Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 45


__ADS_3

πŸ₯°πŸ₯°Happy ReadingπŸ₯°πŸ₯°


Selesai sarapan sepiring berdua, Andi dan Mutiara terlihat sangat kekenyangan. Tanpa disangka-sangka, mereka makan sampai nambah dua kali.


Mungkin saja, efek tenaga mereka yang terkuras habis semalam dan susulan sehabis bangun tidur tadi. Angga sampai merasa heran melihat keduanya, yang makan seperti orang kelaparan satu minggu tidak makan.


"Wah.. wah.. wah.. itu perut apa perut, bisa menampung makanan sebanyak itu." Ujar Angga menggelengkan kepalanya kecil.


"Ha.. ha.. ha.. hebat kami ya, dik? Maklumlah, pengantin baru dik.. rasanya enak banget makan suap-suapan sepiring berdua. Tidak sadar, sampai kekenyangan gini." Ujar Andi tertawa.


"Ck.. kalian tidak merasakan perasaanku yang jomblo ini, sungguh terlalu!" Angga mendengus sedih.


"Iya.. iya, maaf dik! He.. he.. he.." Ucap Andi terkekeh melihat adiknya yang memasang raut wajah sedih. Sedangkan Mutiara hanya bisa tersenyum kikuk.


"Ha.. ha.. ha.. iya kak, bercanda kali! Aku sih sudah mulai terbiasa melihat kemesraan kalian. Bukan kakak saja yang bermesraan didepanku, Mami dan Papipun sering memamerkan kemesraan mereka. Kadang aku dianggapnya tidak ada dihadapannya, berciuman dan berpelukkan dimana ada kesempatan."


"Kalau mereka sih memangnya dari dulu dik, saat kakak masih zaman SMP malah. Ha.. ha.. ha.." Ujar Andi tertawa, sedangkan Mutiara hanya menyimak obrolan adik-kakak yang mengemaskan.


"Iya.. sekarang nurun sama kakak!" Seru Angga tersenyum menyeringai.


"Ha.. ha.. ha.. iya, nanti kamu juga bakalan seperti itu, kalau sudah ketemu jodohnya dan orang yang tepat." Ujar Andi tertawa.


"Semoga tidak, kak! Malu sama anaknya, weee... he.. he.. he.." Ucap Angga menjulurkan lidah dan terkekeh, lalu meninggalkan mereka berdua yang masih berada di meja makan.


"Aiish.. dasar anak itu, belum tahu saja, kalau sudah bucin baru tahu rasa nanti. He.. he.. he.. cup." Decak Andi terkekeh lalu mengecup pipi Mutiara sekilas.


Mutiara hanya menggelengkan kepalanya pelan mendengar ucapan suaminya, hati Mutiara begitu senang. Apa lagi saat suaminya mengecup pipinya, senyuman merekah yang dia berikan untuk suaminya.


"Mas.. saya mau cuci piringnya dulu." Ujar Mutiara berdiri, membawa piring kotor miliknya dan milik Angga ke Wastafel.


"Biarkan Mbo Panti yang cuci piringnya, Non." Pinta Mbo Panti saat melihat Mutiara membawa piring kotor ke Wastafel.


"Engga apa-apa Mbo Panti, saya hanya membantu sedikit saja. Mbo Panti silahkan melakukan pekerjaan yang lainnya saja." Tolak Mutiara santun.


"Iya sudah kalau begitu Nona, Aden, Mbo Panti melanjutkan menyapu lantai dua saja. Permisi ya, Non Mutiara dan Den Andi." Ujar Mbo Panti.


"Iya Mbo Panti, silahkan." Ucap Mutiara tersenyum ramah.


"Sayang.. saya bangga sama kamu deh, sudah menjadi istri Dosen yang ganteng dan baik hati, tapi masih mau membantu ARTnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. He.. he.. he.." Puji Andi pada istrinya sekaligus membanggakan dirinya.


"Hiis.. PD sekali ganteng! Memangnya Mas Andi ganteng? Siapa yang bilang, hueh..?" Tanya Mutiara meragukan kegantengan suaminya dengan tersenyum smirk. Lalu diapun menghadap Wastafel dan mulai mencuci piringnya.


"Apa kamu tidak melihat suamimu yang begitu tampan ini, huem.. ? Apa kamu benar-benar mengatakan dengan jujur, sayang?" Tanya Andi resah, lalu membalikkan tubuh istrinya, untuk memandang wajahnya.


"He.. he.. he.. iya Mas Andi suamiku! Mas Andi paling ganteng dan baik, tadi saya hanya bergurau saja." Kekeh Mutiara berkata jujur.

__ADS_1


Dengan cepat Andi langsung melahap bibir istrinya dengan sayang, saling melu mat dan bertukar saliva. Andi melepaskan pangutannya perlahan, kemudian mengulanginya lagi. Saking asiknya mereka berciuman, tidak menyadari ada Papi Dahlan yang datang dihadapannya.


"Eeheemm.. sudah kali! Bibir istrimu bisa kebas dan bengkak kalau disosor terus." Dehem Papi Dahlan dengan sindiran pedasnya, membuat Andi dan Mutiara saling melepaskan pangutannya.


Wajah Mutiara tiba-tiba saja merona merah dan menunduk malu, sedangkan Andi malah menggerutu kesal atas gangguan dari Papinya.


"Ck.. Pih.. ganggu saja sih! Orang lagi asik juga, sukanya mengganggu terus." Dengus Andi mencibirkan bibirnya sebal.


"Aissh.. masih mending Papi yang mergokin kamu, Nak. Coba kalau Ibu mertua dan Mami kamu yang melihat, bagaimana? Apa kamu tidak malu, haah.. ?" Ujar Papi berandai-andai.


"He.. he.. he.. iya.. iya. Papi memang paling benar deh! Padahal Papi sendiri saja, suka cium-cium Mami kapan saja dan dimana saja sesuka Papi."


"Iya sih.. Nak. Tapi, sekarang 'kan ada tamu, Ibu mertuamu, Ibu dari istri cantikmu. Benar 'kan ya, Mutiara sayang."


"Iya.. Pih, memang Mas Andi ini nakal! " Ucap Mutiara mengulum senyum lalu kembali mencuci piringnya.


Sedangkan Andi hanya tertawa gemas melihat istrinya. "Ha.. ha.. ha.. istriku menggemaskan." Kedua tangannya mencubit pelan pipi istrinya.


"Mami sama Ibu mertuaku dimana, Pih?" Tanya Andi.


"Ada di taman depan, mereka sedang menyiram tanaman bersama." Ujar Papi Dahlan.


"Ooh.. kompaknya mereka berdua." Ucap Andi senang.


"Iya dong, harus kompak! Seperti anaknya sekarang, kompak dan hot. He.. he.. he.. " Ledek Papi Dahlan, lalu pergi meninggalkan mereka.


Mutiara mendengar gumaman suaninya, hanya bisa mengulum senyumnya dan mengusap punggung suaminya lembut.


"Sayang.. saya mau pergi kekampus, kamu mau ikut, tidak?" Tanya Andi mengapit pinggang istrinya mesra.


"Memangnya boleh, Mas?" Tanya Mutiara senang.


"Boleh dong, sebentar lagi kamu 'kan akan menjadi mahasiswa dikampus saya mengajar. Nanti, sekalian saja daftar masuk. Izasahnya sudah kamu ambil dari Ibu, bukan?"


"Iya.. Mas, saya mau ikut Mas Andi kekampus, sekalian daftar masuk dan memilih jurusan ya, Mas."


"Iya.. sayang." Ucap Andi tersenyum bahagia.


"Mas.. saya ganti baju dulu ya!"


"Engga usah, pakai ini saja sudah cantik sekali, sayang. Cup." Ujar Andi seraya mengecup pipinya gemas.


"Iya.. sudah kalau begitu, saya ambil tas dan izasah saya dulu yah!"


"Iya.. saya juga ambil laptop, tas, ponsel dan dompet saja, sayang."

__ADS_1


Keduanyapun kembali ke kamarnya, untuk mengambil perlengkapan mereka masing-masing.


Setelah itu, merekapun berpamitan dengan Mami Safira dan Ibu Lanjar, yang berada ditaman bunga halaman rumahnya. Mereka pergi berdua ke kampus, dengan perasaan bahagia.


Andi senang bisa menujukkan kepada teman-teman Dosennya dan anak muridnya, bahwa dirinya sudah menikah dan memiliki istri yang sangat cantik.


Sedangkan Mutiara senang, dirinya bisa kuliah dan menggapai cita-citanya.


Saat menginjakkan kakinya dikampus untuk pertama kali, Mutiara begitu kagum dengan Universitas yang begitu besar, luas, megah dan juga bersih.


"Woow.. Mas Andi kampusnya bagus banget!" Seru Mutiara kagum.


"Iya dong, sayang! Apa kamu suka dengan tempat kampusnya?" Tanya Andi mengulum senyum.


"Senang, Mas." Sahut Mutiara.


"Kak Andi... !" Teriak suara gadis, yang begitu keras.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


Autor : Asik dong.. Mas Andi satu kampus sama istrinya! Bisa ketemu terus dirumah dan dikampus.πŸ€­πŸ’ƒ


Andi : Iya dong Tor.. semakin cinta dong aku sama istriku.πŸ₯°πŸ₯°πŸ’ƒ


Autor : Emangnya engga bosen, Mas? πŸ™ƒπŸ€£


Andi : Engga dong.. engga ada kata bosen buat istri tercinta mah.🀣🀣πŸ₯°


Autor : Awas nanti ada yang lirik loh, secara istrinya cantik gitu.πŸ€­πŸ™ƒπŸ˜…


Andi : Emangnya kenapa kalau ada yang lirik? Yang penting istriku setia Tor!πŸ₯°πŸ€­πŸ’ƒ


Autor : Yakin setia? Kita lihat saja nanti! πŸ€­πŸ€§πŸ’ƒ


Andi : Jangan macam-macam Tor! Awas saja kalau Otor macam-macam, hueh.. saya akan kasih 🐊 biar kapok. πŸ˜…πŸ˜…πŸ€£


Autor : Waah.. takutπŸ˜‘πŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈKaboor.. !


Andi : Makanya jangan suka gangguin orang yang sudah bahagia.. 🀭🀣🀣


...β™₯️β™₯️β™₯οΈπŸŒΉπŸŒΉπŸ’πŸ’β™₯️β™₯️β™₯️...


Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.


Maaf kalau sering kali upnya lama.. karena Otor masih ada dua novel yang ongoing juga, jadi diharap maklum yah.πŸ™πŸ™ Terima kasih.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.πŸ™πŸ™...


__ADS_2