Terpaksa Menikah Karena Di Jebak

Terpaksa Menikah Karena Di Jebak
bab 7


__ADS_3

"jaga ucapan mu Fida,jika saja kau bukan..ah sudah lah tanda tangan di sini?"ucap Ramon menyerah kan sebuah file yang menyatakan bahwa surat pengalihan aset Frans Handoko telah sah menjadi milik Ramon Abraham


"mana sertifikat rumah Frans?"tanya Fida


"ini surat-surat rumah tuan Frans Handoko"ucap pengacara tersebut


setelah di periksa oleh Fida,mereka pun pergi setelah mendapat tanda tangan ahli waris Anindita Putri Handoko.


"selamat pagi menjelang siang nyonya?"ucap dokter Feri


"siang dokter"ucap Fida


"boleh saya periksa nona Anindita?"tanya dokter


"tentu saja boleh dokter,itu memang pekerjaan dokter,nanti kalau saya yang periksa deteksi nya lain dok!"canda Fida


"hahahaha...ya ya benar juga kata nyonya!"ucap dokter Feri"kalau begitu saya periksa dulu ya Anin"ucap nya lagi,


setelah beberapa saat dokter feri pun telah selesai memeriksa keadaan Anindita


"bagaimana dok,dengan luka bekas operasi nya?"tanya Fida


"Alhamdulillah nyonya,sudah lebih baik,tpi untuk ingatan sepertinya agak sulit untuk sembuh kecuali ada keajaiban dari Allah"ucap dokter


"ya mudah-mudahan ada mukjizat dari Allah SWT dok"ucap Fida


"Anin apakah ada keluhan lain yang kamu rasakan?"tanya dokter


"tidak dok,sejauh ini saya masih baik-baik saja dok"ucap Indri


"dokter bolehkah saya meminta surat pemindahan pasien kerumah sakit di kota T?"tanya Fida


"kenapa harus pindah nyonya,jika perawatan di sini memadai,lagian ini kan rumah sakit tuan Frans"ucap dokter


"say tidak bisa jika harus di sini terus menerus dokter,saya juga harus mengurus keluarga saya?"ucap Fida


"bukan nya di sini ada keluarga tuan Frans untuk mengurus nona Anin dan tuan Frans jika nyonya Fida ada keperluan di kota T?"ucap dokter


"dokter paman saya telah merampas semua harpa papa saya,maka dari itu kami harus pindah dari kota ini nanti sore,jadi dok bisa atau tidak buat surat pemindahan pasien?"tanya Anin


"baik lah kalau itu memang keputusan kalian nanti akan saya buatkan pemindahan pasien,akan saya rekomendasikan dokter agung yang akan menangani tuan Frans di sana?"ucap dokter feri

__ADS_1


"terima kasih banyak dokter"ucap Anindita dan Fida bersamaan


"sama-sama,kalau begitu saya permisi,nanti surat yang anda minta akan saya buat,dan di antar asisten saya?"ucap dokter feri kemudian berlalu pergi


"tante,sebaik nya kita pulang dulu,buat beres-beres baju aku sama papa"ucap Anin


"baiklah,ya sudah sebaik nya kita beres-beres di sini dulu"ucap bibi Fida


setengah jam berlalu kini mereka melangkah keluar kamar menuju ke basman di sana sudah di tunggu supir


"siang nyonya"ucap Gareng


"siang pak,maaf agak lama,tadi ada urusan di dalam"ucap Fida


"tidak apa-apa nyonya"ucap pak Gareng


"kita menuju kediaman tuan Frans Handoko pak"ucap Fida


"baik nya"ucap pak Gareng


selama perjalanan pulang tidak ada satu pun yang berbicara hanya suara deru mobil yang membelah jalanan yang masih sepi karna ini masih dijam kerja.


tak berselang lama mobil pun berbelok kerumah yang tidak terlalu besar namun sangat mewah,dengan ornamen-ornamen nya yang pas di pandang mata


"iya sayang ini rumah milik papa dan mama mu,mereka merintis karirnya mulai dari nol,sedangkan paman mu itu berada di bawah naungan orang tua mu,siapa sangka kalau paman mu akan menusuk papa mu dari belakang"ucap Fida


"sudah lah bibi,mungkin memang Rizky ayah sampai di sini,setelah nya itu Rizky punya paman Ramon"ucap Anin


"kau seperti mama mu yang selalu mengalah pada siapa pun,bibi bangga pada mu nak,biarpun kamu anak orang kaya tapi akhlakmu dan tata kramamu mengingatkan bibi pada mama mu"ucap Fida meneteskan air mata nya


"sudah bi,mama sudah tenang di sisi Allah,sekarang kita cukup mendoakan saja,ya sudah ayo kita masuk?"ajak anin


"baiklah,bibi akan tegar seperti kamu"ucap bibi Fida seraya berjalan beriringan dengan Anin


"ayo bibi bantu buat bawa barang-barang yang akan di bawa ke kota T nanti,"ucap bibi Fida


"baiklah bi,terima kasih"ucap Anin


"iya sayang,Robert nanti pasti senang karna kamu datang kerumah"ucap bibi Fida tersenyum senang


"apakah Robert tidak marah bi,jika aku tinggal dengan bibi dan Robert nanti?"tanya Indri ragu

__ADS_1


"hahaha..kamu itu ada-ada saja,bahkan Robert lebih sayang dengan kamu nin,bila perludia akan pasang badan jika ada apa-apa dengan mu,apalagi dia sekarang pria muda terkaya di kota T"ucap Fida,


"benarkah bi?"tanya Indri berbinar


"iya sayang,Robert dari kecil menjaga kamu dari gangguan anak laki-laki yang sering jail kepadamu"ucap bibi Fida membuat Anin tersenyum senang,


"sudah beres Bu,aku akan membereskan baju ayah dulu"ucap Indri


"ayo bibi bantu"ucap Fida


"tidak usah bi,tidak banyak kok barang papa yang akan aku bawa"ucap Aninsebaik nya bibi mandi terus istirahat"ucap nya lagi


"ya sudah kalau gitu bibi ke kamar tamu yang kemarin bibi tempati ketika pulang kesini"ucap bibi Fida


"baik lah,ayo bi kita keluar bareng,"ucap Anin


yang di angguk i oleh bibi Fida


'jeglek' Anin mulai membuka kamar sang papa dan mama tempati Selma ini,dia mengedari,seluruh isi kamar,setelah melihat foto sang mama dan papa duduk di taman dengan saling berhadapan


dia pun luruh ke lantai,dan memeluk foto mama dan papa nya


"ma,kenapa mama ninggalin Anin sendiri,ma kini Anin harus berjuang sendiri,ma harus sampai kapan Anin harus pura-pura kuat di hadapan semua orang padahal Anin rapuh ,Anin butuh mama sama papa,sekarang apa yang harus Anin lakukan,siapa yang akan menghibur Anin di kala Anin sedih?,siapa yang akan menuruti ingin nya Anin ketika Anin manja,"keluh Anin 😭😭 pilu meratapi kehidupan nya,"huftttt"Anin menarik nafas nya kemudian menghembuskan nya dengan perlahan "aku harus semangat,demi papa,sekarang yang bisa membuat ku bertahan hanya papa dan orang-orang yang menyayangiku"ucap Anin menyemangati diri nya sendiri,


kini Indri memasukan barang-barang milik ayah nya,dia mencoba mencari dokumen-dokumen rahasia yang di simpan di brankas di dalam lemari,Anin menemukan beberapa aset perusahaan anak cabang yang ada di kota T,"ini bukan nya surat-surat penting papa,sebaik nya aku akan tunjukan pada kak Robert ketika aku sampai di sana.


kini dia sudah selesai packing nya,dia pun kembali ke kamar sebelum nya mengantarkan koper di depan pintu ruang tamu,dia pun menuju kamar mandi dan beristirahat.


di tempat lain kini Veronika sedang menangisi keadaan nya"apa yang Abang lakukan padaku,aku kotor,aku jijik dengan diriku sendiri"ucap Veronika frustasi


"maaf kan Abang Vero,Abang akan bertanggung jawab dengan apa yang Abang perbuat sama kamu,Abang benar-benar jatuh cinta sama kamu"ucap Jeri


"tapi nggak harus dengan cara seperti ini bang"ucap Vero sedih


'kring' suara tlfon dari handphone Veronika memutus pembicaraan mereka berdua


"ya hallo Vi,ada apa"tanya Vero dengan suara parau


💞🌹🌹hai hai,maaf ya,kemarin gak sempat update karna author masih ngurusin keponakan,karna mertua author sedang di rawat di rumah sakit,jadi author di suruh jagain anak-sedangkan iparku yang jaga di rumah sakit,do'ain ya semoga lekas sembuh,jangan lupa juga buat like komen dan vote nya🌹🌹💞


i love you

__ADS_1


by:Agus indrawati


__ADS_2