
π₯°π₯°Happy Readingπ₯°π₯°
Andi dan Mutiara seketika bergeming saat mendengar suara yang bergitu familiar, merekapun sudah bisa menebak suara yang berada dibelakang mereka.
Andipun kemudian melepaskan pelukkannya dari pinggang istrinya. Keduanya kompak melihat kearah belakang. Dugaan mereka benar, dia adalah Angga adiknya yang sedang tersenyum kepada mereka.
"Adik Angga.." Panggil mereka kompak.
"Huemm.. Aku merindukan kalian, Kakak." Ucap Angga merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Andi, kakaknya.
"Aku juga merindukanmu, Dik." Andi menerima pelukkan adiknya dengan erat.
Keduanyapun saling berpelukkan lama, tanpa sadar keduanyapun meneteskan air mata, lalu terkekeh bersama.
Mutiara yang menyaksikan adik dan kakak yang sudah kembali berdamai, seketika saja ikut menangis haru. Merasakan betapa mereka saling menyayangi dan merindukan satu sama lainnya.
Hubungan mereka sempat renggang, akibat tanpa sengaja persoalan hati yang tidak bisa ditebak mau dibawa kemana arahnya.
"Saya dicuekin jadinya nih! Ya sudah deh, saya pergi saja." Canda Mutiara, pura-pura mau pergi dari sana.
"Eeh.. engga dong, sayang! Kamu tetap nomor satu buat saya." Kata Andi mengurai pelukkannya, lalu meraih tangan istrinya.
"He.. he.. he.. gurau saja Mas. Ternyata Mas Andi gampang banget dibohongin." Kekeh Mutiara puas.
"Iish.. sayang, sudah berani yah bohongin saya, mau dihukum, hueh..?" Andi merangkul istrinya dengan gemas, membawanya kedalam dekappannya.
"Iya, Ampun Mas.. ampun." Mutiara mohon ampun, dirinya sudah dikuasai oleh suaminya hingga tidak bisa bergerak.
Angga hanya terkekeh menyaksikan kebucinan mereka berdua, hatinyapun sudah ikhlas menerimanya. Kakaknya sudah mencintai dan menyayangi Mutiara istrinya dengan baik.
"Angga senang melihat kalian yang seperti ini, tapi kasihanilah aku yang masih jomblo ini Kak, hikkz.. hikkz.." Ujar Angga berpura-pura menangis.
"Ha.. ha.. ha.. makanya cari pacar dong dik." Tawa Andi meledek.
"Aissh.. memangnya gampang, hueh..? Cewek sih banyak teman kampus yang mau sama Angga, tapi yang cantik dan baik kayak Kakak ipar, langka." Decak Angga memuji kakak iparnya.
Sontak saja Andi mendelikkan matanya kearah Angga, yang sudah siap menerkam.
"Ha.. ha.. ha.. peace, gurau saja kak! Jangan marah..." Angga tertawa seraya mengangkat jari tangan kanannya memberntuk hurup V.
"He.. he.. he.. iya dik, kakak juga tahu." Andi terkekeh mendengar ucapan adiknya.
Mutiara sempat tegang namun kemudian senang melihat mereka tertawa kembali.
"Dik... Apa kamu benar-benar sudah tidak ada rasa cinta untuk istri kakak lagi?" Tanya Andi meyakinkan.
"Kalau boleh jujur, masih dong kak. Tapi, rasa sayangku sama kakak lebih besar. Bohong, kalau Angga bilang sudah tidak ada rasa sama kakak ipar. Kecuali, sudah ada wanita yang baik dan cantik pengganti kakak ipar buat ngisi hati Angga. He.. he.. he.." Ujar Angga dengan gamblang, lalu terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"He.. he.. he.. kakak doain deh semoga cepat ketemu dengan jodohnya. Biar engga ngerecokin kakaknya lagi." Andi terkekeh ikut menimpali.
"Aiish.. kakak, kalau ngomong suka benar!" Seru Angga mencibirkan bibirnya.
__ADS_1
"Ha.. ha.. jelek dik." Tawa Andi melihat tingkah adiknya yang ngambek.
"Ha.. ha.. ha.." Keduanyapun akhirnya tertawa, diikuti oleh Mutiara, yang menyaksikan obrolan mereka saling melempar kata dan candaan.
"Haduuh.. kalian seru sekalih! Ajak-ajak Mami dong." Ujar Mami saat melewati mereka dari dapur.
"Eeh.. iya Mih, mau dong Angga jus jeruknya itu." Kata Angga yang melihat Mami Safira membawa nampan berisi beberapa gelas jus jeruk.
"Yah.. sayang, ini sudah ada yang punya semua, ini ada juga buat kakakmu." Ucap Mami Safira jujur, lalu memberikan jus tersebut ketangan Andi.
"Terima kasih Mih, tapi jusnya buat dik Angga saja. Nanti, Andi mau dibikinin sama istri Andi yang cantik ini." Ucap Andi seraya memberikan jus jeruknya ketangan Angga adiknya.
"Sungguhan ini, kak? Terima kasih yah kak." Ucap Angga senang, kakaknya sangat baik kepadanya.
"Huem.. " Hanya gumaman Andi yang terdengar, lalu diapun tersenyum.
"Iya sudah engga apa-apa, Mami kedepan dulu yah. Ooh.. iya, kamu sudah bertemu dengan Ibu Lanjar atau belum, sayang?" Tanya Mami Safira kepada Angga.
"Sudah Mih, tadi saat Angga baru sampai." Sahut Angga jujur.
"Okey.. kalau begitu." Ucap Mami lalu meninggalkan mereka.
"Kak.. adik juga mau kekamar dulu sambil menikmati segelas jus jeruk ini. Terima kasih yah kak, sudah terima kotak dari adik." Ujar Angga tulus.
"Sama-sama dik, lain kali isinya kue atau makanan, biar kenyang perut kakak. He.. he.. he.." Canda Andi terkekeh.
"Iya.. iya, he.. he.. he.." Timpal Angga ikut terkekeh, lalu pergi dengan segelas jus jeruknya.
"Ayo sayang, kita buat jus didapur." Ajak Andi menautkan jari tangannya di jari tangan istrinya.
Andi mengambil empat buah jeruk, lalu membelahnya jadi dua bagian. Kemudian Mutiara yang memeras jeruknya, setelah itu diberi batu es dan air secukupnya dan ditambahkan madu. Setelah semua tercampur, jerukpun diblander dan jadilah jus jeruknya.
"Tara.. jadi Mas, jus jeruknya." Ucap Mutiara senang, lalu menunjukkan kepada suaminya jus jeruk yang sudah jadi.
"Kerja sama yang kompak, sayang." Ucap Andi tersenyum.
Akhirnya jus jerukpun sudah tersaji dengan nikmat, dalam satu gelas besar untuk mereka nikmati berdua.
"Mas.. kita samperin Ibu di depan yah." Ajak Mutiara bersemangat.
"Okay, sayang." Ucap Andi dengan mengangguk pelan, dirinyapun sangat bersemangat untuk menemui orang tua mereka, yang sudah melahirkan dan menyayangi mereka hingga saat ini.
"Yang.." Panggil Andi manja.
"Iya, Mas." Sahut Mutiara.
"Cup.. cup.. cup.." Andi menghujani wajah Mutiara dengan kecupan, setelah puas dirinya langsung tersenyum dan menggandeng istrinya tanpa dosa.
"Aiish.. Mas Andi.. Mas Andi, basah semua wajah saya." Decak Mutiara tersenyum, menyentuh wajahnya penuh dengan jejak bibir suaminya.
"Ha.. ha.. ha.. habis kamu bikin gemas sih. Nunggu nanti malam masih lama, sekarang nyicil sedikit dulu." Ucap Andi engga jelas yang membuat Mutiara geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Hai.. kalian sini dong temani kita, memangnya kalian tidak kangen sama kita?" Tanya Mami Safira seraya melambaikan tangannya di utara.
"Kangen Mih, apa lagi sama Ibu mertua. Waktu itu belum sempat ngobrol banyak sama Ibu, karena waktu yang cukup singkat." Kata Andi, lalu duduk di sofa berhadapan dengan orang tua mereka.
Mutiara hanya tersenyum, lalu duduk disamping Ibu Lanjar.
"Ibu sudah makan?" Tanya Mutiara lembut.
"Sudah sayang. Kamu sendiri bagaimana?" Tanya Ibu Lanjar balik.
"Sudah dong Bu, barusan sama Mas Andi." Tutur Mutiara bahagia.
"Iya Jeng, makan sepiring berdua, romantis so sweet Jeng." Ucap Safira menimpali senang.
"Mih.. jangan diledekin, istriku kasihan kalau Mami ledekin. Lihat saja wajahnya sudah kayak kepiting rebus, merah merona. He.. he.. he.." Ucap Andi terkekeh senang.
"Ha.. ha.. ha.. iya.. iya, Mami tutup mulut deh. Tapi, engga bisa janji kalau lupa." Safira ikut tertawa bahagia, begitu juga dengan Mutiara dan Ibu Lanjar, mereka tertawa melihat interaksi Mami dan anak yang selalu berdebat mesra.
"Kapan, kalian akan meresmikan pernikahan secara Negara?" Tanya Papi Dahlan yang baru saja datang bergabung dengan mereka.
"Huem.. secepatnya, Pih." Ucap Andi yakin.
Sontak saja Mutiara dan yang lainnya melirik kearah Andi dengan tatapan senang. Apa lagi Mutiara, dirinya seperti mimpi, suaminya yang baru saja menyatakan cinta kepadanya, dengan cepat mengambil keputusan.
"M.. mas Andi." Panggil Mutiara gugup.
"Sungguh 'kah?" Tanya Mutiara masih tidak percaya.
"Sungguh, sayang." Ucap Andi menghampiri istrinya lalu membawanya dalam pelukkan kehangatan tubuhnya.
Mutiara menangis bahagia, saat sebuah pernikahannya sungguh bukan permainan semata.
...ππππ...
Autor : Alhamdulillah akhirnya, akan resmi juga pernikahan Mas Andi secara Negara.π€²π
Andi : Iya dong Tor, biar semuanya dimudahkan dalam mengurusi hal-hal penting.ππ€
Autor : Aiish.. klise! Bilang saja biar engga mudah direbut sama pria lain.ππ€§π€£
Andi : Waah.. cerdas juga Otor nih. Tahu saja apa yang dikhawatirkan sama saya.π₯Ίπ€£
Autor : Ya tahulah.. orang Otor yang setting kamu Mas Andi, he.. he.. he..π€©β
Andi : Uuh.. dasar Otor! Tumben engga kaboor.π€§π‘
Autor : Ini mauπββοΈπββοΈ kaboor. Dari pada nanti diamuk sama Mas Andi.π€£π€£
...β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈπΉπΉππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ...
Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.ππ...