Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen
Bab 68


__ADS_3

🥰🥰Happy Reading🥰🥰


Angga dan Amara membawa Kelik dan juga Mutiara keruangan gajebo sekolah, untuk membicarakan hal pribadi mereka.


Sedangkan Aldi langsung membubarkan kerumunan para calon Mahasiswa baru, agar kembali duduk dibangkunya masing-masing.


"Tolong semua adik junior kembali duduk ketempat duduknya masing-masing, lalu lupakan semua yang sudah baru saja kalian lihat." Ujar Aldi mengintruksi.


"Baik, kak Aldi." Ucap semua para calon Mahasiswa dikelas itu.


Semua calon Mahasiswa dikelas itupun kembali menduduki bangkunya masing-masing dengan banyak pertanyaan dibenak mereka, karena mereka melihat Mutiara dan Kelik dengan seragam sekolah asal yang sama dan suatu hal yang seperti baru saja terjadi.


"Apa mereka pasangan kekasih yang sedang bertengkar?"


"Kenapa Mutiara dan Kelik bisa seperti itu? Kesalahan apa yang dilakukan Kelik, hingga Kelik bersimpuh dihadapan Mutiara?"


"Apa Kelik dan Mutiara mempunyai masalah pribadi?"


"Apakah mereka mempunyai hubungan? Padahal mereka cantik dan tampan, membuat semua menjadi iri. Tapi, kenapa mereka bertengkar?"


"Benarkah yang sedang aku lihat itu, Kelik adalah pacar Mutiara?"


"Jika Kelik dan Mutiara merupakan sepasang kekasih, mengapa mereka bertengkar? Apa yang sedang terjadi diantara mereka?"


Pertanyaan demi pertanyaan yang muncul dari beberapa orang, yang kagum dan ada rasa ingin tahu mengenai hubungan Mutiara dan Kelik yang sebenarnya.


Aldi meminta Para calon Mahasiswa membentuk enam kelompok, yang terdiri dari lima orang atau lebih setiap kelompoknya. Karena Kelik yang menyusul, jadi jumlah calon Mahsiswa dikelasnya berjumlah 31 orang.


Setelah terbentuk kelompok yang berjumlah enam kelompok itu, mereka mendekatkan bangkunya dengan kelompoknya masing-masing.


"Untuk Amara, Kelik dan Mutiara, akan bergabung di kelompok kalian nantinya. Sekarang kalian boleh membuat cerita pendek tentang perjalanan kalian, dari semasa SMA hingga ingin berkuliah di Universitas ini. Setelah selesai, kalian bisa gabungkan cerita kalian dalam satu buah buku dan nantinya kalian cetak atau frint, lalu kumpulkan kepada saya atau kak Angga. Apakah kalian sudah mengerti dengan perintah saya?" Ujar Aldi setelah membentuk mereka sesuai kelompoknya yang mereka pilih masing-masing.

__ADS_1


"Iya, kak." Sahut para adik junior mengangguk mengerti.


"Bagus kalau begitu, apakah ada pertanyaan yang belum dimengerti?" Tanya Aldi dengan mengacungkan jari telunjuknya keatas.


"Saya, kak Aldi." Ucap Nabila memgacungkan jarinya keatas.


"Iya, silahkan Nabila." Ucap Aldi seraya membaca papan nama Nabila yang tertera diseragamnya.


"Apakah saya boleh memberi saran kak?" Tanya Nabila serius.


"Iya, boleh." Ucap Aldi.


"Bagaimana kalau hasil cetak buku dari setiap kelompok, diikutkan lomba tulis cerpen dikampus ini?"


"Heem.. ide yang bagus! Mungkin nanti bisa saya ajukan kepada Dekan ataupun Dosen, yang bertugas dalam hasil kreatifitas atau prestasi keahlian dan kemampuan, setiap Mahasiswa yang berbakat dalam segi kepenulisan cerpen ataupun novel." Ujar Aldi dengan gamblang.


"Boleh tuh kak!" Seru Melani menanggapi.


Aldi akhirnya meminta mereka segera memulai membuat cerita mereka masing-masing, lalu menggabungkannya hasil cerpen mereka masing-masing kelompok.


*******


Sedangkan ditempat yang berbeda, yaitu sebuah ruangan gazebo yang biasa digunakan anak-anak Mahasiswa yang sedang ikut pelatihan ekstrakurikuler.


"Kakak ipar dan dik Kelik coba jelaskan kepada saya, ada hubungan apa kalian sebenarnya?" Tanya Angga berpura-pura tidak mengerti.


Amara hanya memperhatikan mereka dan menyimak setiap ucapan mereka.


"Saya adalah kekasih Mutiara yang sudah berpacaran selama kurang lebih hampir dua tahun, kak." Sahut Kelik jujur.


"Deg..." Jantung Angga berdebar kencang, meski sebelumnya dia sudah yakin menebak hubungan mereka.

__ADS_1


"Pacaran dua tahun? Tapi Mutiara, sudah menjadi kakak ipar saya. Jadi, kamu bukan siapa-siapa Mutiara lagi." Ungkap Angga to the point.


"Tapi, Mutiara belum memutuskan saya. Dia pergi tanpa sekata patahpun, mana bisa saya terima begitu saja." Bantah Kelik yang merasa hubungannya digantung.


"Kamu tidak boleh seperti ini, Mutiara sudah menikah dengan kakak saya. Jadi, sebagai seorang pria yang pernah mencintainya, maka ikhlaslah dan merelakan Mutiara bahagia bersama suaminya." Ujar Angga meyakinkan Kelik.


"Saya bahagia melihat wanita yang saya cintai bahagia, tapi saya akan sedih jika wanita yang saya cintai bersedih. Saya hanya ingin mendengar Mutiara mengatakan, jika dia sudah tidak mencintai saya lagi dan sudah jatuh cinta kepada suami yang tidak pernah dia kenal sebelumnya. Hanya itu saja yang saya ingin dengar dari mulut kekasih saya." Jelas Kelik lirih dengan gamblang.


"Ooh.. Lalu, kakak ipar apa sudah menjawab pertanyaan dik Kelik?" Tanya Angga merasa lega.


"Sudah.. kak! Makanya saya jatuh bersimpuh dan menangisi kekasih saya, yang sudah menjadi milik orang lain. Andai Mutiara tidak bahagia dengan pernikahannya, saya sudah bertekad untuk merebut kembali cinta Mutiara dari suaminya." Ujar Kelik jujur dengan lirih dan mengusap air matanya yang masih saja mengalir tanpa permisi.


"Syukurlah, kalau kamu mau menerima dan ikhlas dengan semua ini. Saya atas nama kak Andi Permana dan kedua orang tua saya, mohon maaf sebesar-besarnya sudah mengambil Mutiara dengan mendadak dan terpaksa, karena Papi saya mengalami serangan jantung mendadak." Ungkap Angga tentang sebuah fakta keluarganya, tanpa tahu kenyataan yang sebenarnya.


Seandainya rahasia sang Papi Dahlan yang tidak pernah mempunyai riwayat sakit jantung, apa yang akan terjadi kepada mereka. Apakah Andi akan merasa dibohongi? Ataukah Mutiara akan merasa sedih karena sudah masuk perangkap kebohongan sang mertua.


Mutiara hanya menunduk, dirinya tidak sanggup melihat pria yang tidak pernah menyakitinya, pria yang selalu menjaganya selama dua tahun belakangan ini, pria yang selalu membuatnya tersenyum dan bahagia, harus terluka dan terpuruk seperti ini dihadapannya.


"Kalau masalah kalian sudah selesai, mari kita segera kekelas kembali. Banyak tugas yang menanti kalian." Ujar Angga mengingatkan.


"Iya.." Sahut Kelik lirih, sedangkan Mutiara dan Amara mengangguk kecil.


Angga langsung menarik lengan Amara dengam gerakkan lembut, menautkan jari tangan mereka dengan mesra.


Mutiara mengajak Kelik juga untuk segera kembali ke kelasnya dengan meminta maaf masalah pernikahannya yang mendadak dan terpaksa itu.


Kelikpun dengan berat hati mau memaafkan semua yang sudah terjadi. Mungkin dia berpikir bukan jodoh dan harus segera move on dari Mutiara sang kekasih.


...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...


Jangan lupa kasih like dan komentarnya yah, biar Autor semangat up date lagi. Apa lagi bunga dan kopinya mau banget! Terima kasih yah Readers yang baik hati.

__ADS_1


--BERSAMBUNG--


__ADS_2