
Pengumuman
Promo Novel Autor yang baru dan sedang on going ya kak. Judulnya : Pria yang Merampas kesucianku.
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Pria Yang Merampas Kesucianku, di sini dapat lihat: https://noveltoon.mobi/id/pria-yang-merampas-kesucianku?content\_id\=2156651&\_share\_channel\=whatsapp
Blur
"Ah, jangan! Lepaskan aku!" teriakan seorang gadis terdengar dari dalam kamar sebuah kontrakkannya.
"Diam! Jangan berteriak, atau aku akan menyakitimu lebih dari ini!"
Laura Casandra tidak berdaya di bawah Kungkungan seorang laki-laki asing yang tak dikenalnya.
***
Laura Casandra, seorang gadis yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya semenjak usia 13 tahun, harus rela kehilangan harta peninggalan kedua orangtuanya karena keserakahan sang paman.
Laura hidup dalam kesederhanaan, mencoba untuk bertahan hidup dari kerasnya dunia. Hingga suatu malam insiden itu terjadi!
"Aku akan mengingatmu!"
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Amara dan Angga tersentak kaget, saat mendengar suara deheman yang begitu nyaring dibelakang punggung mereka.
Sontak saja keduanya, langsung bisa menebak suara yang berasal dari Dadienya Amara yaitu Mr. Ramon. Andi langsung melepaskan tangannya yang semula sedang melingkar indah dipinggang Amara kekasihnya.
"O-om.." Ucap Angga lirih dan terbata.
"D-dadie..!" Seru Amara terbata.
"Heeum.. kalian sedang ngapain? Kenapa pagi-pagi Angga sudah berada disini?" Tanya Mr. Ramon penuh selidik.
"I-itu.. a-anu Om, semalam hujan deras dan banyak petir yang menyambar, Om. Amara takut dengan petir, jadi saya temani dia sampai hilang suara petirnya. Tapi, saat petir hilang, hujan turun sangat deras dan cukup lama tidak berhenti, hingga akhirnya kami tertidur didalam mobil berdua, Om." Jelas Angga gugup.
"Heeum.. memangnya tidak ada payung? Hingga kalian terpaksa harus tidur didalam mobil." Tanya Mr. Ramon tidak habis pikir dengan kelakuan mereka, yang lebih memilih tidur di mobil dari pada di Apartement.
"A-aku lupa menyimpan payung di mobil, Dad. Itu payungnya disamping kulkas, belum aku simpan dimobil." Sahut Amara jujur namun gugup.
"Ha.. ha.. ha.. ya sudah, yang penting tidak terjadi apa-apa yang melanggar norma agama dan perzinahan." Ucap Mr. Ramon khawatir, saat apa yang pertama dia lihat tadi yang menandakan ada hubungan special yang terjalin diantara mereka.
"I-iya engga dong, Dad. Aku juga tahu batasan itu, Dad." Ucap Amara terbata dan polos, lalu melanjutkan membuat nasi gorengnya.
"I-iya Om, benar apa yang diucapkan Amara." Ucap Angga gugup dan membenarkan perkataan Amara.
"Apa kalian sudah mandi? Kamu cocok dengan baju yang kamu pakai, badan Om sama kamu tidak jauh berbeda ya." Ujar Mr. Ramon perhatian.
"He.. he.. he.. iya Om, maaf sudah lancang memakai baju Om, tanpa meminta izin pemiliknya dahulu." Kekeh Angga merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak apa, nak Angga. Saya suka dengan kejujuran kamu. Tapi, jangan terlalu mesra, kasihani Om yang jomblo ini. He.. he.. he.." Tutur Mr Ramon menyindir Angga, dengan dirinya yang jomblo tanpa pasangan dan cinta dihidupnya kini, yang sudah berjalan kurang lebih delapan tahunan.
"I-iya, Om." Ucap Angga singkat, seraya cengengesan mendengar sindiran Mr. Ramon, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sedangkan Amara hanya tersenyum canggung saat mendengar obrolan kedua pria yang berbeda usia itu.
"Kamu sedang masak apa, sayang? Dadie jadi lapar lagi, padahal di Hotel tadi sudah breakfast bersama keluarga Mr Dahlan." Tanya Mr. Ramon saat menghirup wangi masakan Amara.
""Biasa, Dad. Nasi goreng kesukaan Dadie."
"Oowh.. nanti Dadie mau ya."
"Siap, Dadie!"
"Apa kalian sudah jadian? Aah.. sepertinya sudah, kalau dilihat dari ekspresi kalian yang begitu berbinar. Dadie jadi ingat saat pertama bertemu dengan Momie kamu, sayang."
"Ha.. ha.. ha.." Amara dan Angga hanya tertawa menanggapi perkataan Mr. Ramon.
"Aish.. kalian berani-beraninya, menertawakan Dadie seperti itu." Decak Mr. Ramon tersenyum kecut.
"Habis Dadie lucu sih, makanya cari calon istri dong Dad, biar ada yang bisa diajakin bermesraan, he.. he.. he..." Ledek Amara terkekeh dengan menaik turunkan alisnya.
"Ha.. ha.. ha.. sudah ach, sekarang Dadie mau tidur dulu dikamar, semalam begadang sampai jam tiga pagi sama Mr. Dahlan, Papi kamu nak Angga. Jadi Dadie masih ngantuk. Kalian tidak apa 'kan Papi tinggal berdua? Ingat jangan macam-macam ya, kalian sudah dewasa!" Seru Mr. Ramon memperingatkan mereka, untuk menghindari anak gadisnya yang senang meledeknya jika urusan Momie baru untuknya.
"Siap, Dadie.. ! Jangan lupa dengan kata-kataku, Dad." Seru Amara dengan tersenyum mengembang, membentuk hurup O di jari tangan kanannya, antara jari jempol dan jari telunjuknya.
"Siap, Om Ramon... !" Seru Angga dengan tersenyum ramah dan mengangguk kecil.
Amara melanjutkan aktivitas memasaknya, sedangkan Angga duduk di kursi meja makan, untuk menunggu masakan Amara seraya memperhatikan Amara memasak.
"Aku tidak menyangka bisa menyukai gadis bar-bar seperti dia, yang ternyata begitu manis, unik, lucu dan pintar memasak." Angga bergumam dalam hatinya.
"Selesai kak, sekarang kakak boleh cicipi masakan aku." Ujar Amara menawarkan masakannya, hingga membuyarkan lamunannya.
Amara yang melihat Angga seperti habis melamun, membuat Amara jadi kepo.
"His.. habis melamun ya, kak? Cie.. melamunin apa, coba!"
"Ck.. melamunin kamu, sayang."
"Hi.. hi.. hi.. pasti kak Angga mesum!"
"He.. he.. he.. ya engga dong, sayang. Seandainya melamunin mesum juga, yang penting mesuminnya sama kamu."
"Ha.. ha.. ha.. sudah ach.. tidak baik, ayo sekarang cobain nasi gorengnya dulu."
"Iya.. sayang. Uemmm.. harum banget ini nasi gorengnya, sayang! Aku coba ya." Seru Angga menghirup wangi nasi goreng yang tersaji di hadapannya, lalu memasukkan nasi goreng itu kemulutnya.
"Iya, kak. Habiskan, ya."
__ADS_1
"Uuh.. enak banget nasi gorengnya, sayang." Ucap Angga memuji dengan rasanya yang benar enak.
"Tentu dong kak, dibuatnya 'kan dengan sepenuh hati dan segenap cinta, hi.. hi.. hi.." Amara tertawa kecil menanggapi pujian sang kekasih.
"Kalau begini, jadi pingin cepat-cepat lulus kuliah dan menjadi Dokter, terus nikahin kamu deh."
"Aissh.. emangnya aku mau menikah sama kamu, kak?" Decak Amara memainkan alisnya gemas.
"Iya, emangnya kamu tidak mau menikah sama aku, heum?"
"Ha.. ha.. ha.. mau dong! Siapa yang tidak mau dengan pria tampan seperti kakak?"
"Iish.. mengakui juga nih, kalau aku tampan."
"Iya dong, kakak 'kan pacar aku."
"Lebih tampan mana, aku sama Tuan Jordan?"
"Iish.. lebih tampan kak Andi!"
"Laah.. kok, kak Andi sih!"
"Habis.. kak Angga mah, suka aneh-aneh pertanyaannya. Tuan Jordan lah dibawa-bawa, jangan-jangan kakak cemburu ya, kalau nanti Tuan Jordan suka sama aku? Ayo... ngaku!"
"Iya.. sayang, aku cemburu. He.. he.. he.."
"Iish.. cemburu, pacaran saja baru semalam. Sudah ach.. terusin makannya, jadi ngelantur kemana-mana ngomongnya."
"Ck.. kamu mau aku suapin tidak, sayang?"
"Eem.. boleh."
"Aaaaa..."
"Eeemm.. enak! Sekarang aku gantian yang suapin kakak ya."
"Boleh."
"Aaaaa..."
"Eeemm.. enak, sayang. Jadi pingin tiap hari makan berdua kayak gini biar suap-suapan, he.. he.. he.."
"Ish.. itu sih senengnya kak Angga."
"Ha.. ha.. ha.."
...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--