
π₯°π₯°Happy Readingπ₯°π₯°
Sepulangnya Mutiara dan Andi dari kampus, mereka langsung menemui Ibu Lanjar dan Mami Safira, yang sedang berada ditaman gajebo belakang rumahnya.
"Assalamu'alaikum, Mami dan Ibu." Ucap salam dari Mutiara dan Andi bersamaan.
"Wa'alaikumussalam, sayang... kalian kesini." Sahut salam dari Mami Safira dan Ibu Lanjar bersamaan, kemudian Mami Safira memanggil mereka untuk mendekat kearahnya.
"Iya.. Mih!" Seru Andi dan Mutiara bersamaan, lalu berjalan menghampiri kedua wanita yang begitu berarti bagi mereka.
"Coba kalian pilih salah satu undangan ini, manakah menurut kalian yang paling bagus?" Tanya Mami Safira menunjukkan tiga sample undangan ditangannya.
Andi dan Mutiara menunjuk satu sample undangan yang sama bersamaan. "Yang Ini." Ucap keduanya kompak, lalu saling memandang dan tersenyum.
"Waaah.. kalian benar-benar punya selera yang sama bagusnya. Mami dan Ibu Lanjarpun tadi mau sample yang ini, iya 'kan Jeng Lanjar?" Ujar Mami Safira senang dengan senyuman khasnya.
"Iya.. Jeng Safira." Sahut Ibu Lanjar dengan senyuman merekah.
"Berarti fix yang ini ya, sayang. Kalian tiidak mau ganti model dan warna yang lain, bukan?" Tanya Safira memberikan pilihan yang lain.
"Tidak Mami.. kami tetap pilih yang Ini." Ucap Andi seraya menunjuk undangan tersebut, lalu Mutiarapun mengikutinya.
"Iya sudah, Mami akan menghubungi pihak desain undangan pernikahannya yang samplenya seperti ini." Ujar Mami Safira dan ketiganya mengangguk kecil.
"Ooh.. iya, bagaimana tadi dikampus, sayang? Apa kamu suka dengan suasana kampusnya? Lalu kamu jadi pilih jurusan apa?" Tanya Mami Safira antusias.
"Senang Mih, suasananya bersih dan nyaman. Tamannya lumayan luas dan arena olah raganyapun cukup banyak. Mutiara ambil jurusan kedokteran, Mih." Ujar Mutiara senang.
"Waah.. bagus dong kalau kamu senang dan cocok dengan kampusnya. Kedokteran?Berarti jurusannya sama dengan Angga dong? Kamu bisa belajar banyak nanti sama Angga dan malah enak yang natar pengenalan mahasiswa barunya, Angga sendiri yang akan melatihnya. Biasanya penataran mahasiswa lumayan lama, satu sampai dua mingguan." Ujar Mami Safira dengan gamblang.
"Tenang Mih.. nanti Andi juga yang akan menjadi Dosen pengawas, saat kegiatan pengenalan mahasiswa berlangsung." Ujar Andi menimpali.
"Aissh.. suami kamu posesif sekali, sayang. Sampai istrinya diintilin terus, he.. he.. he.. Mami jadi senang liat kalian bahagia seperti ini."
"Iya.. Ibu juga bahagia, meski kalian menikah tanpa saling mengenal dan tanpa rasa cinta sebelumnya." Tutur Ibu Lanjar menimpali, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Sontak saja Andi dan Mutiara bersamaan memeluk Ibu Lanjar dengan senangnya.
"Terima kasih Ibu mertuaku, sudah melahirkan gadis cantik ini untuk saya." Ucap Andi tulus.
"Iya.. menantu Ibu, sayang. Terima kasih juga sudah mau menjaga dan mencintai Mutiara, anak Ibu satu-satunya." Ucap Ibu Lanjar lirih dalam tangisnya yang mulai terdengar.
Ketiganyapun menangis bahagia dalam pelukkan erat mereka.
Mami Safirapun ikut bahagia melihat anak, menantu dan besannya menangis bahagia bersama.
*******
__ADS_1
Angga baru saja sampai rumahnya, dengan wajah kesal dan marah-marah engga jelas.
Mami Safira dan Ibu Lanjar yang baru saja akan beranjak dari tempat duduknya, terlihat heran dan bertanya-tanya.
"Ada apa Angga, sayang? Kenapa pulang-pulang marah-marah?" Tanya Mami Safira kepo dan Ibu Lanjarpun mengangguk kecil.
"Itu Mih, Tante.. mobil Angga sekarang ada dibengkel. Semua karena gadis tengil dan ceroboh itu." Ujar Angga menggerutu.
"Mobil? Memangnya kamu tadi pulang naik apa? Kenapa mobilnya bisa ada dibengkel?" Tanya Mami Safira khawatir.
"Begini Mih.. ceritanya."
β₯οΈ"Flash Back On."β₯οΈ
Diparkiran, Angga baru saja akan pulang dari kampusnya. Karena mata kuliah terakhir Angga, Dosennya tidak masuk mengajar. Jadi, Angga memutuskan langsung pulang saja saat itu.
Tanpa disangka mobil seorang gadis sudah menabrak bodi mobil Angga disamping kanannya, hingga kaca spionnyapun rusak dan copot.
"Dug... braak.. kreek.." Mobil disamping Angga menabrak mobilnya cukup keras.
"Astagfirulloh.. ini orang buta apa, hah..?Kenapa mobil sedang diam ditabrak?" Tanya Angga dalam gumamannya.
Angga lantas menghampiri pengemudi mobil yang sudah menabraknya, dengan tatapan geram dan wajah memerah menahan kesal.
"Duk.. duk.. duk.." Bunyi kaca mobil di ketuk oleh Angga.
"Keluar, loe! Tanggung jawab sudah menabrak mobil orang." Omel Angga dengan begitu kesal.
"Kak A.. angga.. !" Seru Amara shock dan gugup, saat melihat wajah Angga yang berada di hadapannya.
"Amara.. ! Jadi loe yang sudah nabrak mobil gue? Apa loe benar-benar bodoh, hah..? Sebenarnya loe bisa nyetir atau engga sih?" Tanya Angga emosi dengan apa yang sudah dilakukan Amara dengan mobilnya.
"M.. maaf, aku engga sengaja kak. Aku buru-buru soalnya." Sahut Amara meminta maaf dengan menundukkan kepalanya.
"Keluar loe! Lihat kerusakan mobil gue." Titah Angga dengan ketusnya.
Amara ingin keluar, namun Angga masih berada dipintu mobilnya. Amara masih diam tidak beranjak dari tempat duduknya.
"Kenapa loe masih didalam? Gue bilang 'kan keluar loe sekarang." Tanya Angga masih sewot.
"Bagaimana aku akan keluar? Kak Angga menghalangi pintu mobilku." Ujar Amara nyolot.
"Eeits.. sudah salah nyolot nih orang! Kalau emang loe mau keluar, gue juga pasti minggir lah. Alasan saja loe, bilang saja loe mau lepas dari tanggung jawab." Tuduh Angga beralasan.
"Enak saja kak Angga main tuduh-tuduh aku kayak gitu! Aku mau tanggung jawab ko, lagi pula berapa sih biaya kerusakan mobilnya? Palingan habis lima jutaan." Ketus Amara kesal atas tuduhan Angga, Amarapun langsung membuka pintu mobilnya, lalu keluar dan berdiri tepat dihadapannya dengan wajah ketusnya.
"Sombong banget loe! Uang dari orang tua loe saja bangga." Hardik Angga tak terima dengan ucapan Amara, yang menganggap semua masalah bisa diselesaikan dengan uang.
"Apa? Uang dari orang tua? Enak saja kalau ngomong, hueeh.. ! Kak Angga kali masih minta uang sama orang tua! Kalau aku sih sudah kerja lah, di kantor Dadieku dan Om Dahlan, Papinya kak Angga." Ujar Amara ketus.
__ADS_1
"Aiish.. sombong banget nih orang, baru kerja gitu saja, bangga!" Decak Angga tidak suka.
Amara semakin kesal dengan ucapan Angga, yang seolah-olah menganggapnya remeh.
"Sudahlah.. malas meladeni kak Angga. Sekarang kak Angga maunya apa?"
"Loe bawa mobil gue kebengkel, terus loe bayar semuanya. Gue mau, mobil gue balik kayak seperti semula. Apa loe, faham?"
"Aissh.. tenang saja kali, aku akan bertanggung jawab semuanya, ayo tunggu apa lagi? Kita langsung saja, ke bengkel." Ajak Amara ketus.
"Heeem.." Angga hanya mengangguk dan bergumam pelan.
Sesampainya di bengkel, Angga dan Amara menyerahkan mobil mereka. Mobil merekapun keduanya sama-sama penyok, tapi mobil Angga lebih parah.
Usai bernegosiasi masalah harga, keduanyapun meninggalkan bengkel tersebut dengan berjalan beriringan kejalan raya, menunggu mobil taxi online datang. Mereka memesan dengan aplikasi online masing-masing.
Disaat mobil taxi online Angga datang, Amara langsung menyerobot naik mobilnya, tanpa melihat wajah Angga yang sudah kesal dan marah.
"Kak Angga.. maaf yah, aku pakai mobil taxinya. Aku sudah dateline kak, Dadie dan Om Dahlan sudah menelponku terus. Siang ini ada pertemuan dengan klien. I'am sorry... please.. ! Ayo bang, jalan."
"Dasar gadis pembawa sial! Taxi onlineku main serobat saja." Maki Angga kesal.
Tidak lama kemudian, Taxi online pesanan Amarapun datang. Angga naik mobilnya dengan wajah kesal dan hati dongkol.
"Awas saja.. kalau nanti bertemu lagi, Aku akan kerjain habis-habisan gadis menyebalkan itu." Ancam Angga tersenyum menyeringai.
β₯οΈ"Flash Back Off."β₯οΈ
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
Autor : Waah.. undangan sudah siap nih Mas Andi? π€π
Autor : Iya dong Tor... aku engga sabar nih, bersama istriku menjadi raja dan ratu sehari.π€π₯°
Autor : Mas Andi.. Otor diundang engga nih?π€π€£
Andi : Diundang lah Tor.. asal jangan bikin rusuh saja nanti di acara resepsiku. π€π€£π
Autor : Asik diundang.. ! Tapi Otor engga bisa janji yah Mas Andi, bikin rusuh atau engga? Ha.. ha.. ha.. π€£π€£
Andi : Eeits... awas saja kalau sampai bikin rusuh! Aku berik Otor engga ada ampun. π€§π
Autor : Up's.. Mas Andi marah! πββοΈπββοΈ kaboor.
Andi : Bosen lah Tor.. hanya itu yang Otor bisa lakukan. Biarin sajalah, suka-suka si Otor, asal jangan kabur dari kenyataan saja si Otornya.π π€£π
...β₯οΈβ₯οΈπΉπΉππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ...
Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.ππ...