
"Apa yang terjadi Anin?"tanya Aksa khawatir.
"A..apa ini kak,apa maksud nya ini..!!"teriak Anin.
"Apa yang terjadi sayang,aku tidak mengerti?"ucap Aksa
"Jangan berlagak bodoh kak, jelas-jelas ini kamu"ucap Anin menyerahkan ponsel nya dengan foto nya yang tengah tertidur dengan Lauren.
"Sayang,tolong dengarkan penjelasan kaka dulu,ini tidak seperti yang kau pikirkan,ini hanya jebakan sayang"ucap Aksa membujuk.
"Keluar kak!"ucap Anin.
"Tapi,sayang dengarkan aku dulu...!"ucap Aksa.
"Keluar!!!"teriak Anin.
"Tidak Nin,aku nggak akan keluar sebelum kamu mendengarkan semua penjelasan ku"ucap Aksa.
"Baik,kalau Kaka tidak mau keluar,biarkan aku yang keluar"ucap Anin yang hendak keluar,tapi di cekal oleh Aksa sedikit keras,membuat Anin meringis kesakitan.
"Sa....sakit kak"rintih nya.
"Dengarkan penjelasan kaka dulu,setelah itu akan Kaka lepaskan"ucap Aksa melonggarkan genggaman nya.
"Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi kak,foto itu sudah menjelaskan semua nya"suara Anin melemah tetapi sesaat kemudian dia pun menyentak kan tangan Aksa dengan kasar,"Aku sudah tidak peduli!!"teriak Anin dan berlari keluar.
__ADS_1
"Anin... Anin!!"panggil Aksa dan mengejar Anin yang keluar.
Anin berlari masuk ke kamar sang Kaka,dan menangis sesenggukan setelah memeluk sang Kaka.
"Kak,apa uang harus aku lakukan!!"ucap nya sambil memukul pelan dada bidang Robert.
"Hei...hei,ada apa ini Anin,kamu kenapa seperti ini?"ucap Robert yang sudah bisa menebak terjadi sesuatu.
"Aku nggak mau ketemu dia kak,aku benci dia kak"ucap Anin yang masih sesenggukan.
Robert melepas kan pelukan Anin,dan memegang kedua bahu Anin,menatap Anin yang sudah penuh dengan air mata.
"Dengar kan Kaka,jelaskan ke Kaka,apa yang terjadi?"tanya Robert lembut.
"Anin..!!"panggil Aksa,membuat Anin murka.
"keluar!!,jangan sekalipun mendekat"ucap Anin menunjuk Aksa dengan arah yang membuncah.
"Sa keluarlah,biarkan aku yang akan menenangkan Anin"pinta Robert.
"Tapi Bert,Anin salah paham"ucap Aksa sendu.
"Iya aku tau,sebaik nya kamu keluar,biarkan Anin tenang dulu,okey"pinta Robert lagi.
Dengan berat hati,Aksa meninggalkan kamar Robert menuju ruang tengah. waktu bergulir cepat hingga menunjukan pukul sepuluh malam,tapi Anin dan Robert bel juga keluar, Aksa gusar,dia mondar-mandir hingga tak luput dari pandangan mama Fida yang baru keluar dari kamar.
__ADS_1
"Sa,kenapa kamu mondar-mandir di sana?"tanya mama Fida,dan menengok kanan kiri. "Dimana istrimu?"tanya nya lagi karena tak melihat anak perempuan nya.
"Anin.."ucap Aksa ragu.
"Ada apa?,apa kalian bertengkar?"tanya mama Fida menyelidik.
"Anin salah paham ma"ucap ucap Aksa lirih.
"Terus di mana istrimu?"tanya mama Fida.
"Anin ada di kamar Robert ma dari tadi"ucap Aksa.
"Kalau begitu,mama liat Anin sebentar"ucap mama Fida meninggalkan Aksa sendiri menuju kamar Robert.
Pintu kamar Robert tidak tidak tertutup rapat,sehingga mama Fida langsung masuk kedalam tanpa mengetuk pintu.
"Bert...!!"panggil mama lirih.
Robert menoleh ke sumber suara,di mana sang mama berdiri. Robert pun menghampiri mama nya.
"Apakah Anin sudah tidur?"tanya mama Fida.
"Iya ma,seperti nya dia kelelahan menangis"ucap Robert.
"Apa yang terjadi pada mereka berdua?"tanya mama Fida penasaran.
__ADS_1