Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 80


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Dikampus, hari ketiga Ospek.


Angga menginformasikan kepada Dosen Rayhan dan Fathur, jika sang Kakak Andi tidak bisa mengajar hari ini karena mengalami kecelakaan mobil kemarin siang.


Sontak saja, Rayhan dan Fathur begitu shock mendengarnya dan merekapun menanyakan kondisi Andi saat ini. Anggapun menceritakan secara singkat, agar mereka cukup tahu saja kondisi sang kakak.


"Baiklah, dik Angga. Terima kasih atas informasinya, nanti sepulang dari kampus insya Allah saya akan menjenguknya." Ujar Rayhan.


"Iya, saya juga akan ikut menjenguknya." Ujar Fathur mengikuti.


"Baiklah, terima kasih Pak Dosen Rayhan dan Pak Dosen Fathur., saya izin masuk kekelas dahulu." Ucap Angga kemudian pergi meninggalkan ruangan mereka.


Setibanya dikelas, Angga langsung mengedarkan tatapan membunuh kepada Kelik yang sedang asik berbincang dengan Nabila teman wanita yang baru saja dekat dengannya.


"SAUDARA KELIK..!" Panggil Angga dengan begitu keras, hingga ruangan kelas tiba-tiba hening.


Sontak saja Kelik yang namanya dipanggil, matanya melirik kearah sumber suara Angga berasal.


"Iya, kak Angga." Sahut Kelik bersikap santai.


"Maju kedepan, saya perlu bicara empat mata dengan kamu." Ucap Angga sedikit pelan, tidak seperti saat memanggilnya tadi.


Kelik nampak ragu saat diminta Angga kedepan, diapun melihat kearah bangku Mutiara yang nampak kosong, hanya ada Amara disana. Dia berpikir, jangan-jangan dirinya dipanggil ada sangkut pautnya dengan Mutiara yang tidak masuk kelas hari ini.


"I-iya.. kak!" Seru Kelik pada akhirnya, diapun berjalan kedepan kelas menghampiri Angga dengan wajah tertunduk.


"Aldi, tolong isi kelas dengan materi yang sudah kita bahas kemarin. Saya ada perlu dengan Kelik sebentar, kami akan keluar sebentar."


"Okey, Ga!" Sahut Aldi mengerutkan keningnya, tidak tahu ada masalah apa dengan mereka.


Sementara Angga dan Kelik pergi, ruangan tiba-tiba gaduh dan banyak pertanyaan dibenak mereka.


"Sebenarnya ada apa sih dengan mereka? Kenapa wajah kak Angga nampak menakutkan dan tampak sorot mata membunuh?"

__ADS_1


"Apa mereka sedang punya masalah, ya?"


"Baru kali ini loh, wajah tampan kak Angga begitu sangat menakutkan dan seram."


Begitulah bisik-bisik para calon Mahasiswa yang lain, saat begitu penasaran dengan apa yang sudah mereka lihat dari sang kakak senior.


*******


"Ada apa, kak Angga?" Tanya Kelik, saat mereka saling diam berjalan menuju ruang gazebo Universitas itu.


"Kamu tahu tidak, kenapa saya memanggil dan mengajak kamu kesini, hah?" Tanya Angga dengan wajah memerah ingin sekali menghajar wajah Kelik yang begitu menyebalkan saat ini didalam penglihatannya. Karena dirinya sungguh-sungguh emosi dan kesal.


"Tidak, kak!" Sahut Kelik masih santai menjawab pertanyaan Angga.


Namun detik kemudian Angga menarik kerah Seragam Kelik dengan kasar. "Akibat keegoisan kamu dan hati kamu yang tidak bisa moveon dari kakak iparku, Mutiara. Sekarang dia mengalami kecelakaan dan sedang koma diruang ICU, dirumah sakit." Ujar Angga emosi, lalu melayangkan bogem mentah kewajah Kelik hingga meringis dan mendesis.


"Bug.. buug.." Pukulan bogem mentah itu membuat memar diwajah Kelik.


"Aawh.." Pekik Kelik meringis, kemudian mengusap pipinya yang terasa sakit akibat pukulan Angga.


Rasa sakit akibat pukulan bogem mentah Angga yang diterima Kelik, tidak lebih sakit dari saat dia mendengar jika wanita yang dia cintai sekarang sedang koma dirumah sakit. Hati Kelik tiba-tiba hancur berkeping-keping, bagaikan tersambar bom nuklir, dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Angga.


Kelik tidak menjawab pertanyaan Angga, melainkan dia balik bertanya kepada Angga. "Dimana rumah sakit tempat Mutiara dirawat, kak? Aku ingin segera menemuinya, untuk meminta maaf dan mengikhlaskan kekasihku untuk bahagia bersama pak Dosen Andi suaminya."


"Ck.. ck... apa yang kamu katakan, hah? Kamu mau menjenguk kakak iparku dan meminta maaf kepadanya dan akan mengikhlaskan mereka hidup bahagia? Apa aku tidak salah dengar dengan apa yang baru saja kamu katakan, Kelik?" Tanya Angga dengan ketus dan penuh tatapan benci.


"Sunguh kak, aku sungguh-sungguh ingin meminta maaf kepada Mutiara dan pak Dosen Andi. Saya menyesal sudah membuat mereka bertengkar kemarin didepan Perpustakaan. Mereka pasti sudah bertengkar hebat, karena saya yang sudah membuat semua ini terjadi. Tolong, kak! Saya benar-benar menyesal." Ungkap Kelik jujur dengan apa yang sudah dikatakannya.


"Ha.. ha.. ha.. tapi aku tidak yakin dengan semua ucapanmu, Kelik!" Tawa Angga tidak percaya.


"Apakah kak Angga perlu bukti, agar percaya dengan ucapan saya?" Tanya Kelik dengan serius.


"Huemm..." Angga bergumam pelan.


"Setiap insan manusia pasti punya rasa cinta dan sayang, kak. Begitu juga dengan saya, rasa cinta saya kepada Mutiara begitu besar hingga rasa cinta itu menjadi rasa benci. Karena rasa benci saya, hingga saya menghalalkan segala cara untuk menghancurkan hubungan mereka. Tetapi, saya tidak memikirkan akibatnya hingga sepatal ini."

__ADS_1


Lirih Kelik jatuh tersungkur dengan duduk bersimpuh, lalu menangis tanpa bersuara. Hanya air mata yang nampak jelas dipipi Kelik mengalir deras diwajah tampannya.


Angga yang melihat itupun seakan terenyuh dan mulai luluh karenanya. Namun, beberapa saat kemudian diapun tersadar, jika Kelik pernah bersimpuh seperti itu didepan Mutiara saat awal pertemuan mereka kembali.


"Ck.. buang cara kotormu itu, Kelik! Aku sudah tahu, apa yang kamu lakukan tidak pernah tulus sama sekali kepada Mutiara." Hardik Angga dengan tersenyum miring.


Kelik tidak bisa berucap lagi, karena memang benar adanya dengan apa yang diucapkan Angga tentang dirinya yang tidak tulus saat kemarin itu. Tapi, hari ini dia benar-benar menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan.


"Maaf.. maafkan saya, kak Angga. Saya benar-benar minta maaf, harus dengan cara apalagi saya harus membuktikannya." Lirih Kelik pada akhirnya. Diapun pasrah atas sikap Angga yang tidak bersahabat kini.


"Kalau memang kamu tulus meminta maaf, temui kakak saya dan minta maaf atas apa yang sudah kamu lakukan kemarin. Kamu juga harus berjanji, tidak akan mengganggu hubungan kak Andi dan Mutiara lagi." Sarkas Angga dengan peringatan.


"Baik, kak Angga." Ucap Kelik tersenyum canggung, namun merasa sedikit lebih lega.


"Ayo, kita kembali kekelas." Ajak Angga mengulurkan tangan kanannya, untuk meraih tangan Kelik agar bangkit dari lantai.


Kelikpun menerima uluran tangan Angga, kemudian bangkit keposisi berdiri dan memgucapkan kata. "Terima kasih, kak! Terima kasih sudah memberikan kesempatan yang begitu luas untuk saya."


"Iya, Kelik! Tapi, jika kamu melanggar janji kamu sekali lagi, saya tidak akan pernah memberikan kata maaf kepada kamu sekalipun kamu benar-benar menangis darah." Ancam Angga tidak main-main.


"Baik, kak! Insya Allah saya amanah, kak. Saya sudah menyesal, karena saya yang tidak terima ditinggalkan kekasih saya. Mutiara jadi korban dan menderita karena saya." Jelas Kelik dengan gamblang.


Anggapun tersenyum dan mengangguk kecil kepada Kelik. "Sebelum masuk kelas, kita obati luka memarmu keruang UKS, Kelik."


"Tidak usah, kak! Lukaku tidak ada apa-apanya dibandingkan luka hatiku yang kini sedang sedih, kak."


"Luka?" Tanya Angga mengulangi ucapan Kelik.


"Iya.. luka hatiku, saat orang yang pernah ada dalam hidup kita dan sangat mencintai kita, sedang terluka karena perbuatan kita sendiri, kak."


"Huem.. makanya ikhlas dan move on, Kelik! Saya juga pernah menyukai Mutiara, bahkan mencintainya. Tapi, saya harus ikhlas dan menerima jika kak Andi adalah suaminya Mutiara."


"Haah..? Kak Angga juga pernah mencintai Mutiara?" Tanya Kelik dengan membulatkan matanya karena keterkejutannya.


♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.


--BERSAMBUNG--


__ADS_2