Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 58


__ADS_3

"Kalian sudah selesai"tanya mama Fida menoleh keasal suara yang menimpali omongan mama Stevani.


"Sudah ma"jawab Robert.


"Ya sudah kalian selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin,papa dan mama akan pamit pulang dulu ke rumah"ucap mama Stevani.


"kenapa buru-buru jeng?"tanya mama Fida.


"Tidak jeng,hanya saja papa nya Aksa ada pekerjaan"ucap mama Stevani.


"Oh begitu?"ucap mama Fida manggut-manggut.


"Sa,papa harap masalah kalian cepat selesai"pesan papa Baskoro.


"Iya pa"ucap Aksa menganggukkan kepalanya.


"Sayang,jika Aksa masih menyakitimu,kasih tau mama ya nak"ucap mama Stevani pada Anin.


"Iya ma"ucap Anin singkat dan melirik Aksa dengan enggan.


"Jaga diri baik-baik ya nak"pesan papa Baskoro mengelus kepala sang menantu.


"Iya pa,..mama dan papa hati-hati di jalan,kalau sudah sampai kabari Anin ya pa,ma"ucap Anin.

__ADS_1


"Iya sayang, assalamualaikum"ucap mama Stevani.


"wa'alaikum salam"ucap semua nya.


Setelah kepergian orang tua Aksa,Robert pun pamit untuk menuju ke kantor,karna ada hal penting yang tidak bisa di tinggalkan.


"Ma,aku ke kantor ya,ada pekerjaan penting"pamit Robert.


"Iya nak hati-hati di jalan"ucap mama Fida.


"Iya ma"jawab Robert. "Aksa,Anin,aku pamit duluan ya,ada pekerjaan di kantor"pamit nya pada kedua pasutri itu.


"Iya kak"jawab Anin di ikuti anggukan dari Aksa.


"Sebaik nya kalian istirahat,pasti kalian lelah,karna semalam menjaga papa kalian di rumah sakit"pinta mama Fida.


"kalau begitu mama ke kamar dulu,kalian masuk lah ke kamar yang biasa di tempati oleh Anin"ucap mama Fida.


"Iya ma"jawab Aksa lagi.


Setelah kepergian mama Fida,Anin meninggalkan Aksa sendiri,tapi sesaat kemudian Aksa mengekor Anin dari belakang,sesampai nya di kamar,Anin masuk kamar mandi membersihkan diri.


Aksa bisa melihat bahwa Anin enggan untuk berbicara dengan nya.

__ADS_1


"Mau mulai dari mana aku mengatakan nya?"gumam Aksa. "Apakah Anin akan menerima penjelasan aku,atau aku jujur saja dengan Anin,tapi...tidak..tidak,tunggu waktu yang tepat saja,saat Robert berhasil membongkar nya saja"gumam nya lagi.


'ceklek'


Pintu kamar mandi terbuka,Anin keluar dengan wajah segar nya.


"Anin,apa kamu masih marah pada ku?"tanya Aksa.


Tak ada jawaban apapun dari Anin.


"Anin,tolong jangan marah sama aku ya,aku mohon,aku benar-benar mencintaimu,sungguh!!"ucap Aksa menyakinkan Anin.


"Berhenti membual,sebaik nya selesaikan masalah mu dengan wanita mu,aku tidak peduli apapun yang berhubungan dengan mu,sekarang jalani hidupmu sendiri,aku akan menjalani hidup ku sendiri,jangan menganggu apapun yang aku lakukan"ucap Anin dingin.


"Tidak,aku tidak mau,kamu istri ku,kamu tanggung jawab ku,ayolah sayang jangan seperti ini,ini tidak seperti yang kau pikirkan,aku benar-benar mencintaimu,dia hanya masa lalu ku dan aku sudah melupakan nya,sungguh Nin!!"ucap Aksa membujuk.


"Aku tidak perduli,oh ya mulai besok tidak usah menyuruh orang untuk mengawasi ku,apa itu hobi baru mu,untuk mengintiti ku?,oh atau jangan-jangan.."ucap Anin.


"Cukup Anin!!"bentak Aksa mencekam dagu Anin dengan sedikit keras. "aku mencoba mengalah dengan sikap mu yang di gin itu,tapi kamu semakin berani membantah ku,aku suami mu,aku berhak mengikuti kemanapun kau pergi"ucap nya lagi.


"Apa kau pikir,aku hanya pria yang hanya bisa bercanda,aku pun bis lebih kejam dari apa yang kau bayang kan,jika kamu masih bersikap seperti ini,jangan salahkan aku bersikap lebih kasar dari ini"ucap Aksa menghempaskan dagu Anin hingga membuat nya berdesis.


"Brengsek kamu Aksa,kamu yang mulai semua nya,apa kamu pernah berpikir,bagaimana hatiku hancur saat kau menodai ku,bahkan aku lebih hancur dengan kedatangan wanita,yang katanya membuat mu muak,tapi apa selanjutnya,kau memperlakukan nya seperti orang yang kamu hargai melebihi harga diri ku!!"teriak Anin dan hendak berjalan keluar kamar,tapi di cekal oleh Aksa dengan kencang.

__ADS_1


"Sa...sakit,lepaskan!"ucap Anin kesakitan.


"Tidak akan!"ucap Aksa melembut tapi di mengendurkan tangan nya.


__ADS_2