
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Andi sedang sarapan pagi sendiri di meja makan. Hari ini dia akan pergi ke kampus pukul 7 pagi, karena hari ini dia ada jam mata kuliah pagi di kelas muridnya.
Mami Safira baru saja sampai dirumah, namun dirinya sudah terlihat segar dan cantik. Andi terkejut yang tiba-tiba melihat Maminya sudah pulang ke rumah.
"Asaalamu'alaikum, anak Mami yang ganteng." Ucap salam Mami Safira, seraya memeluk anaknya sayang.
"Wa'alaikumussalam, Mami kenapa sudah pulang? Lalu Papi sama siapa?" Jawab salam Andi namun dia merasa heran, Papinya di tinggal sendiri di Rumah Sakit.
"Papi ada Suster yang jaga sebentar, nanti Mami minta Angga untuk temani Papi di Rumah Sakit. Hari ini Mami harus ke kantor, ada pertemuan penting dengan klien. Kamu akan memggantikan Papi sementara, sebelum Papi pulang dari Rumah Sakit." Jelas Mami Safira panjang lebar.
"Haa..? Tapi, hari ini Andi ada mata kuliah pagi jam 8 wib." Tolak Andi beralasan.
"Minta izin ke Dekan atau Dosen lain untuk gantikan kamu sementara. Perusahaan Papi lebih penting, lalu siapa lagi yang akan menggantikan tugas Papi selain kamu, hah.. ?" Tanya Mami Safira tegas.
"Iya sudah, nanti Andi izin tidak mengajar sama Dekan di kampus." Ucap Andi pada akhirnya.
"Iya memang seharusnya begitu, pasalnya ini adalah tugas darurat. Lagi pula kamu masih pengantin baru, masa iya sudah pergi mengajar saja. Memangnya kamu tidak ingin berlibur, berbulan madu kemana gitu, hah.. ?" Tanya Mami Safira seraya menghunus matanya tajam kearah anaknya itu.
"Hiiikk..." Andi tersedak makanannya sendiri, saat Maminya bertanya soal bulan madu kepadanya.
"Minum dulu, sayang. Kalau makan itu pelan-pelan, Memangnya ada yang salah dengan ucapan Mami, sampai membuat kamu tersedak makanan begitu?" Ucap Mami Safira, seraya mengambilkan segelas air putih lalu memberikannya kepada Andi.
"Terima kasih, Mih." Andi langsung meraih gelas itu dan meminumnya.
"Sama-sama, sayang."
"Engga ada yang salah dengan ucapan Mami. Tapi, Andi saja yang makannya kurang hati-hati. Ayo Mih sarapan dulu, temani Andi." Ujar Andi, seraya menarik kursi di sebelah untuk Maminya.
"Iya sayang. Tapi, kemana istri cantikmu itu? Kenapa kamu sarapan sendiri? Apa istrimu belum bangun tidur? Lalu Angga Adikmu, apa dia juga belum bangun tidur?" Tanya Mami Safira heran, karena Andi hanya sarapan sendirian tanpa yang lainnya.
__ADS_1
Tanpa menjawab pertanyaan Mami Safira, Andi hanya menggelengkan kepalanya pelan dan mengangkat bahunya ke atas.
"Eeh.. Nyonya, sudah pulang?" Sapa Mbo Yuyun saat melintas melewati ruang meja makan, karena dirinya keluar dari arah dapur.
"Iya Mbo Yuyun. Ooh.. iya, tolong bangunin Menantu saya dan Angga segera, masa jam segini mereka belum bangun." Pinta Mami Safira.
"Maaf Nyonya, Non Mutiara dan Den Angga sudah bangun selepas shubuh tadi, mereka pergi berolah raga pagi keliling komplek. Aden Andi juga sudah tahu, saat tadi mencari Non Mutiara." Ujar Mbo Yuyun menjelaskan.
"Ooh.. begitu yah Mbo! Baiklah kalau begitu, terima kasih Mbo." Ucap Safira ramah.
"Sama-sama Nyonya, saya permisi dulu Nyonya, mau membereskan cucian dulu." Ucap Mbo Yuyun sopan, lalu meninggalkan mereka berdua.
Nyonya Safira, hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Andi tersenyum simpul kearah Maminya, karena tertangkap basah tidak memberitahukan apa yang sebenarnya.
Mami Safira menatap Andi dengan tidak suka, lalu diapun memarahinya. Andi yang paham betul dengan sipat Maminya, diapun menunduk dan menghabiskan makanannya.
"He... he.. ups.. maafin Mih." Andi terkekeh seraya meminta maaf.
"Apa kamu sudah melakukan malam pertamamu, sayang?" Tanya Mami Safira yang langsung tembak saja tanpa rasa malu sedikitpun.
Sontak saja Andi membulatkan matanya mendelik shock, seketika dirinya mendadak batuk. "Uhuuk.. uhuuk.. " Mendengar pertanyaan dari Maminya tersebut.
"Kenapa kamu tiba-tiba saja batuk? Memangnya kamu sedang sakit, sayang?" Tanya Mami Safira mendadak heran dengan kelakuan anaknya.
"E.. engga Mih, Andi hanya tidak suka pedas. Sepertinya saosnya terlalu banyak tadi Mbo Yuyun kasihnya." Sahut Andi berdusta, menyalahkan makanan yang tidak berdosa.
"Ha.. ha.. ha.. bisa saja kamu, ngelesnya. Mbo Yuyun 'kan sudah tahu dan hapal jenis makanan apa saja yang kamu suka dan tidak kamu suka." Tawa Mami Safira menghardik anaknya.
"He.. he.. he.. Mami pintar sekalih." Kekeh Andi malu, seraya memuji Maminya.
__ADS_1
"Iyalah, memangnya kamu? Sudah jadi Dosen, tapi masih seperti anak Mahasiswa. Masih belum bisa dewasa dan selalu merengek sama Mami dan Papi." Sarkas Mami mengatakan jujur apa adanya.
"Aissh.. Mami mulutnya jahat banget sama anaknya. Siapa yang bilang, Andi belum dewasa dan masih suka merengek?" Bantah Andi atas ucapan Maminya itu, seraya mengerucutkan bibirnya sebal.
"Ha.. ha.. ha.." Tawa Safira senang, melihat anak sulungnya yang tampan merengut sebal.
Mutiara dan Angga baru saja sampai dirumah, mereka tertawa lepas saat sedang berjalan bersama. Tanpa mereka sadari, Mami dan Andi sedang memandang heran kepada mereka.
"Eehem..." Mami Safira berdehem, saat mereka sedang asik tertawa lepas.
"Eeh.. Mami!" Panggil Angga, lalu menghampirinya, sedangkan Mutiara hanya tersenyum canggung dan mencium punggung tangan Mami Safira dengan takzim.
"Kalian bahagia sekalih habis berolahraga pagi, Mami jadi kangen nih pingin lari pagi sama senam aerobic atau zumba." Ucap Mami terlihat senang membayangkan dirinya berolah raga.
"Hi.. hi.. hi.. iya tadi engga sengaja ngajak Kakak ipar Mih, habis tadi Kakak ipar ganguin masak Mbo Yuyun sama Mbo Panti. Dari pada gangguin mereka, mending Angga ajak saja lari pagi biar sehat, sekalian cuci mata dan gangguin Angga." Angga tertawa kecil, seraya melirik Kakaknya, sengaja membuat dirinya agar terlihat cemburu atau tidak.
"Aiish.. kamu bisa saja gadain Kakak iparmu! Awas... yang punya galak tuh." Ledek Mami Safira tersenyum kearah Andi dan Mutiara bergantian.
Mutiara yang di goda Angga dan Mami Safira, hanya bisa menunduk pasrah tanpa bisa berkutik. Sedangkan Andi mulai panas, namun masih bisa meredamnya.
"Terserah apa kata Mami dan kamu Dik, Mami jadi berangkat ke kantor engga?" Ucap Andi santai, seraya mengalihkan pembicaraan.
"Iya nanti sayang, jam sembilan masih lama. Kita ngobrol saja dulu, sini menantu cantik Mami makan dulu. Kalian 'kan pasti lapar, bukan?" Ajak Mami Safira senang.
"Iya, Mami." Ucap Mutiara dan Angga kompak bersamaan.
"Aiish.. kalian ini sangat kompak sekalih. Kenapa kalau dilihat-lihat kalian lebih cocok yang menjadi suami istri dibanding dengan Kakakmu? Hi.. hi.. hi.." Ledek Mami Safira, seraya tertawa kecil sengaja membuat Andi cemburu.
Safira sadar diantara Andi dan Mutiara belum ada cinta. Maka dari itu dirinya ingin mengetes Andi apa cemburu atau tidak dengan Adiknya Angga.
--BERSAMBUNG--
__ADS_1
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips komentar yah. Terima kasih....