
"apakah ini benar kamu Stev?"tanya Fida sembari melepas pelukan nya.
"ya,ini aku,aku merindukan mu sahabat ku,kemana saja kamu selama ini"tanya Stevani.
"Masya Allah,aku benar-benar gak nyangka bahwa akan bertemu dengan mu di sini,semenjak aku Menikah dengan papa nya Robert,aku tinggal di kota M,bersama putra ku"ucap Fida.
"apa karna Ramon,kamu pergi dari kota T"tanya Stevani.
"huftttt...sudah lah itu sudah masa lalu,sekarang aku sudah melupakan nya"ucap Fida.
"baiklah aku tidak akan membahas nya lagi"ucap Stevani.
"mas Baskoro, gimana kabar nya?"tanya Fida.
"Alhamdulillah baik,lama ya kita gak ketemu?"jawab nya.
"iya mas,malah sekarang kita sudah punya anak-anak"ucap Fida.
"Oya Fida adik kamu itu siapa nama nya,gimana kabar nya?"tanya Baskoro.
"Felisa.."wajah Fida meredup "dia sudah tenang di sisi Allah SWT"ucap nya lirih.
"innalilahi wainnailaihi roji'un,kamu gak bercanda kan Fida?"tanya Baskoro.
ya Baskoro mengenal sosok adik Fida yang lemah lembut,dulu Baskoro sempat mengagumi Felisa adik dari Fida.
"aku tidak bercanda mas,apalagi itu menyangkut nyawa adik ku"ucap Fida menangis.
saat sedang berbincang,Anin sadar kan diri dan melihat di sekelilingnya nya ternyata banyak orang diantara nya Fida dan Aksa.
__ADS_1
"ma.."ucap Anin lirih.
Fida menoleh kearah sang putri yang sadar kan diri dari pingsan nya.
"sayang,apa yang kau rasakan sekarang"ucap Fida mendekat dan mengelus puncak kepala Anin.
"Fida..ini..?"ucap nya stevani menutup mulutnya.
"ya..ini anak mendiang Felisa dan Handoko"ucap Fida membenarkan.
"jangan bilang bahwa gadis ini yang di perkosa oleh Aksa anak ku?"tanya Stevani yang begitu syok.
"apa..!! jadi Aksa adalah anak mu"tanya Fida yang di angguk i Stevani.
"ma kenapa dia ada di sini,Anin mohon usir dia dari sini"ucap Anin memalingkan wajah nya yang tak Sudi melihat Aksa.
"tolong tinggalin ruangan ini,aku gak mau melihat mu lagi,aku mohon kak"ucap nya lirih.
"Aksa sebaik nya kamu keluar dulu,biar mama yang bicara dengan anin?"ucap mama Stevani.
"benar yang di katakan mama mu Sa,biar mama dan papa yang meyakinkan Anin"ucap papa Baskoro meyakinkan anak nya.
"tapi pa,ma"ucap Aksa.
"Aksa,tolong mengertilah,Anin belum ingin ketemu dengan mu,Tante mohon kamu keluarlah dahulu"ucap bibi Fida dengan tegas.
"baik lah Tante,aku keluar dulu"ucap Aksa."Anin aku akan kembali untuk menikahimu,aku akan memohon maaf sampai kau mau memaafkan aku"ucap Aksa yang tak mendapat respon dari Anin sama sekali,dia pun berlalu meninggalkan ruangan itu.
Setelah kepergian Aksa,Anin pun buka suara.
__ADS_1
"ma,aku ingin pulang"ucap Anin pada Fida.
"tapi sayang,dokter menyarankan supaya kamu untuk menginap,besok pagi baru kita pulang"ucap mama Fida memberikan pengertian.
"oh ya sayang,kenalin,ini Tante Stevani dan om Baskoro,beliau itu teman mama Fida dan mama kamu sewaktu masih muda dulu"ucap Fida memperkenalkan orang tua Aksa.
"kenalin sayang,saya Tante Stevani,kamu cantik sekali sama seperti mama mu"ucap Stevani seraya mencium kening Anindita.
"terima kasih Tante,Tante juga tidak kalah cantik,untuk seusia Tante"ucap Anin.
"Oya ini suami Tante,om Baskoro"ucap mama Stevani memperkenalkan sang suami.
"halo nak,senang berkenalan dengan mu,pantas saja Aksa selalu menceritakan tentang mu,ternyata benar kau memang sangat cantik,seperti almarhum ah ibu mu"ucap Baskoro.
Anin mendengar seseorang menyebut mama nya membuat mendung di hati nya.
"terima kasih om"ucap nya sedih.
papa Baskoro yang bingung pun akhir nya menyadari kenapa Anin sedih setelah berkenalan dengan nya.
"oh..maaf Mak,bukan maksud om untuk buat kamu bersedih"ucap Baskoro mengelus kepala Anindita penuh dengan sayang.
"tidak apa-apa om,memang ini sudah menjadi garis nya seperti ini,terkadang,aku hanya masih belum bisa terima,kenapa secepat ini mama ninggalin aku"ucap nya yang akhir nya membuat di menangis.
"sayang,jangan nangis dong,di sini kamu nggak sendirian,masih ada mama Fida dan Kaka mu Robert.
"he'em,gak seharusnya aku bersedih,masih ada papa yang membutuhkan aku untuk saat ini,terima kasih ma,sudah mau merawat ku"ucap Anin yang memeluk mama Fida.
"ma..."ucap Anin..
__ADS_1