
"Cetak" suara pintu terbuka.
"Ka...kalian..?"ucap Anin dalam hati terkejut.
"Kenapa,kamu kaget ya?"tanya salah satu diantara mereka berdua.
"Apa mau kalian?,tolong lepasin aku,aku salah apa kak?"tanya Anin.
"Kamu nanya,kamu salah apa?,akan aku beritahu,yang pertama,kamu merebut Aksa dari ku"ucap Lauren.
"Dan yang kedua,kamu merebut kebahagiaan keluarga ku"timpal Veronica.
"Tidak ada yang aku rebut dari kalian,asal Kaka tau,kak Aksa yang mengejar ku, bukan aku!!"ucap Anin sedikit kencang.
'plakk'
Satu tamparan keras dari Lauren.
"Berani sekali kamu berteriak di depan ku"ucap Lauren tak kalah kencang.
"Apa yang ingin kau lakukan Vero?,aku saudaramu,kenapa kau melakukan ini?"ucap Anin menatap sendu pada saudara perempuan nya itu.
__ADS_1
"Kau yang membuat aku begini kak,kau wanita ******"ucap Vero membentak Anin.
"Tutup mulutmu Vero!"ucap Anin teriak.
"Kenapa,memang itu kan julukan yang pantas buat kamu,Karan kamu sudah membuka ************ mu kepada laki-laki yang belum menjadi suami mu"ucapan Vero menampar keras hati nya,Anin menunduk malu.
"Kenapa?,benarkan apa yang aku katakan,asal kau tau kak,aturan aku yang bersama dengan Aksa waktu itu,tapi kenapa kau?!"teriak Vero.
"Tidak Vero,aku pun tidak ingin semua ini terjadi kepada ku,"ucap Anin menggeleng kepala nya. Sesaat kemudian dia mendongak kan kepala nya menatap Vero. "Jangan bilang bahwa kamu yang sudah menjebak ku?"tanya Anin penuh selidik.
"Dasar wanita bodoh,kau Mamang sangat mudah di bodohi"ucap Vero berkelakar.
"Bagaimana kalau kita bunuh lalu,kita buang di tebing sekitar sini?"ucap Vero.
"Tidak...!,jangan lakukan itu,aku mohon,tolong lepaskan aku,aku akan membebaskan kalian,aku janji tidak akan melaporkan kalian pada polisi"ucap Anin yang mulai ketakutan.
"Hahahaha....benarkah begitu?"ucap Lauren dengan tertawa sumbang.
"Sayang nya kami tidak peduli"ucap Vero menimpali.
"Aku mohon Vero,hentikan,kenapa kau selalu jahat pada ku,apa salahku"tanya Anin lagi.
__ADS_1
"Kenapa?..kenapa?,apakah itu saja yang ada di otak mu,kau merebut kasih sayang mama ku,kau merebut kasih sayang Robert dari ku"bentak Vero.
"Tidak Vero,Tante Siska memang sayang kepada ku,tapi beliau lebih sayang pada mu Vero,hanya saja tingkahku yang membuat kak Robert menjauh darimu"ucap Anin lirih.
"Jadi kau menyalahkan aku,hah"bentak Vero.
"Akhhhh...!!"teriak Anin saat rambut nya di Jambak Vero. "Sa...sakit Vero"ucap Anin menahan perih di kepala,karna serasa rambut nya terlepas dari kepala.
Anin kesakitan atas siksaan yang di lakukan oleh Lauren dan Veronika,kini Robert dan yang lain nya sedang bingung mencari keberadaan Anin.
Aksa langsung terbang ke kota T sejak di kabari Anin di culik,kini Aksa sedang bersama Robert menuju di mana Anin di tahan,berkat bantuan hacker yang melacak cctv jalan.
"Lebih cepat Bert,aku tidak Anin dan anak-anak ku kenapa-napa"ucap Aksa panik.
"Aku sudah coba untuk melajukan mobil nya dengan cepat,sebentar lag lagi kita akan sampai"ucap Robert ikut kesal,karna Aksa tak henti-hentinya berbicara.
"Jika saja istri dan anak-anakku kenapa-napa,akan ku bunuh kalian berdua"ucap Aksa berapi-api.
Tak lama kemudian mobil yang di kendarai Robert berhenti di pelataran yang luas,hanya ada rumah minimalis yang seperti nya lama tak berpenghuni.sebelum mobil terparkir dengan sempurna,Aksa sudah turun lebih dulu.
"Aksa..!"panggil Robert terkejut dengan tingkah adik ipar nya itu.
__ADS_1