
"Hah...tangan ku hampir bengkak karena mengetuk pintu sedari tadi,tapi tak ada sahutan,mau tak mau aku masuk"ucap Farrel membela diri.
"Apa yang terjadi Sa?"tanya nya si mode serius.
"Rel,dia kembali.."ucap Aksa lirih.
"Maksudmu..?"tanya Farrel.
"Lauren kembali.."ucap nya lagi lirih.
"Apakah,dia ingin kembali padamu setelah apa uang dia lakukan padamu Sa?"tanya Farel.
Tak ada jawaban dari Aksa,menandakan membenarkan ucapan Farel.
"Apa yang akan kau lakukan Sa,apakah kau akan kembali pada nya,setelah kau mengambil paksa kehormatan Anin?"tanya Farrel menekankan setiap ucapan nya.
"Aku juga tidak tau apa yang akan aku putuskan Rel"ucap Aksa lagi.
"Jangan bodoh Aksa,kau sudah melukai harga diri seorang wanita,dan demi wanita ****** itu kau mau melepas kan tanggung jawab mu pada Anin?"ucap Farel yang sudah geram pada sahabat nya yang bodoh itu.
"Cukup Farel,jangan kau menghina Lauren lagi"ucap Aksa membela Lauren.
"Hahaha....kau benar-benar bodoh Aksa,kau sudah di sakiti,dan di tinggalkan wanita itu,tanpa melihat betapa hancurnya kau saat di tinggalkan nya,sekarang terserah pada mu,aku sudah tidak perduli lagi,hijau ingin kembali pada nya,kembalilah..aku di sini hanya lah rekan kerjamu,di luar itu,aku bukan siapa-siapa lagi untuk mu, permisi.."ucap Farel berlalu pergi.
"Akhhhh...sial!!,apa yang harus aku lakukan"ucap Aksa berteriak.
...****************...
__ADS_1
Sejak kejadian beberapa hari yang lalu,kini tiba di mana Aksa memberikan waktu untuk Anin memberi jawaban.
Benar-benar tak ada kabar dari Aksa,bahkan hari ini dia akan memberikan jawaban nya.
Tapi yang di tunggu-tunggu tak ada kabar,hingga pagi berganti malam.
"Apakah belum ada kabar dari Aksa?"tanya Robert.
Anin hanya menggeleng kepala nya.
"Mungkin dia masih banyak pekerjaan"ucap Robert menenangkan sang adik.
"Iya kak,aku harap begitu"ucap Anin.
Tak lama dari itu,ada notifikasi dari salah satu akun media sosial nya.
Anin tanpa berfikir panjang,ia pun membuka notifikasi tersebut,alangkah terkejut nya Anin hingga menutup mulut nya menahan supaya tak terdengar Isak tangis nya.
Setelah melihat ke arah layar handphone Anin,dia pun menggerakkan gigi nya.
"Brengsek kau Aksa,jadi ini alasan mengapa kau pergi tanpa kabar"geram Robert terlihat dari wajah nya yang memerah menahan amarah nya.
"Sayang,sekarang masuk lah dan jangan membuka handphone ataupun menghidupkan televisi,Kaka akan pergi ada hal yang harus kakak kerjakan"ucap Robert.
Tak lama kemudian,Robert tiba di bandara menuju kota di mana Aksa berada.
...****************...
__ADS_1
Kini Robert tiba di sebuah restoran,dimana di sudah janjian dengan Aksa yang sebelum nya sudah ia kabari.
"Ada apa Bert.."ucap Aksa terpotong karena sebuah pukulan yang sangat keras di layangkan oleh Robert.
'bug'
"Ini untuk laki-laki pengecut sepertimu"ucap Robert.
'bug'
Satu pukulan lagi di layang kan oleh Robert.
"Ini untuk mu yang sudah membuat adik ku menangis"ucap Robert melepaskan Aksa yang sudah mengeluarkan darah dari sudut bibir nya.
"Apa maksud mu Bert?"tanya Aksa.
"Jangan pura-pura bodoh"ucap Robert mengeluarkan foto Aksa bersama Lauren di sebuah restoran,dimana Aksa telah berpelukan dengan Lauren.
'prakkk' suara foto-foto yang ber benturan dengan meja kaca.
Aksa yang melihat foto-foto yang di keluarkan oleh Robert membuat nya membelalakkan mata nya.
"I...ini tidak benar,ini tidak seperti yang kau fikirkan,aku bisa jelas kan Bert"ucap Aksa yang sudah duduk.
"Aku sudah berbaik hati dengan menguzinkan kau untuk bertanggung jawab pada adik,jika tau kau tak pernah serius,buat apa kau memohon-mohon untuk mempertanggung jawabkan perbuatan bejatmu itu!!"teriak Robert yang setia memegang kerah Aksa.
"Robert,aku mohon dengarkan,aku akan menjelaskan,jika pun setelah aku menjelaskan kau tak percaya,itu adalah hak mu"ucap Aksa.
__ADS_1
"Hah...."Robert melepaskan cekalan tangan nya di kerah baju Aksa,karena dia ingin mendengar kan penjelaskan.
"Begini....."ucap Aksa....