
"maaf kan Abang Veronika ,Abang akan bertanggung jawab dengan apa yang Abang perbuat sama kamu,Abang benar-benar jatuh cinta sama kamu"ucap Jeri
"tapi nggak harus dengan cara seperti ini bang"ucap Vero sedih
'kring' suara tlfon dari handphone Veronika memutus pembicaraan mereka berdua
"ya hallo Vi,ada apa"tanya Vero dengan suara parau
"Lo dimana?,ini udah jam berapa,sekarang kan waktunya Lo syuting iklan,Vero!!!"sarkas Vivi sang asisten nya
"iya maaf,gue kesana setengah jam lagi"ucap Varo
"sebenar nya Lo di mana?"tanya Vivi,"mau gue jemput nggak?"tanya nya lagi
"gak usah Vi,ya udah gue siap-siap dulu,gue matiin tlfon nya?"ucap Vero yang langsung mematikan telfon nya,tanpa suara ia menuju kamar mandi dan bersiap kini ia melangkah ke lobi menunggu pesanan taxi online yang sudah ia pesan setelah menerima telfon dari Vivi.
'brakk'vero menutup pintu mobil tanpa menghiraukan jeri yang meneriaki nya,pandangan mata Vero terasa kosong
"pak tolong berhenti di apotek sebentar ya pak,saya mau beli obat"ucap Veronika
"baik non"ucap sopir taxi
setelah membeli obat kontrasepsi,akhirnya Vivi kini tiba di gedung Zamrud Corp's yang di buat untuk melakukan syuting iklan
"huftttt..akhir nya Lo Dateng juga,untung kru yang lain belum pergi,tadi hampir aja kontrak di batalkan karna tidak kedisiplinan Lo!"ucap Vivi kesal
"sorry,gue tadi kesiangan mungkin karna kecapean"ucap Veronika
"emang nya Lo gak pulang?"tanya Vivi
"emmm"gumam Vero
"ayo..ayo take,siapkan semua kamera nya dan sample produk yang akan di pakai buat syuting dan skenario nya"ucap jeri yang baru saja tiba
"wah bang jeri ganteng banget apa lagi keliatannya dia dalam mood yang bagus,"ucap Vivi
"Vero kamu sudah siap?"tanya jeri
Vero yang bengong akhirnya di senggol oleh Vivi
"Vero!,Lo kenapa sih dari tadi Lo diem aja gak kaya biasa nya?"tanya Vivi
"eh..tidak..tidak apa-apa,mang ada apa?"tanya Vero
__ADS_1
"noh,di panggil bang jeri!!"ucap Vivi menunjuk dengan bibir nya mengarah jeri,seketika Vero memalingkan wajah kearah jeri.
"i..iya bang ada apa?"ucap Vero gugup
"kenapa kamu gugup begitu?,aku cuma nanya kamu sudah siap belum"ucap jeri tersenyum lembut.
Pov author:
inget ya,di sini jeri benar-benar orang baik,yang mana konon katanya produser biasa nya suka main wanita,apalagi wanita itu ingin menunjang karirnya supaya lebih cepat,dan tanpa repot-repot bekerja keras jadi jangan ngehujat jeri ya,kalau Vero ini sebenar nya anak yang baik tidak jahat,ya sekali-kali ia jahat itu karna hasutan dari sang papi.
"emm..sudah bang"ucap Vero
"ya sudah ayo kita mulai"ajak jeri
"he'em"gumam Indri mengangguk dan beranjak dari tempat duduk nya
dalam proses pembuatan iklan itu Vero tidak fokus,jadi harus berulang-ulang untuk syuting.
"kamu kenapa sih Ver,kok tumben-tumbenan kaya gini?"tanya Vivi
"bisa nggak kalau iklan nya kita tunda?"tanya Vero
"mana bisa,ini kan iklan punya Zamrud Corp's,kita tidak bisa se enaknya saja,apalagi di belakang Zamrud Corp's ada (AMG Company) punya tuan Faiz Aksa Abi Manyu
"ya"ucap Vero singkat.vero sibuk dengan pekerjaan nya dia sedang tidak fokus karna kejadian semalam bersama sang produser nya sendiri yaitu jeri
...****************...
kini Anin berada di kota T bersama sang papa yang di boyong oleh bibi Fida kemaren sore berangkat dari kota A,di sepanjang perjalanan menuju kota T,Anindita mencoba mengingat kenangan yang terus datang dalam mimpi nya dimana dia selalu bermimpi tentang dia dan sang ibu di waktu kecil,dia bertemu dengan anak laki-laki lebih dewasa dari dia, anak laki-laki itu selalu berkata" aku akan datang membahagiakan mu"hanya itu yang selalu di dengar dalam mimpi
"sebenar nya siapa laki-laki itu?"tanya Anin dalam hati"kenapa dia selalu datang di mimpi ku?"ucap nya lagi bergumam
""Anin,barusan ngomong apa?"tanya bibi Fida
"eh..nggak bi"ucap Anindita tersenyum malu karna kepergok bicara sendiri
"kenapa mukamu jadi merah begitu ndok"ucap bibi Fida
"emm...tidak bi,hanya saja ruangan nya agak panas"ucap Anin
"panas?"tanya bibi Fida "inikan AC nya udah di gedein ndok,kok masih panas,bibi aja kedinginan"ucap nya lagi
"hehehe,mungkin aku aja yang ngrasain panas"ucap Anin cengengesan.
__ADS_1
"sekarang jam berapa ndok"tanya bibi Fida
"sudah hampir jam lima pagi bi"ucap Anin
"mungkin Robert sudah menunggu di bandara"ucap bibi Fida
"bukanya kak Robert di kota Bu"tanya Anin
"benar sayang,setelah dia tau kamu ikut bibi,dia pulang untuk menjemput kita"ucap bibi Fida
"tapi,aku tidak ingat wajah Kaka bi?"ucap Anin sedih "kalau Kaka kecewa sama aku bagaimana bi?"ucap nya lagi
"tidak akan sayang,Robert sudah tau tentang keadaan mu saat ini,bibi berharap dengan berjalan nya waktu ingatan mu kembali lagi"harapan bibi Fida
"aamiin bi,semoga saja"jawab Anin
kini mereka telah turun dari pesawat,dan kini duduk di ruang tunggu untuk di jemput Robert yang sedang dalam perjalanan
"kita tunggu dulu sebentar lagi,Robert nya masih di jalan katanya,kejebak macet"ucap bibi fida
"kalau begitu Anin ke toilet dulu ya bi"ucap Indri
"ya, hati-hati ndok,awas nanti kesasar hehehe"ucap bibi Fida menggoda Anin
"ih bibi bisa aja"ucap Indri berlalu pergi
ketika hampir sampai pintu tiba-tiba badan nya limbung karna ke senggol orang lain untuk menghindari itu,tapi malah menabrak seseorang
'bugh' suara pantat mendarat dengan sempurna di lantai "auw" ucapnya orang itu merintih
"maaf...maaf tuan,saya tidak sengaja,niat nya saya menghindar dari orang tua tadi yang hampir menabrak saya,malah saya nabrak anda!"ucap Indri dan membantu berdiri
"apakah tuan ada yang terluka?"tanya Indri khawatir,"ah seperti nya anda tidak apa-apa,jadi kalau begitu permisi,oh ya maaf atas kejadian barusan"ucap nya lagi tanpa menunggu jawaban dari orang itu pergi begitu saja.
Azam yang yang shock atas sikap wanita yang baru kali ini tidak melihat diri nya sama sekali hingga ia melihat kearah kaca
"Beri apa aku tidak tampan hingga ada wanita yang tak memandangku sama sekali
๐๐น๐นhai-hai maaf ya aku lagi kejar kejaran waktu,karna di rumah nungguin mertua yang lagi sakit,jangan lupa like komen vote๐น๐น๐
i love you all
by Agus Indrawati.
__ADS_1