
"Aksa..!"panggil Robert terkejut dengan tingkah adik ipar nya itu.
'Brakkk'
Suara pintu di dobrak membuat mereka berdua terkejut,tidak dengan Anin yang merasa sedikit lebih tenang,dengan kehadiran sang suami,tapi itu tak berlaku lama,semenit kemudian Lauren memang Anin dan mengancam akan menusukkan pisau ke leher nya.
"Jangan maju,jika kau maju,maka istrimu akan mati di tangan ku"ucap Lauren.
"Jangan lakukan itu,Lau. Jika sampai istri ku tergores sedikit saja,jangan harap kamu akan.."ucap Aksa terpotong.
"Apa yang akan kau lakukan Sa, gara-gara ****** sialan ini,kau telah melupakan aku,padahal kau dulu sangat mencintai ku,bahkan kau tergila-gila pada ku"ucap Lauren berteriak.
"Tutup mulut mu,Anin lebih baik dari mu,jauh!!,tolong lepaskan istri ku"pinta Aksa.
"Hahaha.,..kau bodoh Sa,apa yang kau lihat dari wanita ini hah!!"teriak Lauren.
"Apapun akan aku berikan asal kan kau mau melepaskan istri ku"ucap Aksa bernegosiasi.
"Baik,aku mau kamu meninggal kan istrimu,dan hidup bersama ku"pinta Lauren
__ADS_1
Aksa mengalihkan kedua wanita itu,tanpa mereka sadari,di belakang mereka ada Robert dan para sahabat Aksa.
Cukup beberapa menit,akhir nya mereka berdua di bekuk oleh Robert dan kawan-kawan.
"Aksa!!,brengsek kau,kau membohongi ku"teriak Lauren.
"Diam kamu,perempuan tak tau diri, berani-beraninya kamu membuat adik ketakutan. Dan kamu Vero,Kaka kecewa sama kamu,Kaka nggak nyangka kalau kamu akan senekat ini dengan saudara mu sendiri"ultimatum Robert pada Veronica.
"Maafkan aku kak,tapi aku ngelakuin ini semua karna dia"ucap Vero menatap Anin dengan rasa benci.
"Anin...bangun sayang!"ucap Aksa menepuk pipi Anin yang tak sadar kan diri.
"Urus mereka,bawa ke markas,jika terjadi sesuatu dengan istri dan anak-anakku,maka jangan pernah meminta ampun"ucap Aksa dengan tajam.
Para sahabat Aksa membereskan kekacauan yang di buat oleh,Lauren dan Veronika.
Di kediaman Abraham,sedang di buat kacau oleh papa Frans,perusahaan yang di kendalikan oleh Abraham di akuisisi oleh papa Frans,membuat Abraham harus berurusan dengan kepolisian,karena memanipulasi tanda tangan kepemilikan saham.
"Apa yang kalian lakukan,lepaskan. Apa kalian tidak tau siapa saya?"tanya Abraham murka,karna polisi menangkap nya.
__ADS_1
"Sebaik nya anda harus mengikuti prosedur pak Abraham,karna kalau anda membangkang,maka kami akan bertindak tegas"ucap polisi tersebut.
"Siska,tolong aku Sis"teriakan Abraham menghilang,dengan bersamaan dengan kendaraan kepolisian yang menghilang di balik tembok pembatas.
"Kamu pantas mendapatkan semua ini mas,karna kamu,aku kehilangan keluarga ku"gumam mama Siska.
Siska memutuskan untuk menemui sang Kaka,dan memperbaiki semua nya untuk kelanjutan hidup keluarga nya.
Sakit,hati istri mana yang tak Merakan sakit,melihat orang yang kita cintai,harus mendekam di penjara,tapi itu adalah hukuman setimpal untuk semua perbuatan nya.
Tak berselang lama,telfon mama Siska bergetar.
"drtt...drtt..drtt.."
"Halo"ucap Siska terdiam mendengan laporan dari seberang.
"Ini aku Aksa Tante,aku hanya meminta tante mengerti,karna aku memenjarakan Veronica,dengan tuduhan pencobaan pembunuhan terhadap Anin"ucap Aksa yang ternyata dari suami keponakannya,dimana,dia mendapatkan laporan bahwa sang anak juga melakukan pencobaan pembunuhan kepada saudara nya sendiri.membuat mama Siska menjatuhkan tubuh nya ke lantai, dan menangis dengan pilu.
"Bagaimana bisa keluarga ku hancur,sehancur-hancur nya,semua ini salahmu mas"gumam Tante Siska.
__ADS_1