
Tok..tok..tok..'
Terdengar ketukan pintu dari luar.
"Masuk"ucap Aksa tanpa melihat siapa yang datang.
"Ada apa Fro?"tanya Aksa yang mengira Frozen.
"Sesibuk itukah tuan Aksa Abi Mantu"tanya perempuan itu.
'deg'...
mendengar suara yang pernah mengisi hari-harinya,Aksa pin seketika melihat siapa yang datang.
"Lauren..?"ucap nya lirih.
"hihi...ku kira kau akan melupakan ku Sa"ucap lauren.ya wanita yang baru masuk ke ruangan Aksa adalah mantan kekasih nya yang pergi demi orang lain.
"Ada perlu apa lagi kamu kembali Lau?"tanya Aksa datar.
"Ayolah Sa, aku merindukan mu"ucap Lauren dengan enteng tanpa beban,dia kini duduk di hadapan meja kerja Aksa.
"Keluarlah. aku sedang tidak ingin di ganggu karena banyak kerjaan"ucap nya kembali ke pekerjaan nya.
"came on sayang,aku benar-benar menyesal meninggalkanmu Sa"ucap Lauren memelas.
"Aku tidak peduli lagi dengan mu Lau,aku sudah melupakan mu"ucap Aksa tak mengalihkan mata nya dari berkas-berkas yang ada di hadapan nya.
"Sa,apakah semudah itu kau melupakan ku,bahkan aku masih mencintaimu"ucap Lauren menangis air mata buaya.
__ADS_1
"Keluarlah,aku akan ada meeting dengan cleint sebentar lagi"ucap Aksa yang sudah membereskan meja dan beranjak dari kursi nya.
Lauren pun mengikuti Aksa berdiri.
"A..aku minta maaf Sa,aku salah telah meninggalkan mu,aku janji sekarang tidak akan meninggalkan mu lagi"ucap Lauren.
"Aku sudah tidak peduli lagi,pergilah sekarang"ucap Aksa yang berjalan ingin keluar.
'srekkk'
Lauren memeluk Aksa dari belakang.
"Sa,tolong maafkan aku"ucap Lauren yang memeluk erat Aksa dari belakang.
Aksa mencoba melepas kan Lauren,tapi tangan Lauren semakin mengencang.
"Tidak,jika kamu tidak mau memaafkan aku,aku tidak akan melepaskan mu Sa"ucap Lauren yang masih terisak.
"Aku bilang lepaskan..!!"teriak Aksa menggema di ruangan itu.
Lauren yang tidak pernah melihat Aksa semarah itu membuatnya ketakutan setengah mati.
"Sa..."lirih Lauren dengan bergetar.
"Sekarang pergi dari sini jangan pernah menampakan wajah mu di hadapan ku,aku sudah muak melihatmu"ucap Aksa tanpa melihat Lauren.
Ya menurut Lauren,Aksa adalah sosok penyayang,tidak sekalipun Aksa berbuat kasar pada perempuan.
Tanpa pikir panjang Lauren pergi keluar dengan berlari.
__ADS_1
Saat di keluar dari ruangan Aksa membuat Frozen terkejut,bahwasanya dia tidak melihat ada orang masuk, tiba-tiba saja ada wanita keluar dari ruangan Aksa dengan menangis.
"Mampus aku,pasti pak Aksa akan marah pada ku, gara-gara perempuan itu masuk keruangan nya tanpa pemberitahuan dulu"ucap Frozen lirih.
"Ada apa?,kenapa wajah mu pucat,apakah kau sakit?"tanya Farrel karena memperhatikan Frozen sejak keluar dari ruangan nya,dan berjalan dengan cepat menaruh punggung tangan nya di dahi Frozen.
Di tepis nya tangan Farrel yang sudah lancang memegang dahi nya.
"Ish...apa yang bapak lakukan?"tanya Frozen terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Farrel.
"Aku hanya mengecek suhu di kening mu,aku kira kamu sakit, karena wajahmu sangat pucat"ucap Farrel.
"Aku tidak apa-apa,hanya saja aku takut pak Aksa marah pada ku"ucap Frozen yang masih khawatir.
"Apa yang membuat mu takut,apa kau membuat salah?"tanya Farrel merasa heran,perasaan Frozen baru saja keluar dari ruangan nya,kenapa di takut sama Aksa.
"barusan ada seorang wanita keluar dari ruangan pak Aksa,dia keluar dan menangis"ucap Frozen.
"Sudah jangan khawatir,biarkan aku yang akan menjelas kan pada nya"ucap Farrel mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada jawaban,dia pun membuka pintu melihat Aksa yang masih memejamkan mata dengan menyandarkan punggung nya dan menghadap atap plafon.
"Hei..sejak kapan kau masuk,kenapa tak mengetuk pintu"seru Aksa merasa terkejut melihat farel sudah duduk di hadapan nya.
"Hah...tangan ku hampir bengkak karena mengetuk pintu sedari tadi,tapi tak ada sahutan,mau tak mau aku masuk"ucap Farrel membela diri.
"Apa yang terjadi Sa?"tanya nya si mode serius.
"Rel,dia kembali.."ucap Aksa lirih.
"Maksudmu..?"tanya Farrel.
__ADS_1