berjalan mendekat ke sisi ranjang,dimana Anin sedang terpulas tanpa merasa terganggu.
Lama menatap wajah yang terlihat teduh dan damai,membuat Aksa mendekat dan menjatuhkan ciuman nya di dahi sang pujaan hati nya.
"Selamat pagi sayang?"ucap Aksa berbisik di samping telinga Anin.
"Eghhhh"lenguhan Anin meregangkan otot nya,yang merasa terusik dengan kehadiran Aksa.
"Kaka..!"seru Anin.
"Ayo bangun sudah siang"ucap Aksa mengelus kepala Anin yang enggan untuk bangun.
"bagaimana kaka bisa masuk kamar ku?"tanya Anin.
"Tadi mama Fida kasih aku kunci duplikatnya,habis nya ini anak gadis jam segini belum bangun"ucap Aksa menarik hidung mancung Anin dengan gemas.
"Ayo bangun,setelah itu antar Kaka,ke bandara ok"perintah Aksa.
"Apa...!!"ucap Anin terkejut. "Kaka jadi pulang sekarang?"tanya Anin lesu
__ADS_1