Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 24


__ADS_3

πŸ₯°πŸ₯°Happy ReadingπŸ₯°πŸ₯°


Angga seketika bergeming, saat dirinya melihat Kakaknya Andi sedang menatapnya tidak suka, seraya melipat kedua lengannya di depan dadanya.


Mutiara memukul-mukul lengan Angga, agar tubuhnya segera diturunkan saat itu juga.


"Angga, tolong turunin saya." Pinta Mutiara dengan wajah lirih merasa tidak enak dengan suaminya.


"Eeh.. iya Kakak ipar, maaf." Ucapnya Angga merasa sedikit bersalah.


Anggapun menurunkan tubuh Mutiara, dengan perlahan dan sangat hati-hati. Kemudian Angga mendirikan kursi, yang sudah ambruk kelantai tadi.


"K.. kak Andi, jangan salah paham yah! A.. angga hanya menolong Kakak ipar tadi, saat akan terjatuh dari atas kursi. Semuanya tidak seperti yang Kakak lihat, jangan berpikir yang aneh-aneh tentang kami yah Kak." Ujar Angga gugup, dirinya tertangkap basah sudah dengan lancang menggendong Kakak iparnya dengan begitu mesra.


"Heerm.." Hanya gumaman Andi yang terdengar.


Andi lantas menghampiri mereka berdua dengan wajah dan tatapan dinginnya. "Mana, coklat bubuknya?" Tanya Andi seraya mengadahkan tangan kanannya didepan Mutiara.


"I.. ini M.. mas Andi, biar saya saja yang buatkan." Ucap Mutiara, seraya menunjukkan kotak bungkusan coklat bubuknya.


Tanpa mendengar jawaban dari mulut Andi, Mutiarapun langsung bergegas mengambil secangkir gelas dan membuka bungkusan coklat bubuk tersebut.


Sebenarnya Andi kedapur memang sudah tahu dari Mbo Yuyun, saat dirinya tadi bertanya kepada Mbo Yuyun, istrinya sedang apa di dapur.


Setelah itu Andipun ke dapur untuk memeriksa istrinya, apa bisa atau tidak mengambil kotak coklat bubuk di atas lemari, yang lumayan tingginya mencapai dua meter.


Mengingat istrinya yang sedikit ceroboh, sudah pasti dia berpikir yang tidak-tidak. Ternyata perkiraannya benar, diapun hampir terjatuh, untung saja Andi melihat semua kejadian saat Angga akan menolongnya.


Andipun tidak marah kepada Angga, hanya dirinya sedikit cemburu melihat kedekatan Angga dengan istrinya. Dirinya merasa bersalah, sudah mempelakukan istrinya seperti anak kecil.


"Aaawh.. praank.. !" Pekik Mutiara saat terkena tetesan air panas, cangkirpun terjatuh kelantai dan pecah berserakan.


Andi dan Anggapun, sontak kaget mendengar teriakkan Mutiara. Keduanya menoleh kearah Mutiara bersamaan.


"Awas.. jangan bergerak, nanti kaki kamu kena pecahan gelas." Andi sedikit mengeraskan suaranya, saat melihat istrinya panik dan akan bergerak.


Andi berjalan kearah istrinya dengan hati-hati, seraya berjinjit pelan. Dia takut mengenai pecahan gelas tersebut.


"Kamu hati-hati jalannya, kaki kamu berjinjit seperti aku yah." Ucap Andi dengan penuh perhatian.


"I.. iya, Mas Andi." Ucap Mutiara gugup seraya menuruti perintah suaminya.

__ADS_1


Setelah itu, Andi menyentuh tangan istrinya, lalu menariknya perlahan mendekat ke wastafel. Tangan istrinya, dia basuh dengan air mengalir. Mutiara hanya menurut saja, saat dirinya diperlakukan seperti itu.


Setelah dirasa cukup, keran air wastafelnya dia matikan. Setelah itu Andi mengeringkan tangan istrinya, dengan handuk kecil yang tergantung rapi di pengaitnya.


Mutiara tertegun sejenak, melihat suaminya yang begitu perduli kepadanya. Meski suaminya selama ini ketus dan dingin kepadanya, namun Mutiara saat ini begitu senang dan bahagia.


"Terima kasih, Mas Andi." Ucap Mutiara tulus, dengan senyum merekah.


"Heem.. lain kali jangan ceroboh, kalau tidak bisa, engga usah sok bisa. Merepotkan saja!" Andi bergumam pelan, seraya menaruh kembali handuk kecil tersebut ditempatnya.


Mutiara merasa tersentil hatinya, saat suaminya bergumam pelan, yang masih terdengar olehnya. Air mata Mutiara sontak saja langsung mengalir deras, tanpa permisi. Namun, sebelum suami dan adik iparnya tahu dia menangis, jari tangannya langsung mengusap kasar air matanya.


Anggapun tidak tinggal diam, diapun langsung mengambil obat luka bakar di kotak obat P3K, untuk mengobati tangan Kakak iparnya.


"Kakak ipar, pakai obat ini juga yah, biar lukanya nanti tidak membekas." Ujar Angga, seraya mengoleskan tangan Mutiara yang sudah terkena air panas.


Mutiara hanya mengangguk pelan, mengikuti apa yang dikatakan Angga adik iparnya.


"Selesai.. biarkan kering dulu yah obatnya, Kakak ipar." Ujar Angga menerangkan.


"I.. iya, terima kasih Angga." Ucap Mutiara gugup, saat matanya melirik kearah suaminya, yang masih bergeming disampingnya.


Andi hanya menatap dingin kearah istrinya, saat dia melihat istrinya salah tingkah dan menikmati perhatian yang diberikan oleh Angga adiknya.


"Aaaw.." Andi mendesis kaget, saat jari tangannya tergores pecahan gelas.


Sontak saja Mutiara dan Angga, menoleh kearah suara Andi secara bersamaan.


"Kak Andi, kenapa? Kak Andi, berdarah?" Tanya Angga yang melihat, jari tangan kakaknya mengeluarkan darah segar.


Mutiara berjalan untuk mendekat kearah suaminya, dia meraih jari tangan suaminya yang berdarah. Tanpa berkata, Mutiara langsung memasukkan jari telunjuk tangan suaminya kedalam mulutnya. Mengulum dan mengisapnya dengan lembut, untuk menghentikan darah yang keluar.


Andi bergeming, lalu melebarkan bola matanya, menatap istrinya yang sungguh berani, mengisap dan mengulum jari telunjuk tangannya.


Mutiara terus mengisap dan mengulum, jari tangan suaminya dengan lembut. Andi menikmati saja, saat perlakuan istrinya yang terlihat sangat manis.


Melihat kemesraan mereka, Angga terasa panas hatinya. Diapun berinisiatif untuk mengganggunya.


Kemudian, Angga mengambil sapu dan serokkan, untuk membersihkan pecahan gelas yang berserakan.


"Maaf ganggu yah, Kak Andi dan Kakak ipar, jangan bergerak yah, Angga mau sapu pecahan gelasnya, habis bahaya kalau sampai terinjak." Ujar Angga dengan tersenyum masam kearah mereka.

__ADS_1


Setelah selesai menyapu, lalu Angga membuang pecahan gelas itu ketempat sampah. Dengan muka masam, Angga menatap mereka yang begitu manis.


"Deg.." Jantung Angga berdebar kencang. Hatinya tiba-tiba merasa cemburu, melihat perlakuan manis sang kakak ipar kepada kakak kandungnya.


"Aissh.. Kenapa dengan hatiku? Kenapa sakit rasanya, melihat kemesraan mereka? Bukankah ini yang seharusnya aku inginkan? Melihat kebahagiaan mereka? Tapi, kenapa sesakit ini rasanya?" Angga bermonolog dalam hatinya.


Mutiara perlahan mengeluarkan jari telunjuk suaminya, dari dalam mulutnya. Andi masih menatap istri bocilnya, seakan tidak rela istrinya mengeluarkan jari telunjuknya itu.


"Sudah Mas Andi, sudah berhenti darahnya. Angga, tolong ambilkan handsaplast dan obat antiseptik dong." Ujar Mutiara, masih memegang jari tangan suaminya, tanpa melihat Angga yang sedang menatapnya.


"Iya, Kakak ipar." Ucap Angga lirih, seraya berjalan mengambil benda yang diminta oleh Mutiara. Sebenarnya Angga malas rasanya, melihat mereka yang seperti itu.


"Mas Andi, apa masih sakit jarinya." Tanya Mutiara, dengan tatapan sendu.


Andi hanya menggelengkan kepalanya pelan, tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dirinya masih tidak percaya, dengan apa yang sudah dilakukan oleh istri bocilnya, padahal selama ini dia selalu dingin dan ketus kepadanya.


"Kakak ipar, ini handsaplast dan obat antiseptiknya." Kata Angga seraya menyerahkan benda tersebut.


"Terima kasih, Angga." Ucap Mutiara, seraya mengambil kedua benda tersebut dari tangan Angga.


"Sama-sama kakak ipar, Angga pergi dulu yah." Ucap Angga, seraya pergi meninggalkan mereka dengan perasaan hampa. Seakan tidak rela, melihat mereka begitu romantis.


"Kenapa dengan wajahnya? Kenapa begitu berbeda?" Tanya Mutiara dalam hatinya, saat melihat Angga berwajah masam.


...πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’...


Autor : Cie.. cie.. Mas Andi sudah mulai ada rasa nih!πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Andi : Iya dong, habis sudah musim panas sekarang. Jadi, sudah tidak dingin tor.πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡


Autor : Asik dong, batu es sudah mencair sepertinya?πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›


Andi : Iya dong tor! Jadi, boleh dong tor sekarang aku mesra-mesraan sama istri bocilku?πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Autor : Ya iya lah, boleh Mas Andi.πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Andi : Yang hot yah tor!🀩🀩🀩


Autor : πŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈ Kabooor..!


--BERSAMBUNG--

__ADS_1


...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.πŸ™πŸ™...


__ADS_2