
"Mana bisa begitu,begini saja,sebaik nya kamu tinggal di rumah Tante saja,bagaimana?"tanya mama Fida.
"Tapi Tante..."ucap Dewi.
"Benar kata mama,Dew"ucap Robert membenarkan.
"Tapi tidak dengan kamu Bert,kalau Dewi pindah di sini kamu harus tinggal di salah satu apartemen mu,kalaupun kamu mau tinggal di sini sebaik nya kau cepat menikah dengan Dewi"sarkas mama Fida.
"Kenapa begitu ma, aku ini anak mu Lo,masa iya aku di usir dari rumah sendiri?"ucap Robert.
"Pikir saja sendiri"ucap mama Fida cuek.
"Dew,bantu aku"rengek Robert pada Dewi.
"Tante,sebaik nya,saya pulang saja,saya tidak mau Tante mengusir kak Robert karna saya"ucap Dewi.
"Bukan begitu konsep nya Dew"ucap Robert menekankan ucapan nya.
"Maksud nya aku hanya ingin tinggal di sini bersama kamu,walaupun kita tidak tidur bersama"ucap Robert berbisik.
Dewi melotot pada sang kekasih dan menghadiahi cubitan mesra di pinggang kekasih nya.
"Auw....auw...sayang sakit,tolong lepasin ya?,aku minta maaf"ucap nya lirih menahan perih cubitan sayang dari kekasih.
__ADS_1
"Syukurin,itu azab laki-laki mesum"ucap mama Fida.
"Ish mama,sama anak sendiri jahat banget"ucap Robert.
Dari arah belakang,pelayan datang menghampiri mereka.
"Bu,makan malam nya sudah siap"ucap pak Tejo.
"Oh ya terima kasih pak Tejo,kami akan melakukan sholat Maghrib dulu"ucap Fida.
"Iya Bu,kalau begitu saya permisi"ucap pak Tejo berlalu pergi.
"Ayo sayang kita sholat dulu,setelah itu makan malam. Nggak kerasa ngobrol sampe gak liat waktu,tau-tau udah malam saja"ucap mama Fida menuntun Dewi menuju tempat beribadah.
"Alhamdulillah,masih di beri umur panjang,hingga kita bisa menunaikan kewajiban kita"ucap mama Fida.
"Iya ma"ucap Robert.
"Iya Tante"ucap Dewi bersamaan dengan Robert.
"Ya sudah ayo kita makan malam dulu"ajak mama Fida.
mereka bertiga berjalan menuju meja makan,di sana sudah tertata rapi dengan berbagai menu,untuk menyambut kedatangan calon menantu keluarga Albino.
__ADS_1
"Wah sejak kapan ini meja makan penuh dengan makanan sebanyak ini?"tanya Robert.
"Semenjak hari ini dan seterus nya,karna menantu mama yang akan tinggal di sini"ucap mama Fida. "Bert, ngomong-ngomong om kamu kok belum pulang?"ucap nya lagi.
"Coba aku telfon Almond dulu ma"ucap Robert mengambil handphone nya di saku celana nya.
"Tut...Tut... Tut"
"Hallo, assalamualaikum Bert"jawab dari sebrang.
"Di mana om sekarang,kenapa kamu belum mengantarkan om Frans pulang"tanya Robert.
"Oh,ini aku lagi di jalan,tadi om Frans ada urusan sama temen nya"ucap Almond.
"Ya sudah kalau begitu, hati-hati di jalan"pesan Robert.
Setelah mematikan telfon Robert melanjutkan makan malam setelah menjelas kan pada mama nya. Mereka makan dengan penuh hikmat,hingga semua makanan yang ada di piring masing-masing tandas tak tersisa.
Namun di lain tempat,Aksa dan Anin yang baru selesai dengan aktifitas ranjang nya,kini Aksa dan Anin sedang saling memeluk satu sama lain dan masih dalam keadaan bugil,tapi mereka belum terlelap,masih berbincang penuh keromantisan,dengan Anin yang memeluk sang suami begitupun dengan Aksa yang sesekali mencium pucuk kepala belahan jiwanya dengan penuh kasih sayang.
"Ayo kita bersihkan dulu badanya biar nggak lengket"ucap Aksa hendak melepas tangan Anin yang memeluk nya.
"Aku ingin begini dulu mas"ucap Anin yang enggan melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Malam ini adalah hari di mana malam terakhir Anin di kota A.