
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Aldi dan Amara nampak terperangah, saat tiba-tiba saja Angga yang datang dengan kata-kata yang lumayan menyindir mereka.
"Kenapa? Kok kalian sangat kaget gitu?" Tanya Angga, dengan tersenyum masam.
"E-engga, Ga. Aku kira siapa barusan yang bicara, jangan salah faham, Ga. Aku sama Amara hanya bicara sewajarnya, ga yang aneh-aneh, kok." Jelas Aldi gugup.
"Aku juga engga bilang yang aneh kok, Al. Hanya saja kalian begitu akrab satu sama lainnya dan terlihat nyaman sepertinya." Kata Angga dengan jelas menyindir sahabat dan kekasihnya itu.
"Hiis.. kalau ngomong engga ngaca dulu, engga nyadar dan engga peka. Sendirinya saja, sok akrab dan sok mesra dengan gadis-gadis dikelompoknya." Ujar Amara mencibir, lalu bangkit dari tempat duduknya disamping Aldi.
"Kak Aldi, aku istirahat dulu ya ditenda. Aku lagi bad mood." Pamit Amara, dengan sekilas menatap kearah Angga dengan sinis. Kemudian Amara bergegas pergi meninggalkan Angga, tanpa berucap sepatah katapun.
"Sayang, kamu kok ngomongnya kayak gitu?" Kejar Angga meninggalkan Aldi tanpa pamit kepadanya.
"Kenapa, memangnya? Benarkan, kalau apa yang aku katakan barusan? Kak Angga tebar pesona dan sok akrab dengan gadis-gadis dikelompok kakak." Ujar Amara seraya berjalan menuju tendanya.
"Tunggu, sayang! Apa kamu sedang cemburu?" Tahan Angga mencekal lengan Amara yang hendak masuk kedalam tendanya.
"Sudahlah, kak! Aku mau istirahat, cape habis masak dan aku mengantuk." Amara menghindari pertanyaan kekasihnya itu, yang benar adanya bahwa dirinya sedang cemburu.
"Tapi, sayang. Kakak bisa jelasin du.. " Ucapan Angga terhenti.
"Maaf, kak Angga. Nanti saja, setelah aku habis istirahat. Tolong lepasin lenganku." Ucap Amara sedikit ketus.
Dengan sangat terpaksa, Anggapun melepaskan tangannya dari lengan kekasihnya. Mau tidak mau dia harus memberikan izin Amara beristirahat sejenak.
Amara lantas masuk kedalam tendanya, lalu menutupnya demi tidak melihat Angga kekasihnya. Dia sedang terbakar cemburu, dengan sikap ramah Angga kepada gadis-gadis yang menjadi anggota kelompoknya.
"Satu sama, kak Angga! Biar kamu tahu rasanya cemburu dan resah, jika melihat pacarnya akrab dan nyaman dengan lawan jenis." Gumam Amara dari balik pintu tenda yang baru saja ditutupnya.
"Eeeh.. ada kak Angga tampan. Sedang apa disini. kak? Disini 'kan bukan tenda kelompok kakak, ayo ketenda kelompok kakak disana." Ujar Desi bersama teman-temannya, saat melewati Angga yang masih betah berdiri didepan pintu tenda Amara dengan resah.
Anggapun nampak bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dengan situasi dirinya yang tidak mempunyai pilihan lagi. Satu sisi kekasihnya sedang marah karena cemburu. Sedangkan satu sisi lagi, dirinya tidak merasa enak jika harus menolak ajakan anak-anak kelompoknya.
__ADS_1
Amara yang mendengar percakapan Angga dengan para gadis dari balik pintu tenda tersebutpun, mencebik sebal dan menggerutu kesal. Bagaimana tidak, sang kekasih yang seharusnya menjadi tempat bermanja dan berbagi kasih, kini begitu akrab dengan banyak gadis yang seusia dengannya.
"Ayo.. kak, kami sudah buatkan makanan yang lezat loh." Ajak Desi dan teman-temannya, lalu Anggapun tidak bisa berkata apa-apa lagi, akhirnya Angga dan sekumpulan gadis-gadis kelompoknya, pergi meninggalkan tenda milik kelompok Amara.
"Sungguh kak Angga mengajak perang kepadaku! Aku benci kak Angga, aku tidak suka kak Angga yang seperti itu. Hikks.. hikks.. hikks.." Umpat Amara didalam tenda dengan terisak tangis.
*******
Angga mengikuti beberapa onak gadis tersebut menuju tenda grup kelompok mereka. Sesungguhnya, Angga tidak ingin mengikuti kata-kata Desi dan teman-temannya. Tapi, bagaimanapun dia memiliki tugas dan kewajiban untuk menjaga dan melindungi kelompoknya tersebut.
"Hi.. kak Angga, mari gabung sini, kak. Kita makan dan minum kopi bareng." Sapa Sandi salah satu adik Mahasiswa baru, yang berkulit sawo matang dengan lesung dipipinya yang menambah wajahnya semakin manis. Lalu diikuti oleh teman-teman yang lainnya.
"Iya, kak Angga, ayo kita makan bersama." Ajak mereka yang lainnya dengan tersenyum ramah kepada Angga.
"Iya, dik Sandi."Ucap Angga dengan ramah dan mengulum senyum kepada Sandi dan juga yang lainnya.
Merrekapun membaur duduk bersama, menikmati makanan yang baru saja dihidangkan oleh gadis-gadis remaja dikelompoknya. Angga menikmati makanan yang dibuat ala kadarnya, sederhana namun terasa nikmat.
"Kak Angga, apa renvcana kegiatan nanti malam?" Tanya Sheila dsela-sela makan sore mereka tersebut.
"Waaah.. seru sepertinya, kak!" Sahut Sheila antusias, yang diikuti oleh teman-temannya yang lain.
"Pencarian jejak malam itu seperti apa, kak?" Tanya Desi ikut menanggapi obrolan mereka yang menurutnya lumayan seru.
"Biasanya, setiap tahun pencarian jejak malam itu, lomba mengumpulkan kotak hadiah yang disimpan atau digantung di tempat-tempat tersembunyi yang tidak mudah ditemukan, namun ada petunjuknya nanti." Jelas Angga dengan bersemangat.
"Waah.. seru kayaknya, kak! Kotak hadiahnya ada isinya tidak, kak?" Tanya Sheila kembali.
"Ada dong, hadiahnya nanti untuk yang menemukannya. Jika, semisal kelompok tersebut mendapatkan hadiah utama, nanti akan mendapatkan hadiah uang tunai dari para Dosen sebagai apresiasi penyambutan dan pengenalan anak-anak Mahasiswa baru." Jelas Angga dengan gamblang.
"Wuiih.. mantap tuh, kak. Hadiahnya bisa buat makan-makan satu grup kita, kalau menang." Timpal Sandi ikut antusias untuk acara nanti malam.
"Memangnya hadiahnya berapa, kak?" Tanya Dody ikut antusias.
"Kalau tahun kemarin sekitar lima jutaan, tapi tahun ini saya belum tahu. Biasanya sih tiap tahun, nilainya bertambah."
__ADS_1
"Waah.. lumayan besar kak, nilainya. Aku jadi bersemangat." Ucap Dody dan dikuti yang lainnya begitu riang.
"Makanya, fithing ya kalian." Ucap Angga memberikan dorongan dan motivasi.
"Baik, kak! Kami yakin, jika kakak mentornya, kami pasti menang. Yeeeaah.." Sorak Dody dan yang lainnya ikut bersorak juga.
Sontak saja, kelompok grup yang lainnya seketika melihat kearah mereka yang lumayan heboh karena sorak riang Dody dan teman-temannya.
Begitu juga dengan kelompok grup Aldi dan Amara, yang ikut melihat kearah mereka dengan tatapan tanda tanya.
"Hei.. kalian, heboh banget sih? Kepo dong, lagi bahas apa?" Teriak Nabila penasaran.
"Ini.. Bil, kita lagi bahas rencana acara nanti malam mencari jejak dan hadiah utama, untuk pemenang yang lumayan nilainya." Jelas Sheila dengan serius.
"Waaah.. yang benar, Sheila? Boleh tuh, kita ikutan." Sahut Nabila antusias. Begitu juga dengan yang lainnya ikut antusias dan ikut berkomentar saat mendengar acara nanti malam.
Amara yang sedari tadi menatap Angga sang kekasih begitu akrab dan santai dengan kelompoknya, hanya tersenyum masam dan menahan cemburu didalam hatinya.
Amarapun sengaja ingin membuat Angga cemburu kepada dirinya, agar merasakan apa juga yang sedang dirasakan olehnya. Amara begitu manis dan manja saat berbicara dengan Aldi sang mentor digrup kelompoknya.
"Kak Aldi, apa benar yang dikatakan Dody, dengan acara nanti malam?" Tanya Amara mengikis jarak.
Aldi begitu terperangah dan salah tingkah dengan sikap Amara yang lain dari biasanya.
"Eeemmm.. dik Amara!" Gugup Aldi jantungnya berdenyut hebat.
"Iya, kak Aldi." Sahut Amara menatap lekat wajah Aldi dengan jarak beberapa centi saja.
"A-anu, tolong jangan begini." Ucap Aldi terbata.
"Kenapa, memangnya? Please, bantu kerjasamanya. kak! Aku ingin membuat kak Angga cemburu, aku kesal melihat kak Angga terlalu dekat dengan mereka." Bisik Amara membuat Aldi seketika menahan tawa, lalu melihat kearah kelompok Angga yang memang benar adanya.
♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--