
'blush'..
Panggilan Aksa mampu membuat pipi Anin timbul rona merah.
"Kak apa aku boleh nanya sesuatu?"tanya Anin.
"Apa yang ingin kau tanyakan?"jawab Aksa.
"Apa Kaka tidak akan menyesali semua ini,jika saja Kaka menerima aku"ucap Anin lirih.
"Shuttttt....jangan mengatakan apapun,tak ada yang harus aku sesalkan,jika aku tak bersamamu,itu yang akan aku sesali,mengerti?"tutur Aksa.
"Ya"ucap Anin sambil menganggukkan kepalanya.
"Ya sudah,ayo kita temui yang lain?"ajak Aksa.
"He'em"ucap Indri mengikuti langkah Aksa yang mendekat pada Kaka dan sahabat nya.
"Ehem-ehem..cie..cie,yang habis baikan"goda Robert.
"Issh..Kaka"ucap Anin tersipu malu.
Sedangkan Gilang dan Mayang masih tetep dengan keadaan melongo,melihat lelaki tampan yang di atas rata-rata itu,sedang Gilang,sedang mengingat-ingat seperti pernah melihat lelaki yang sedang bersama Anin tersebut.
Setelah mengingat,Gilang terlihat heboh.
"brakk..."Gilang mengebrak meja membuat semua yang ada di situ di buat nya terkejut.
"Gilang,apa yang kau lakukan"ucap Mayang yang memukul lengan Gilang cukup keras.
__ADS_1
"Auw...sakit tau May!"seru Gilang.
"Anin,bukan kah laki-laki ini yang ada di dalam mobil waktu kamu berada di Lombok kemarin?"tanya Gilang menunggu jawaban.
"Emmmm,"gumam Anin bingung ingin menjawab apa,tapi setelah mendengar jawaban Aksa,membuat Mayang,Dewi dan Gilang terkejut.
"Ya,aku calon suami Anin"jawab Aksa tegas.
"Apa?"ucap mereka bertiga bersamaan.
"Anin,apa ada yang ingin kau jelaskan pada kami?"tanya Dewi menatap intens sahabat nya tersebut.
Merasa terintimidasi oleh para sahabat nya,akhir nya Anin menceritakan,apa yang terjadi di Lombok,dan yang mengharuskan mereka menikah.
"Alhamdulillah"ucap mereka serempak setelah mendengar cerita Anin.
"Apa maksud kalian?"tanya Anin kesal.
"Iya karna sebentar lagi temen kita nikah"ucap Mayang.
"Atau jangan-jangan,kamu tidak mau menikah dengan kak Aksa?,kalau kamu tidak mau,biar aku saja ya Nin"ucap Mayang menggoda Anin.
Anin melototi Mayang dengan tajam,bak dia ingin mencabik-cabik tubuh sahabat nya itu.
"Sudah-sudah,ayo makan dulu,nanti keburu malam"ucap Robert,mengalihkan topik.
Dewi yang dari tadi hanya menunduk membuat Anin ingin menggoda nya.
"Dew,kenapa dari semenjak kedatangan kak Robert dan kak Aksa seperti nya kamu hanya diam saja"ucap Anin tersenyum.
__ADS_1
"Ah...apa?,oh..mungkin itu hanya perasaan kamu aja kali Nin"ucap Dewi gugup.
"Beneran kamu nggak apa-apa?"tanya Anin lagi.
"Iya aku nggak apa-apa"jawab Dewi.
Robert hanya sesekali melirik Dewi,membuat nya tak bisa menahan senyum nya.
"Kak Robert,bagaimana ke Arin di Lombok,sudah di cariin jodoh belum sama Anin?"tanya Gilang di sela makan malam mereka.
"ckck...kamu ini,mana ada Kaka di cariin jodoh,kamu kan tau sendiri,malah dia yang mau nikah duluan"ucap Robert berdecak ulah pertanyaan Gilang.
"Hehehe..siapa tau ada yang mau sama kak Robert?"goda nya lagi.
"Idih...mana ada yang mau sama om om begitu?"sindir Aksa membuat semua nya terbahak.
"Sialan kamu Sa,emang nya cuma kamu doa g yang laku,coba aja gak ada kejadian kaya gitu kemarin,aku rasa kita sama jadi om om tampan"ucap Robert membuat semua nya tambah terbahak-bahak.
"Issh..Kaka kenapa bahas itu lagi sih"ucap Anin cemberut.
"Iya..iya,Kaka minta maaf,laki mu itu bikin Kaka kesal"ucap Robert melirik Aksa.
Waktu berlalu,kini sudah menunjukan jam 9:30 malam,waktu mereka untuk berpisah.
"kalian tadi kesini naik apa?"tanya Robert.
"Aku sama Dewi naik taksi kak,kalau Gilang bawa mobil sendiri?"jawab Mayang.
"kenapa kalian tidak nebeng Gilang tadi?tanya Robert.
__ADS_1