Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 55


__ADS_3

"Emm....anu itu,kak Aksa masih di belakang,sedang ada urusan pa"ucap Anin meyakinkan papa nya.


"Kamu sedang tidak menyembunyikan apapun dari papa kan?"tanya papa Frans curiga.


"Tentu saja tidak pa,oh ya Anin akan membereskan pakaian papa,setelah dokter visit datang,supaya kita bisa langsung pulang pa"ucap Anin mencoba menghindar dari pertanyaan-pertanyaan uang mungkin bisa membuat nya tak bisa mengelak lagi.


"Baiklah,lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan nak,maaf papa merepotkan mu"ucap papa Frans.


"Eitssss..papa ini ngomong apa,tentu saja tidak merepotkan,justru Anin senang bisa berbuat sesuatu untuk papa"ucap Anin memeluk papa nya dengan manja.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat,sejak sehabis sholat subuh di musholah,Aksa tak menampakan batang hidung nya sama sekali.hingga mama Stevani,papa Baskoro,mama Fida dan Robert tiba.


"Loh,sudah di beresin semua nya ya?"tanya mama Fida.


"Sudah mbak,tadi Anin yang membereskan nya"ucap papa Frans.


"Sudah waktu nya kita untuk pulang ma,pa?"ucap Anin.


"Baik lah ayo kita pulang"ucap robert.


Ketika semua sudah bersiap untuk pulang,ada sesuatu yang mengganjal di hati masing-masing.

__ADS_1


"Ada apa?"tanya Anin yang tiba-tiba melihat ke empat orang di hadapan nya dengan heran.


"Dimana Aksa?"tanya mereka serempak.


"A..anu,itu kak Aksa..."ucap Anin terhenti ketika pintu ruangan tersebut di buka seseorang yang tak di inginkan.


"Selamat pagi Tante,om?"sapa gadis cantik di depan mereka.


Mama Stevani,papa Baskoro,di buat terkejut,tapi tidak terkecuali dengan Robert dan Anin,sedangkan mama Fida dan papa Frans hanya bertanya-tanya siapa gadis cantik yang ada di depan mereka itu?.


"Siapa yang meminta mu datang kesini?"tanya papa Baskoro dingin.


Sedang kan mama Stevani hanya mampu menggenggam tangan suami nya yang semakin erat,karna ia menahan amarah yang sungguh besar.


Deg.,..


Jantung Anin terasa berganti berdetak sementara mendengar jawaban dari suami nya yang belum genap 24 jam lalu menikahi nya.


"Apa maksud mu Sa?"tanya Mama Stevani yang kini angkat bicara dan menatap tajam anak laki-laki nya itu.


"Ma,Lauren hanya ingin bertemu dengan ku"ucap Aksa terlihat datar.

__ADS_1


"Ma,pa,sebaik nya kita pulang,dan selesaikan semua nya si rumah"ucap Anin,yang tak mau melihat kearah suami nya.


"Baik lah sayang kita pulang dulu"ucap mama Stevani.


Mama Stevani tau apa yang di rasakan oleh menantu nya itu,tapi Anin mampu menguasai hati nya yang benar-benar hancur.


Anin berjalan mendorong kursi roda sang papa,dan melewati Aksa tanpa menyapa nya sama sekali,itu membuat Aksa merasa sedih.


"Jika kamu menyakiti Anin,maka jangan pernah kamu menginjak kan kaki mu kerumah mama dan papa,walaupun kami mati sekalipun"ucap mama Stevani mengancam Aksa dengan lirih dan menekankan intonasi nya,yang hanya bisa di dengar oleh Aksa.


"Ma..!"ucap Aksa tidak terima dengan ucapan mama nya.


"Sutttt....jangan bicara apapun lagi dengan mama"ucap mama Stevani berlalu pergi.


Mereka semua berjalan menuju parkiran.


"Ma,pa,biarkan aku satu mobil dengan kak Robert dan mama Fida"pinta Anin.


"Baik lah sayang"jawab mama Stevani.


"Anin..?"panggil Aksa.

__ADS_1


"Bicarakan saja di rumah"ucap Anin dingin tanpa melihat kearah Aksa,dan berlalu naik ke mobil di samping Robert yang berada di belakang kemudi.


Aksa merasa hati nya teremas melihat Anin bersikap dingin,tidak seperti biasa nya.


__ADS_2