Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 36


__ADS_3

"Ayo kak,kita pulang dulu,aku mau ngambil baju ganti buat papa,dan mama Fida dulu"ajak Anin.


Kini Robert dan Anin melajukan mobil menuju kediaman Albino,butuh 45 menit untuk tiba di rumah mewah itu.


"Nin,apa keputusan mu untuk Aksa?"tanya Robert.


"Hah...maksud mu kak?"tanya Anin.


"Anin,jangan pura-pura tidak tau,jika kau memang yakin dengan Aksa,kenapa harus menunggu lama,datang pada nya dan beri jawaban menurut kata hatimu,jangan kau gantung Aksa,terkadang laki-laki akan merasa bosan jika hanya berjuang sendirian,dia akan memilih melepaskan wanita nya agar bahagia tanpa nya"ucap Robert.


'deg'......


Mendengar ucapan Robert hati Anin Solah ketakutan,"Apa mungkin kak Aksa akan meninggalkan ku,jika sikap ku seperti ini,aku belum sepenuhnya percaya panda nya"gumam Anin.


"Nin..?"panggil Aksa, "Apa kamu tidak mendengarkan Kaka?"tanya nya.


"Huftttt....apa yang harus aku lakukan kak,aku belum yakin sepenuhnya dengan nya"ucap Anin mengungkapkan isi hati nya.


"Baik lah,kau masih punya waktu satu Minggu untuk memutuskan nya"ucap Robert yang di angguk i oleh Anin.


"Aku harap keputusan ku nanti tidak membuat nya kecewa kak"ucap Anin.


"Apa pun keputusan mu,Kaka akan dukung kamu"ucap Robert mengelus pucuk kepala Anin dengan penuh kasih sayang.


"Terima kasih kak,Kaka memang yang terbaik"ucap Ani tersenyum.


"Nah gitu dong,Oya dek,apa Dewi sudah punya pacar?"tanya Robert ragu.

__ADS_1


Anin mengernyitkan dahi nya mendengar sang Kaka menanyakan salah satu teman wanita nya.


"Ehem-ehem...."Anin berdehem menggoda Kaka nya.


"Jangan salah paham,teman kaka ada yang nanyain?"ucap Robert gugup.


"Oh...temen Kaka,aku rasa Dewi belum punya pacar,Kaka tau sendiri,dia itu es balok,dingin nya minta ampun,mana ada yang berani deketin dia"ucap Anin kesal kalau mengingat teman nya itu.


"Kaka boleh minta no telfon nya,supaya nanti teman Kaka biar enak komunikasi nya"ucap Robert mengelak.


"Ok..nanti aku kirim ke no Kaka ya"ucap Anin.


Tak lama kemudian mereka sampai di Mension Albino.


"Kak aku siapkan baju papa dan mama Fida dulu ya"ucap Ani setelah masuk kedalam rumah.


Di sisi lain kini Aksa sedang berada di bandara dia sedang menuju kota A,di mana kantor pusat berada setelah pertemuan dengan Anin kemarin,Aksa terasa semakin dingin dan pendiam.


Aksa sudah masuk ruangan VVIP yang sebentar lagi take on.


"Mudah-mudahan keputusan ku benar,dengan meninggalkan kota ini,karna aku yakin kalau Anin tidak akan menerima ku,dalam waktu satu Minggu.


Mungkin dengan kepergian ku,di akan bahagia bersama orang yang dia ingin kan"ucap Aksa dalam hati,dia pun meras hati nya tidak baik-baik saja.


Hanya butuh waktu satu jam saja Aksa sudah sampai tujuan,di sana sudah ada Farel.


"Siang pak?"ucap Farel.

__ADS_1


"Siang,sudah lama menunggu"ucap Aksa menyerahkan koper nya pada Farel.


"Sekitar lima belas menit yang lalu pak"ucap farel.


"Baiklah,ayo kita langsung ke kantor saja"ucap Aksa.


"Bapak tidak ingin istirahat lebih dulu?"tanya farel merasa heran, bahwasanya Aksa pasti akan mementingkan kesehatan nya lebih dulu untuk istirahat.


"Tapi pak...."ucap Farel terhenti.


"Jangan banya bantah Rel,atau mau aku pecat"ucap Aksa tegas.


"Maafkan saya pak"ucap Farel.


"Hemmm"jawab Aksa yang memejamkan mata nya sejenak untuk menghilangkan penat nya.


"Rel,apakah keputusan ku meninggalkan nya sudah benar?"tanya Aksa meminta pendapat.


"Maksud nya pak?"tanya farel.


"Ya,aku memutuskan untuk tidak memaksa nya,dan lebih memilih untuk menjauhi nya setelah penolakan nya kemarin"ucap Aksa.


"Saya tidak tau harus menjawab apa pak,karna saya sendiri belum pernah mengalami nya"ucap Farel.


"Hahhhh"Aksa menghela nafas nya dengar kasar,"Aku sudah menduga apa yang akan kau kata kan,karna memang kamu jomblo akut"ucap nya mengejek Farel.


"Dasar.....!!"ucap Farel

__ADS_1


__ADS_2