Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 92


__ADS_3

"Aku ingin begini dulu mas"ucap Anin yang enggan melepaskan pelukan nya.


Malam ini adalah hari di mana malam terakhir Anin di kota A.


"Baiklah lakukan sesukamu,tubuhku,hatiku,jiwaku semua adalah milik mu"ucap Aksa terlihat pasrah.


"mas?"panggil Anin


"Ada apa?"tanya Aksa.


"Berjanjilah tidak akan meninggalkan aku"ucap Anin.


"Bukan nya kamu yang akan ninggalin aku besok?"tanya Aksa menggoda.


"Ish...aku serius"ucap Anin memukul dad bidang Aksa.


"Tak ada terbersit sedikitpun di hatiku untuk meninggalkan mu Nin,apalagi sekarang sudah ada dua nyawa di sini"ucap Aksa yang mengelus perut Anin. "Tak ada alasan buat aku ninggalin kamu,kecuali kamu yang ninggalin aku"ucap nya lagi menatap wajah sang istri.


Anin tersenyum lalu mengelus rahang tegas sang suami dengan penuh sayang.


"Terima kasih,sudah jadi laki-laki yang terhebat"ucap Anin.


"Aku bukan lah siapa-siapa tanpa mu sayang,sampai raga ini tak bernyawa aku akan selalu menyayangi dan melindungi kalian"ucap Aksa mengerat kan pelukan nya.

__ADS_1


Anin dan Aksa terbelenggu dengan keadaan di mana mereka akan berjauhan. Tapi bukan berarti cinta mereka akan lekang oleh jarak yang memisahkan mereka.


Pagi menyapa,sinar mentari telah meninggi,menyambut pagi pasangan suami istri yang masih betah bergelung di bawah selimut. Merasa terganggu tidur nya,Aksa pun bangun terlebih dahulu.


"Astaghfirullah,sudah jam tujuh"ucap Aksa berjingkat kaget.


"Ada apa mas"suara serak khas bangun tidur dari Anin.


"Sudah jam tujuh sayang,bukan nya kamu mau ada penerbangan ke kota T?"tanya Aksa.


"Iya tapi jadwal nya jam sebelas siang mas,kenapa kamu yang panik begini?"ucap Anin beranjak dari tidur nya bersandar pada head board.


"Masya Allah sayang,mas hampir jantungan"ucap Aksa mengelus dada nya.


"Pagi anak-anak Dady?"sapa Aksa mengelus perut Anin.


"Kamu mau sarapan apa sayang?"tanya Aksa.


"Aku mau makan sambel terasi, goreng ikan asin sama tembusan daun singkong ya mas"ucap Anin.


"Makanan apa itu sayang,nggak boleh,nanti anak-anak Dady nggak sehat"ucap Aksa menolak permintaan sang istri.


"Mas,itu makanan favorit aku,aku mau itu ya,kalau nggak mau nurutin,aku mau telfon kak Farel aja"ucap Anin hendak mengambil telfon,dan langsung di tahan oleh Aksa

__ADS_1


"sebentar aku tanya dulu sama mbok Sayem,ada nggak makanan yang kamu minta"ucap Aksa yang turun dari kasur dan berjalan keluar.


Anin tak tinggal diam,dia mengikuti sang suami nya.


"mbok!!"panggil Aksa.


"Iya nak Aksa,ada yang bisa bibi bantu?"tanya mbok Sayem.


"Apa ada makanan...?,tadi makanan apa ya?"ucap Aksa berhenti karna lupa dengan pesanan sang istri.


"Makanan apa nak?"tanya mbok Sayem.


"Sambal terasi,ikan asin goreng,sama rebusan daun singkong mbok"saut Anin di belakang Aksa.


"Loh...loh,kamu kok malah turun sayang"ucap Aksa menghampiri sang istri dan memapah nya.


"Mas aku nggak sakit,nggak usah di papah segala"ucap Anin.


"Siapa bilang kamu sakit sayang,mas cuma nggak mau kamu kepleset aja"kilah Aksa.


"Gimana mbok,ada bahan nya nggak,biar aku yang masak sendiri"ucap Anin.


"Nggak boleh,biar mbok aja yang masak"sangkal Aksa.

__ADS_1


"Ada non,nanti bibi buatkan"ucap mbok Sayem memulai masak apa yang di inginkan oleh Anin.


"Mas,biarkan aku membuat sambel nya ya"pinta Anin


__ADS_2