
π₯°π₯°Happy Readingπ₯°π₯°
Andi dan Mutiara saling menatap seperkian detik, wajah keduanya tiba-tiba merah merona. Padahal, AC dikamar mereka suhunya cukup dingin 20 derajat celcius. Namun, tubuh mereka merasakan sedikit panas.
Keduanya sedikit gugup, takut hal semalam terjadi lagi. Namun, hati Andi sudah merasa yakin bahwa dirinya fix sudah jatuh cinta kepada istri cantiknya ini.
Begitu mudahnya Andi jatuh cinta kepada gadis yang baru saja lulus SMA, sedangkan dirinya sudah cukup matang. Perbedaan usia sembilan tahun, membuat dirinya kurang percaya diri untuk bisa mencintai istrinya.
Tapi, semua itu hilang dan lenyap begitu saja, setelah satu bulan masa perkenalan menjadi suami istri.
Masa dimana dirinya bisa cemburu terhadap pria lain, yang mencoba mendekatinya bahkan dengan terang-terangan mencintainya. Apa lagi pria itu adiknya sendiri, dirinya semakin gamang dengan hati dan perasaannya.
Mutiara mengangguk pelan, saat suaminya meminta jawabannya. Andipun tersenyum senang, ternyata istrinya menerima pernyataan cintanya itu.
"Iyes.. bahagianya saya, sayang." Ucap andi dengan wajah berbinar. Begitupun Mutiara sama halnya dengan Andi, hatinya senang saat tahu suaminya sudah bisa mencintainya dan menerimanya menjadi istri yang sesungguhnya.
"S.. sayang.." Panggil Andi gugup saat menyentuh bibir istrinya.
"Huem.." Mutiara hanya bergumam dan tersenyum.
"Boleh, engga?" Tanya Andi terus menempelkan jari tangannya di bibir istrinya.
"Engga!" Sahut jahil istrinya.
"K.. kenapa? Kamu belum bisa cinta sama saya yah?" Tanya Andi sedikit kesal.
"B.. bukan Mas!" Ucapnya gugup.
"Terus.. kenapa?" Tanya Andi penasaran.
"Masih siang, nanti malam saja." Sahut Mutiara sedikit malu.
"Tapi.. saya hanya ingin cium bibir kamu saja sayang. Memangnya, engga boleh?" Tawar Andi memelas.
"Janji dulu, hanya cium bibir saja, tangan Mas Andi engga jalan kayak semalam." Ancam Mutiara yang takut suaminya kebablasan.
"Janji, sayang." Ucap Andi cepat.
"Huemm.. iya." Mutiara bergumam pelan lalu menganggukkan kepalanya pelan.
Sejurus kemudian Andi mulai menempelkan bibirnya dibibir mungil istrinya. "Mmpp.." Baru saja mereka menikmati ciuman panasnya, suara ketukan pintu kamarnya melepaskan pangutan bibir mereka.
"Tok.. tok.. tok.." Bunyi pintu kamar di ketuk.
"Duh.. siapa sih? Ganggu saja!" Gerutu Andi bergumam pelan.
__ADS_1
Mutiara hanya terkikik "hi.. hi.." melihat bibir suaminya yang menggerutu kesal.
"Aden Andi dan Nona Mutiara, ini Mbo Yuyun." Ujar Mbo Yuyun dari luar pintu kamarnya
"Iya Mbo, sebentar." Ucap Andi lalu turun dari ranjangnya untuk membukakan pintu kamarnya.
"Jeglek.." Pintu kamar terbuka.
"Apa ini, Mbo?" Tanya Andi merasa heran, Mbo Yuyun menyerahkan sesuatu berbentuk kotak.
"Ini dari Aden Angga, katanya Mbo Yuyun yang diminta memberikan kotak ini untuk Aden Andi." Ucap Mbo Yuyun jujur.
"Kenapa bukan adik Angga yang kasih sendiri Mbo?" Tanya Andi merasa curiga.
"Mbo Yuyun engga tahu Den, sekarang Mbo mau balik ke dapur mau beres-beres dulu yah, Den." Pamit Mbo Yuyun meninggalkan Andi yang masih gamang.
"Iya.. Mbo." Ucap Andi singkat.
Andi kemudian menutup dan mengunci pintu kamarnya kembali. Lalu dia membawa kotak itu masuk ke dalam kamarnya.
"Apa itu, Mas? Tadi Mbo Yuyun yang kasih ini, Mas?" Tanya Mutiara penasaran.
"Bukan, sayang. Kotak ini dari Angga, saya juga engga tahu isinya." Ucap Andi jujur.
"Ooh.. dik Angga! Ya sudah Mas, coba saja buka isinya." Ucap Mutiara sumringah.
Andi mengeluarkan isi kotak itu dari dalam bungkusan kertas cantik, lalu membukanya.
Terlihat sebuah photo Album berbentuk hati, yang berwarna merah. Ada sepucuk surat untuk Andi dari sang adik.
Mutiara mengerutkan dahinya merasa heran, sedangkan Andi sudah merasakan kesedihan dihatinya.
"Ada apa sebenarnya, Mas? Kenapa dik Angga kasih album photo dan surat ini?" Tanya Mutiara yang merasa heran dengan kotak hadiah yang diberikan oleh adik iparnya.
Andi hanya menggelengkan kepalanya pelan. Dengan perlahan Andi membaca sepucuk surat dari adiknya Angga.
Seketika saja Andi menangis sedih, setelah membaca sepucuk surat dari Angga adiknya. Dia langsung menenggelamkan kepalanya, dipangkuan istrinya.
"M.. mas, kenapa menangis? Memangnya apa yang ditulis dik Angga dalam surat itu?" Tanya Mutiara mengusap punggung suaminya, yang sedang meringkuk dipangkuannya.
Andi terus menangis, tidak menjawab pertanyaan istrinya. Mutiara penasaran dengan isi tulisan dari surat yang dikirim Angga untuk suaminya, diapun memberanikan diri untuk membacanya.
"Bolehkah saya membacanya, Mas?" Tanya Mutiara hati-hati.
"Heem.. " Andi hanya bergumam pelan dan menganggukan kepalanya, masih dalam pangkuan istrinya.
__ADS_1
Akhirnya, Mutiarapun membaca surat dari Angga untuk suaminya itu.
...Assalmu'alaikum.. Kakak Andi tersayang....
...Sebelum melihat photo-photo kebersamaan kita dari kecil hingga kita dewasa, sudinya kak Andi untuk membaca surat dari adikmu ini yang sangat menyayangimu....
...Kak Andi, Maaf.. kalau adikmu ini sudah berniat buruk ingin merebut kak Mutiara dari tangan Kak Andi. Maaf.. kalau adikmu ini sudah mencintai Kak Mutiara dengan diam-diam. Maaf.. kalau adikmu ini lemah hatinya yang dengan mudahnya menyukai dan mencintai kakak iparnya sendiri....
...Kak Andi, Maaf... kalau adikmu ini sudah dengan terang-terangan meminta Kak Andi untuk melepaskan Kak Mutiara saat itu untuk Angga, padahal itu sudah jelas perbuatan yang salah. Kakak Andi.. tolong maafkan Angga, yang sudah lancang dan jahat menginginkan cinta istri Kakaknya sendiri....
...Kak Andi, maafkan Angga yang sudah jatuh cinta tidak pada tempatnya. Angga sedih Kak, memikirkan Kak Andi yang selalu menghindar setiap bertemu dengan Angga. Segitu bencinya 'kah Kak Andi dengan Angga, hingga Kak Andi tidak ingin bertemu dengan Angga?...
...Angga mohon Kak Andi jangan pernah membenci Angga, dari hati yang paling dalam, Angga sangat menyayangi Kak Andi. Angga berusaha membuang jauh-jauh, rasa cinta Angga kepada Kak Mutiara. Mulai sekarang kita kembali seperti dulu Kak, lupakan masalah Angga sudah mencintai Kakak ipar....
...Angga berdoa untuk kebahagiaan Kak Andi dan Kak Mutiara. Tolong cintai Kak Mutiara, jangan pernah sakiti dia, jangan pernah tinggalkan dia. Jika sampai hal itu terjadi, jangan salahkan Angga yang akan merebut paksa kakak ipar. He.. he.. he.. Kakak jangan menangis yah, tertawalah dengan bahagia....
...Salam sayang dan cinta dari adikmu ini....
...Wa'alaikumussalam....
...Angga Permana....
Mutiarapun shock saat membaca surat yang ditulis Angga, dia sungguh tidak menyangka jika adik iparnya yang sangat baik selama ini, ternyata jatuh cinta kepadanya.
Dirinyapun tidak menyadari akan hal itu. Seketika saja, Mutiara ikut menangis bersama suaminya dengan merengkuh suaminya masuk kedalam pelukkannya.
...ππππ...
Autor : Mas Andi sudah jangan nangis terus dong.π«π
Andi : Ah.. Otor sih kejam..ππ
Autor : Idih.. kenapa jadi Otor yang disalahin?π‘π
Andi : Iya lah.. ini 'kan ulahnya Otor sudah bikin part sedih kali ini.π«π€§
Autor : πββοΈπββοΈKaboor saja lah kalau Otor yang disalahin terus.β
Andi : Kebiasaan banget deh Otor kaboor dari tanggung jawab.π‘π
...β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈπΉπΉππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ...
Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.
--BERSAMBUNG--
__ADS_1
...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.ππ...