
🥰🥰Happy Reading🥰🥰
Hari ini adalah hari terakhir Ospek yang sudah berjalan kurang lebih satu minggu. Setelah banyaknya usulan dari para calon anak Mahasiswa baru, keputusan untuk berkemah adalah dilakukan di daerah Bogor yaitu tepatnya di daerah Curug Cilember.
Para calon Mahasiswa barupun begitu antusias saat melakukan kegiatan berkemah tersebut yang akan berlangsung selama dua hari diakhir pekan ini.
Amara yang memang belum pernah menginjakkan kakinya ditempat tersebut, begitu kagum dengan keindahan daerah sekitar yang nampak asri dan begitu sejuk. Terhampar pemandangan kota Bogor dengan sejuta keindahan yang begitu memanjakan mata memandang.
Disepanjang perjalanan, mereka bersorak gembira tak henti-hentinya bernyanyi penuh dengan keseruan. Sang supir dan kernetpun terhibur, dengan keseruan mereka yang begitu semangat dan antusias.
"Sayang, apa kamu suka dengan tempat ini?" Tanya Angga saat mereka baru saja menginjakkan kakinya ditempat tujuan.
"Suka banget, kak! Aku suka sekali pemandangan alam yang asri seperti ini." Sahut Amara dengan wajah berseri.
"Ayo, sayang. Kita langsung berkumpul disana" Ajak Angga dengan menunjuk tempat para calon Mahasiswa beserta kakak senior pembimbing juga Dosen yang bertanggung jawab dalan acara kemah tersebut sedang berkumpul.
"Iya, kak!"
"Sini, sayang! Biarkan tasnya kakak yang bawain." Pinta Angga dengan mengambil tas milik Amara dari tangannya.
"Jangan kak, tasnya berat loh, kakak 'kan tasnya juga besar dan berat ditambah punya tasku, semakin tambah berat." Tolak Amara, tidak tega melihat sang kekasih membawa beban berat.
"Tapi, aku kasihan sama kamu, sayang." Ucap Angga tetap memaksa.
"Sudah, jangan berebut! Biarkan aku saja yang bawa." Timpal Aldi, yang kemudian berjalan dengan santainya, lalu mengambil tas Amara yang berada ditangan Angga.
Seketika wajah Amara dan Angga nampak tercengang, dengan sikap Aldi yang tiba-tiba saja lewat dan mengambil tas Amara tanpa menunggu jawaban dari pemilik tas.
"Iya.. sudah, sayang. Biarkan saja tasnya Aldi yang bawa." Ujar Angga lalu berjalan dengan menautkan jemarinya dengan jemari Amara menuju tempat berkumpul para Maha siswa lainnya.
Dosen Rayhan, Dosen Fathur dan Dosen Lina sudah mulai memanggil para calon Mahasiswa yang sebentar lagi sudah resmi menjadi Mahasiswa sesungguhnya di Universitas milik Brawijaya Cipto Roso, untuk segera berkumpul di tempat yang cukup luas dengan hamparan rumput hijau yang begitu menyegarkan.
"Assalamu'alaikum, warohmatullohi wabarokatuh." Ucap salam Ibu Dosen Lina selaku ketua pengadaan Ospek tahun ini.
"Wa'alaikumussalam, warohmatullohi wabarokatuh." Sahut semua anak calon Mahasiswa yang sudah berkumpul.
"Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua, semoga kalian senantiasa dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Allah yang maha kuasa. Aamiin.."
"Aamiin.. Ibu Dosen."
"Untuk pertama-tama, saya akan menjelaskan bagaimana peraturan para peserta kemah disini, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh kalian. Mohon didengarkan dan dipatuhi baik-baik ya."
"Siap, Ibu Dosen."
__ADS_1
"Yang pertama, kalian harus membuat beberapa kelompok sesuai yang kalian inginkan. Tidak harus satu kelas ataupun satu jurusan, kalian bebas menentukan siapa yang akan bergabung. Setiap kelompok terdiri dari lima belas peserta, boleh bergabung laki-laki dan perempuan."
"Maaf, Ibu Dosen! Kenapa laki-laki dan perempuan harus digabungin?" Tanya Nabila dengan mengacungkan jari telunjuknya keatas.
"Iya, Bu Dosen. Masa laki-laki digabungin sama perempuan." Ucap Amara menimpali.
"Huem.. iya tuh Budosen, bagaimana sih?" Sahut Mahasiswa yang lainnya ikut berkomentar, hingga suasana menjadi riuh dan gaduh.
"STOP.. ! BISA TIDAK KALIAN BERHENTI BERBICARA.!" Teriak Ibu Dosen Lina dengan suara kerasnya melalui speaker suara.
Sontak saja suara riuhpun tiba-tiba berubah jadi heninh seketika.
"Maksud Ibu itu, kalian membuat setiap kelompok terdiri dari lima belas orang yang terdiri dari laki-laki dan Perempuan, agar bisa bagi-bagi tugas. Misalkan satu kelompok terdiri dari delapan orang laki-laki dan tujuh orang perempuan. Tugas laki-laki misalkan mendirikan tenda dan mencari kayu untuk memasak, juga mengambil air disungai. Sedangkan untuk perempuan bisa memasak makanan untuk kelompoknya masing-masing dan melakukan bersih-bersih sampah dedaunan yang ada disini. Sampai disini, apa kalian sudah faham?"
Ibu Dosen Lina menjelaskan dengan panjang lebar, agar semua Mahasiswanya tidak salah faham lagi.
"Faham, Ibu Dosen." Sahut semua Mahasiswa baru.
"Oh iya, satu lagi. Setiap kelompok membuat dua tenda ya. Satu tenda khusus laki-laki dan satu tenda khusus perempuan. Tenda laki-laki disebelah kanan saya, sedangkan tenda perempuan disebelah kiri saya. Jadi, sekarang kalian bisa langsung menentukan kelompok kalian. Silahkan dimulai pencarian sepuluh menit dari sekarang, setelah itu ibu serahkan kepada Bapak Dosen Rayhan dan Bapak Dosen Fathur. Terima kasih."
"Baik, Ibu Dosen."
Para calon Mahasiswapun mencari kelompoknya masing-masing sesuai apa yang dikatakan oleh Dosen Lina, meski berbeda kelas dan jurusan, namun mereka boleh bergabung satu kelompok demi terjalinnya saling mengenal sesama satu angkatan dan sati Mahasiswa baru.
*******
"Ayo, kumpul-kumpul sesuai kelompoknya, kalian faham?" Ujar Dosen Rayhan dan Dosen Fathur mengintruksi.
Merekapun mulai berkumpul sesuai dengan kelompoknya, yang baru saja mereka cari masing-masing.
"Kalian berbaris sesuai dengan kelompoknya, buat barisan lima orang kebelakang. Kalau ada kelompok yang kurang dari lima belas orang, tolong mengacungkan tangannya." Sambung Rayhan kemudian.
"Saya, Pak Dosen! Kelompok saya kurang satu orang." Tutur Desi, selaku ketua kelompok didalam grupnya, seraya mengacungkan tangannya keatas.
"Baik, apakah ada lagi yang kelompoknya kurang dari lima belas orang?" Tanya Rayhan kembali.
Tidak ada jawaban, para Mahasiswa itu sudah berbaris sesuai dengan perintah Dosen Rayhan. Maka Doaen Rayhanpun mengulum senyum kepada semua Mahasiswa baru tersebut.
"Oke, karena tidak ada lagi yang menjawab, maka kelompok kamu tetap empat belas orang, siapa namanya?"
"Desi, pak Dosen ganteng. Kepanjangannya, Desi Purnama." Ucap Desi polos tanpa rasa malu.
"Huuuh... " Sorak riuh semua teman-temannya sesama calon Mahasiswa, karena Desi menyebut Dosen Rayhan dengan Dosen ganteng.
__ADS_1
"Hiss.. kalian sirik saja. Memangnya Dosen Rayhan ganteng, weeee..!" Desipun membela diri dengan menjulurkan lidahnya kearah teman-temannya.
"Iuuh... dasar centil!" Ledek Mirna teman sekelasnya Desi yang tidak menyukainya.
"Biarin..!" Ucap Desi tak perduli.
"Sudah-sudah, jangan ribut lagi ya. Terima kasih, saya sudah dipuji ganteng. Tapi, itu bukan persoalan penting. Yang terpenting sekarang, kalian silahkan membubarkan barisan dan masing-masing kelompok, akan ada satu orang kakak senior yang mendampingi kelompok kalian." Lerai Rayhan menyudahi kegaduhan.
"Baik, Pak Dosen." Sahut semua Mahasiswa baru.
Semua kelompok yang terdiri dari sepuluh kelompok itupun, sudah dipasangkan dengan kakak seniornya oleh Rayhan dan Fathur. Kemudian merekapun sudah siap dengan pekerjaan mereka masing-masing, yaitu membuat tenda untuk nanti malam dan mengumpulkan kayu untuk memasak dan membuat api unggun.
*******
"Ayo.. makan dulu, kak" Tawar Amara kepada Aldi yang merupakan kakak senior dikelompoknya. Sedangkan Angga menjadi kakak senior dikelompok yang lainnya.
Amara, Nabila dan ke lima teman wanita yang lain, baru saja selesai memasak dan menyiapkan makanan untuk para pria yang sudah sangat keletihan, mencari kayu dan membuat tenda.
"T-terima kasih, dik Amara." Ucap Aldi gugup dan salah tingkah.
"Kenapa, kak? Kok kak Aldi gugup gitu, engga seperti biasanya."
"Deg.. deg.. deg.."
"Eeeh.. he.. he.. he.. engga kok, kamu sudah tawarin makanan untuk kak Angga, pacar kamu?" Kekeh Aldi mengalihkan pertanyaan Amara yang membuat jantungnya berdebar-debar.
"Belum, kak! Biarkan saja, 'kan ada kelompoknya, pasti kak Angga sudah disiapin makanan banyak lah sama cewek-cewek dikelompoknya yang centil-centil itu." Ujar Amara, masih jengkel saat melihat Angga sedang asik berbincang dengan para gadis dikelompoknya.
"Ha.. ha.. ha.. kamu jealous ya, dik Amara Anastasya?" Tawa Aldi dengan meledeknya.
Amara hanya terdiam, saat Aldi meledeknya dengan sebutan Jealous. "Apa benar yang dikatakan oleh kak Aldi? Apa aku jealous dengan kak Angga?" Hatinya terus bertanya.
"Hiss. ditanya, malah melamun."
"He.. he.. he.. engga, kak Aldi."
Merekapun akhirnya tertawa lepas, saling berbicara satu sama lainnya, dengan menghabiskan makanan yang menyisakan piring dan sendoknya saja.
"Eehemm.. akrab sekali kalian! Dari tadi aku perhatikan, kalian begitu asik tertawa dan begitu nyaman."
♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
__ADS_1
--BERSAMBUNG--