Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 56


__ADS_3

...🥰🥰Happy Reading🥰🥰...


"A-angga.." Ucap Amara lirih.


"Hei.. aku bilang lepasin lengan pacarku, sekarang! Apa kamu tuli, hah?" Bentak Angga dengan berteriak sangat kencang.


Sontak saja, semua orang disekitar mereka seketika riuh dan berbisik-bisik, seraya menatap takut. Suasanapun berubah tegang, meski hal ini terjadi jauh dari pelaminan pengantin.


Namun, pria itu tetap bergeming dan tidak mengikuti perintah Angga. Otomatis semua mata, tertuju kepada mereka bertiga.


Tangan Angga sudah sangat gatal rasanya, ingin melayangkan bogem mentah untuk pria yang sudah membuatnya marah kini. Tapi, Angga masih bisa meredam emosinya.


"Haah.. pacarmu? Benarkah? Setahu aku, kamu jomblo, bukan?" Tanya Betrand mengejek.


Sedangkan Angga hanya tersenyum miring, tanpa menjawab pertanyaan Betrand yang menurutnya tidak penting untuk dia jawab.


Betrand merupakan teman kuliah Angga, satu jurusan yang sama. Pria itu sering menggoda gadis-gadis kampus dikelasnya, bahkan di area kampus lainnya.


Disaat Betrand lengah, karena sedang beradu mulut dengan Angga, Amarapun mulai mengeluarkan ide kepintarannya.


Amara menginjak dan menendang tulang kering kaki pria itu, lalu menggigit lengan Betrand dengan kuat. "Duuuk.. sreettt.. arrgh.." Dengan mudah, lengan Amarapun terlepas dari cekalan tangan Betrand, lalu dirinya bersembunyi dibelakang punggung Angga.


"Awwh.. aduuh... siit!" Betrand meringis kesakitan, lalu mengusap kakinya yang sakit.


"Angga.. aku takut!" Seru Amara lirih dan ketakutan.


"Jangan takut, ada aku." Ucap Angga menenangkan. Namun, tetap fokus menatap nyalang Pria yang berada dihadapannya kini.


"Siit... dasar gadis sial." Umpat Betrand tidak terima, dirinya sudah dipermalukan oleh seorang gadis kecil dan temannya yang sekaligus rivalnya.


Betrand langsung tertawa menutupi rasa malu dan kesalnya, kepada kedua orang yang sekarang berada dihadapannya, dengan berlaga sok jagoan.


"Ha.. ha.. ha.. jangan sok jadi pahlawan kamu! Mentang-mentang ini acara keluarga kamu. Memangnya aku takut sama kamu, hah..?" Ujarnya menantang.


"Kamu jangan bikin kacau acara pernikahan kakakku, apa kamu sudah tidak punya malu? Lihat.. banyak orang yang melihat kearah kita. Kalau kamu memang berani, kita selesaikan diluar, jangan disini." Ujar Angga bersikap santai.


"Aallah.. kamu banyak omong! Buugh... !" Ucap Betrand seraya melayangkan bogem mentahnya ke wajah Angga, hingga sedikit mengeluarkan darah segar dari bibirnya.

__ADS_1


Betrand terlihat puas dengan apa yang sudah dia lakukan kepada Angga, diapun tersenyum menyeringai.


Angga meringis karena merasakan perih di area bibirnya yang megeluarkan darah segar itu. Diapun mengusap darah segar itu menggunakan jempol jari tangan kanannya dengan kasar, lalu tersenyum miring.


Amarapun memekik kencang dengan berteriak karena takut, lalu menangis. "Kak Angga.. jangan pukul kak Angga. Hikks.. hikkz.."


Begitu pula para tamu yang melihat perkelahian dua orang pria tampan itu, ikut berteriak histeris dan ketakutan.


Kemudian Anggapun tidak tinggal diam, dia juga membalasnya dengan melayangkan bogem mentahnya, kearah wajah Betrand dengan dua kali pukulan. "Terima balasanku brengseek! Buugh.. buugh.." Pukulan Angga dua kali lipat lebih sakit dari pada pukulan Betrand.


Betrandpun meringis, saat keluar darah segar dari bibirnya juga karena serangan balasan dari Angga.


Betrand tidak terima, diapun melakukan pembalasannya lagi. Akhirnya, perkelahianpun terjadi dengan saling serang dan saling pukul. "Buugh.. buugh.. buugh.." Pukulan bertubi-tubi hingga wajah mereka babak belur.


Beruntung ada Rayhan dan Damar yang kebetulan melihat perkelahian mereka, keduanyapun langsung dipisahkan dan dibawa keluar ballroom yang begitu luas itu.


Rayhan dan Damar, langsung membawa keduanya ke pos Security untuk diamankan. Sedangkan Amara mengikuti mereka dalam keadaan menangis.


Para tamu nampak sedikit lebih tenang, saat Asyafa menyampaikan permintaan maafnya atas ketidaknyamanan para tamu dengan kejadian yang kurang pantas untuk disaksikan.


"Mohon perhatiannya untuk para tamu semuanya, karena sudah melihat kejadian yang kurang berkenan. Silahkan kembali menikmati acara pestanya, semua sudah kembali aman. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, atas kejadian ini. Terima kasih." Ujar Asyafa membubarkan kerumunan para tamu.


Kejadian itupun tidak luput dari pendengaran yang punya pesta pernikahan, yaitu orang tua Andi dan Mutiara. Hingga kedua mempelai pengantinpun ikut mendengarnya.


Andi dan Mutiarapun mendadak panik, saat tahu Angga sudah berkelahi dengan pria yang merupakan salah satu Mahasiswanya dikampus hanya karena seorang wanita. Namun, Mami Safira dan Ibu Lanjar menenangkan mereka.


Iya.. Betrand adalah anak muridnya dikampus Andi mengajar dan teman satu kelas dengan Angga.


"Jangan panik sayang, kalian jangan memikirkan hal ini. Semua sudah diatasi, biarkan Papi kalian yang akan mengurusinya." Ucap Safira dan Ibu Lanjar bergantian, agar keduanya tetap santai seperti tidak terjadi apa-apa.


"Baik Mih.. Ibu." Ucap Andi dan Mutiara menurut.


Kebetulan kedua orang tua Betrandpun adalah kolega bisnisnya Papi Dahlan dan Mami Safira.


Papi Dahlan dan Mr Ramon, turun dari pelaminan dan menghampiri Angga yang kini sedang berada di pos Security. Begitu juga dengan Tuan Gionino, sang Papa dari Betrand ikut mendatangi anaknya juga.


Mereka bertiga begitu terkejut, saat melihat anak-anaknya yang sudah babak belur dengan wajah penuh lebam.

__ADS_1


Angga dan Amara duduk bersebelahan di dalam pos Security, sedangkan Betrand berada tidak jauh dari mereka namun ada dua Security yang menjaganya.


Rayhan dan Damarpun undur diri untuk kembali ke Ballroom, setelah berpamitan dengan Tuan Dahlan dan kedua temannya. Lalu Tuan Dahlanpun tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada mereka, yang sudah melerai perkelahian anak-anak mereka.


"Angga.. !" Panggil Papi Dahlan sedikit berteriak, lalu menggoyang-goyangkan wajahnya kekiri dan kekanan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Angga hanya tersenyum meringis, ketika melihat Papinya begitu khawatir kepadanya.


"Kamu kenapa harus berkelahi dengan Betrand? Kalian itu berteman satu kampus, kenapa tidak bisa akur?" Tanya Dahlan merasa heran dengan kelakuan putranya.


"Aku hanya tidak suka dengan apa yang dilakukan Betrand saja, Pih. Dia itu selalu semena-mena dengan apa yang dia inginkan. Dia selalu memaksakan, sesuatu yang dia sukai harus menjadi miliknya." Ungkapnya terus terang.


"Tapi, kalian 'kan bisa bicara baik-baik tanpa harus berkelahi begini." Ujar Dahlan menyayangkan kejadian yang tidak semestinya terjadi.


"Betrand yang menghajarku duluan, Pih!" Seru Angga membela diri.


"Papi tidak akan membela kamu ataupun Betrand, kalian harus berbaikan dan berdamai." Titah Dahlan tak terbantahkan.


"Baik.. Pih." Ucap Angga menurut.


Sedangkan Mr Ramon langsung memeluk anak semata wayangnya Amara, yang sedang duduk disebelah Angga.


"Amara sayang, apakah kamu baik-baik saja? Apa kamu terluka?" Tanya Mr. Ramon, seusai mengurai pelukkannya.


"Iya Dadie, aku baik-baik saja. Aku tidak terluka, tapi kakak Angga yang terluka." Jelas Amara dengan mengusap air matanya, usai menangis tadi.


"Syukurlah, sayang." Ucap Mr. Ramon tenang.


Berbeda dengan Tuan Gionino, dia datang hanya untuk memarahi dan memberikan pelajaran untuk anaknya Betrand.


"Dasar anak tidak tahu malu! Anak kurang ajar! Apa yang kamu lakukan kepada anak kolega Papa. hah..? Apa kamu sadar dengan perbuatanmu? Kamu sudah mencoreng nama baik Papa didepan kolega bisnis Papa. Mulai sekarang, kamu urus hidupmu sendiri. Papa tidak sudi, mempunyai anak yang membuat kedua orang tuanya malu, karena kelakuan anaknya."


Betrand hanya terdiam tanpa bisa membela dirinya. Semua yang dikatakan oleh Papanya adalah benar adanya.


"Betrand.."


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2