
...π₯°π₯°Happy Readingπ₯°π₯°...
Sepulangnya Angga mengantar Mr. Ramon dan Amara ke Apartementnya, Angga langsung masuk kedalam rumahnya, tanpa membangunkan seisi rumah.
Hanya penjaga rumah dan Pak Satpam, yang membukakan pintu pagar dan rumahnya untuk Angga.
Namun, saat melewati pintu kamar sang kakak, tanpa sengaja Angga mendengar obrolan mesra dan suara-suara erangaan dan desahaan dari suara mereka.
"Aiish.. suara kalian membuat jiwa hasratku meronta-ronta, sungguh beginikah nasib sijomblo." Angga bergumam pelan, dengan mengusap-usap dadanya menahan hasrat.
Tidak ingin berlama-lama mendengar suara lucknut itu, yang bisa saja membuat dirinya menjerit minta dibelai, Anggapun berjalan cepat menuju kamarnya.
Lagi-lagi pendengarannya menangkap sayup-sayup suara erangaan dan desahaan kembali, dari bilik kamar kedua orang tuanya. Angga sebelum naik ke kamarnya di lantai dua, pastinya dia akan melewati kamar mereka.
"Aiish.. Mami dan Papi juga, sudah tua mereka masih saja melakukan hal itu! Apa mereka tidak malu, jika sampai terdengar orang lain, hah? Untung Mbo Yuyun dan Mbo Panti sudah masuk kamar. Tapi anak kalian baru pulang Mih, Pih.. pendengaranku sudah ternoda." Bathin Angga nelangsa.
"Shiit.. kenapa aset berhargaku mendadak bangun? Hanya karena mendengar suara rintihan mereka yang sedang enak-enakan." Umpat Angga menahan kesal.
Tidak ingin mendengar lebih lama lagi suara mereka yang sedang asik bercinta, Anggapun menutup kedua telinganya seraya berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Angga langsung bergegas membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian tidurnya.
Angga sekarang merebahkan tubuhnya diatas kasur, menerawang jauh dengan tatapan kosong. Dirinya tersenyum, saat teringat Amara menyentuh aset berharga miliknya, tanpa sengaja karena tidurnya yang sedikit aneh pikirnya.
"Amara.. gadis itu sungguh menyebalkan! Sombong, tidak punya sopan santun, tidak tahu aturan, manja dan sok cantik. Tapi, kenapa aku bisa begitu dag dig dug saat dia memelukku? Ini semua gara-gara tidurnya yang rusuh. Pantas saja kalau sedang sadar gadis itu selalu bikin rusuh, orang tidur saja rusuh." Angga mengumpat dalam gumamannya, namun tanpa sadar bibirnya mengulum senyum saat teringat kejadian itu.
Tidak lama kemudian mata Anggapun terpejam, karena saking lelahnya diapun menyambangi alam mimpinya. Tentu saja dirinya akan memimpikan suatu hal yang baru saja dia lewati.
*******
Pagi hari dikamar Andi dan Mutiara, mereka masih dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Saling berpelukkan dibawah selimut tebalnya, Andi menghujani wajah istrinya dengan ciuman sayang. "Cup.. cup.. cup.."
"Sayang.. apa kamu mau nambah lagi, heum?" Tanya Andi lirih dengan mengecup-ngecup bibirnya singkat.
"Eeum.. memangnya Mas Andi engga cape apa?" Tanya Mutiara masih dengan memejamkan matanya, karena rasa kantuk yang masih melandanya.
Sepulang dari acara Anniversary Mami Safira dan Papi Dahlan, mereka langsung melakukan malam pertama mereka yang tertunda, karena saat itu Mutiara kedatangan tamu bulanan.
__ADS_1
Setelah tamu bulanan itu pergi, Andi dengan semangat empat lima langsung menggogol gawang istrinya semalam hingga kelelahan.
Selaput darah keperawanan Mutiara masih menempel di seprei kasurnya yang berwarna putih, dengan semalam Andi yang menggempur istrinya dengan sangat ganas, karena hasratnya yang sudah menggebu-gebu.
"Aku engga merasa cape, sayang. Ini pengalaman pertama untukku,untukmu, dan untuk kita. Mana mungkin aku merasa cape, setelah semalam merasakan betapa nikmatnya area kenikmatan kamu yang begitu sempit, sayang." Bisik Andi diceruk leher istrinya dengan mengendus-endusnya, layaknya kucing yang minta dimanja.
"Tapi.. aku masih perih dan sakit Mas." Keluh Mutiara saat dirinya bergerak merasakan perih dan sakit di area intimnya.
"Perih dan sakit ya? Tapi, kalau mandi bareng mau 'kan?" Tanya Andi bernegosiasi.
"Heeem.. tapi jangan macem-macem ya, hanya mandi saja!" Ancam Mutiara mengingatkan.
"Iya.. sayang, aku hanya ingin merilekskan tubuh kita dengan berendam air hangat saja, okey?" Bujuk Andi kasihan melihat istrinya yang sudah kesakitan dan kelelahan karena ulahnya.
"Okey Mas, kalau seperti itu. Aku tidak mau main dulu sama kamu, kamu menyiksaku. Aku digempur semalam sama Mas Andi tanpa ampun!"
"Ha.. ha.. ha.. iya.. iya, kenapa istriku mendadak garang dan menakutkan?" Andi tertawa melihat istrinya yang begitu cepat berubah.
"Ck.. ini semua karena Mas Andi yang membuat aku seperti itu." Ucapnya semakin sengit, saat Andi menertawakannya. Nyatanya memang Mutiara merasakan begitu perih dan sakit, diarea intimnya saat dirinya bergerak.
"Aaawh.." Pekik Mutiara saat kakinya baru saja hendak turun dari ranjangnya.
Dengan perlahan Andi menurunkan istrinya ke bathtub, yang kemudian dia atur air hangat didalamnya dengan water heater.
"Sayang.. bagaimana rasanya? Apakah air hangat ini mampu menghilangkan rasa sakit dan perih dibagian intim kamu, heum..?" Tanya Andi saat dirinya ikut masuk kedalam bathtub.
"Iya.. Mas, sedikit lebih baik dari pada tadi." Ucap Mutiara lebih tenang dan rileks, saat tubuhnya merasakan air hangat yang mampu membuat dirinya sedikit berkeringat karena uap air hangat tersebut.
"Syukurlah Sayang, aku bantu untuk menggosok punggungmu dengan sabun, ya sayang?" Tanya Andi mesra, saat lengannya menyentuh punggung istrinya.
"Heem.. boleh, Mas sayang." Ucap Mutiara mereemang nikmat. Pasalnya Andi sudah menyentuh punggungnya dengan lembut terlebih dahulu sebelum bertanya.
"Apa kamu menikmatinya, sayang?" Tanyanya berbisik dengan napas yang begitu menggoda, namun masih menggosok punggung istrinya dengan sabun.
"I.. iya Mas Andi sayang, jangan menggodaku! Aku tidak tahan, kalau mendengar rayuanmu. Terima kasih yah Mas sayang, kamu pintar sekali membuat aku melayang, aaachh.." Mutiara meleenguh dan mengeraang.
"He.. he.. he.. istriku lucu sekali kalau sedang mendesaah gini, bikin senjataku bangun lagi."
__ADS_1
"Mas Andi makanya jangan nackal! Makanya jangan menggoda aku terus, heum... !" Serunya menyalahkan suaminya yang memang gara-gara dia membuat bibirnya dengan lancang mengeluarkan suara lucknut itu.
"Ha.. ha.. ha.. habis kamu bikin candu sih, sayang." Andi tertawa dan menggoda.
"Iish.. gombal!"
"Habis kamu menggemaskan, sayang." Ucapnya Andi, lalu tangannya berjalan-jalan kearea gundukan Mutiara, yang begitu kenyal dan lembut saat menyentuhnya.
"Ooh.. aaah.." Mutiara melenguh saat dua buah dadanya diremas oleh suaminya.
Andi tersenyum penuh kemenangan, karena dirinya berhasil membuat istrinya kembali bergairah dengan bibirnya yang mengeluarkan suara-suara yang begitu merdu diindra pendengarannya.
Dengan perlahan Andi merubah posisi mereka menjadi berhadapan, lalu merekapun berciuman dengan lembut, saling meluumat dan melilit lidah, masuk kedalam rongga mulut keduanya. Menikmati pertukaran saliva mereka dan saling merasakan indra perasa, saling mensesap dan memberikan gigitan-gigitan kecil dibibir mereka dengan lembut.
...πΉπΉπΉπΉπΉ...
Autor : Sudah Mas Andi, kasihan anak orang disosor terus.π€π
Andi : Aiish.. ganggu saja sih Otor ini! Kayak belum pernah merasakan saja.π€£π
Autor : Iya Mas Andi.. Otor juga sering merasakan itu, tapi engga kayak Mas Andi juga keles..π€π€£
Andi : Ooh.. Otor kurang puas ya sama yang dirumah? Apa Otor mau merasakan punya aku juga?π€£π€£π
Auror : Aissh.. amit-amit Mas Andi, ogah! Sama Mas Andi mah hanya hayalan doank, mendingan juga πββοΈπββοΈ kabooor..π
Andi : Makanya Tor.. jangan gangguin mulu jadi orang, untung aku sudah puas semalam.π€π€£
Autor : Emang tugas Otor Mas Andi buat gangguin Mas Andi.π€π€£π
Andi : Laah.. tumben habis kabur siotor balik lagi! Kayaknya minta dikasih ciuman nih.π€π
Autor : Ogah... mendingan πββοΈπββοΈ kabur lagi kalau begitu mah.π€£π€
Andi : Awas balik lagi Tor! aku keram di kandang π sekalian.π€£π€
...β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈπΉπΉππβ₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ...
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.
--BERSAMBUNG--