
"A..apa yang dia katakan tadi.."ucap Aksa berfikir,setelah lama berfikir dia pun bergegas mengejar Robert.
Yang ternyata masih di loby menunggu mobil yang sedang di ambil anak buah nya.
Saat Robert membuka mobil hendak masuk,suara tak asing terdengar di telinga nya.
"Tunggu...?"panggil Aksa.
Robert menaikan sudut bibir nya melengkung,karna dia tau apa yang akan di lakukan Aksa.
"Ada apa?"tanya Robert.
"Aku..aku akan ikut dengan mu"ucap Aksa gugup.
"Kenapa?"ucap Robert acuh.
"Aku ingin menjelaskan pada nya tentang foto itu dan kenapa aku belum bisa menemui nya.
"Baiklah kalau begitu,masuklah"perintah Robert.
"Terima kasih"ucap Aksa.
Mereka terdiam dengan pikiran nya masing-masing,tapi berbeda dengan Aksa,kalau Robert,di tersenyum karna dia sudah mendapatkan no telfon perempuan yang selama sepekan ini memporak-porandakan hati nya.
Belum ada keberanian untuk sekedar see hai lewat chat,hari ini dia bertekad ingin mengajak nya untuk makan malam pada besok malam.
Robert:"***,Dewi sedang apa?"tanya nya
__ADS_1
Dewi:"Ini siapa?"tanya balik.
Robert:"Apakah kau tak memiliki no ku?"tanya nya.
Dewi:"jika pun aku sudah tau,tak mungkin bertanya,sudahlah,aku sedang sibuk"ucap Dewi tersenyum tipis.
Sedangkan Robert terlihat kesal karna pada umum nya,cewe Kana senang jika di chat seseorang,tapi berbeda hal nya dengan Dewi,terkesan cuek dan masa bodo.
Robert:"Ini aku Robert 😡😡"ucap nya kesal.
Dewi:"Oh..?"ucap nya cuek.
"Oh ayolah,kenapa dia terlalu cuek dan datar"batin Robert.
Robert:"apakah besok malam ada waktu senggang?"tanya nya.
Robert:"Besok aku akan menjemput mu jam 7 malam,bagaimana?"tanya Robert.
Dewi:"Tidak perlu,katakan saja di mana kita akan ketemu"ucap nya.
Robert:"baik lah,aku akan mengirimkan lokasi nya besok"ucap Robert.
Dewi:"Ok..."ucap Dewi.
Aksa yang melihat Robert,kadang senyum-senyum sendiri,kadang terlihat kesal,dia pun merasa bingung,dan bertanya pada Robert.
"Kenapa menatap ku seperti itu?"tanya Robert karna menyadari tatapan Aksa pada nya.
__ADS_1
"Aku hanya merasa,kamu seperti orang gila,karna sedari tadi aku melihat mu,dengan wajah berubah-ubah"ucap Aksa apa ada nya.
"Sialan kamu Sa,kamu kira aku gila gitu?"ucap Robert kesal.
"Mungkin saja"ucap Aksa cuek.
"Bert,apakah Anin akan menerima aku,dan akan menerima penjelasan ku"tanya Aksa meminta pendapat.
"Aku juga tidak tau Sa,karna menurut ku,Anin itu sedikit keras kepala"ucap Robert.
"terus apa yang akan kau lakukan?"tanya nya.
"Aku akan memaksa nya,jika dia tidak mau menikah dengan ku"ucap Aksa.
"Hei,itu adik,jika saja kau berani berbuat seperti itu,akan aku pastikan,kamu akan berbaring di rumah sakit"ucap Robert mengancam.
"Haha...sebegitu khawatir nya,tidak ada niat di hati ku untuk menyakiti gadis kecil ku"ucap Aksa yang tergelak.
"tunggu..tunggu,maksudmu gadis kecil,adik sudah 22 tahun Sa,bagaimana mungkin kau memanggil nya gadis kecil"ucap Robert penasaran.
"ya,dia adalah gadis pahlawan ku beberapa tahun yang lalu"ucap Aksa.
"Jangan bilang,kalau kau yang menolong Anin dengan nenek di lampu merah 10 tahun yang lalu Sa?"tanya Robert.
"He'em,bagaimana kamu tau?"tanya Aksa.
"Itu.."ucap Robert.
__ADS_1